Setelah sempat menjalani masa hiatus pasca kehilangan salah satu personel pentingnya, unit punk rock asal Jakarta, TENHOLES, akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru. Band yang dikenal mengusung perpaduan energi oi/punk dan celtic punk ini resmi merilis maxi single bertajuk “Membakar Malam” dan “Tiga” melalui kerja sama dengan label independen demajors.
Kedua lagu tersebut menjadi penanda kebangkitan TENHOLES sekaligus babak baru perjalanan mereka setelah vakum sejak kepergian mendiang drummer mereka, Aco, pada Oktober 2023. Maxi single ini mulai tersedia di seluruh platform streaming digital sejak 12 Juni 2026, termasuk Spotify, Apple Music, YouTube Music, TikTok Music, dan Langit Musik.
Mengusung karakter punk rock yang kental dengan sentuhan mandolin khas celtic punk, TENHOLES tetap mempertahankan identitas musikal yang telah mereka bangun selama lebih dari dua dekade. Kehadiran dua lagu baru ini juga menjadi bukti bahwa semangat band tersebut tetap menyala meski harus melewati masa sulit.
Proses produksi maxi single ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dan dikerjakan di beberapa studio berbeda. Tahap awal dimulai secara mandiri di Rumah Bergerak, yang menjadi markas kreatif TENHOLES dalam mengembangkan berbagai materi musik mereka.
Menariknya, pada tahap pembuatan demo awal, lagu-lagu tersebut direkam tanpa isian drum. Andyan Gorust yang kini mengisi posisi drummer memilih tidak merekam bagian drum pada sesi panduan awal. Keputusan tersebut justru menjadi kejutan tersendiri ketika proses rekaman memasuki tahap final dan karakter permainan drumnya mulai terdengar utuh.
Dalam perjalanan kreatifnya, TENHOLES juga melibatkan sejumlah musisi dan rekan dekat untuk memberikan masukan terhadap materi yang sedang mereka garap. Nama-nama seperti Jimi Multhazam, Yongki Quickening, hingga Prabu Pramayougha dari Saturday Night Karaoke ikut memberikan perspektif yang membantu penyempurnaan lagu.
Prabu bahkan menjadi sosok yang mempertemukan TENHOLES dengan David Tarigan dalam sebuah hearing session yang kemudian membuka banyak diskusi mengenai arah musikal band tersebut.
Atas rekomendasi Jimi Multhazam, sesi rekaman drum dilakukan di Starlight Studio. Di tengah proses pengerjaan, mereka juga bertemu dengan Franki “Pepeng” Indrasmoro di kantor Massive Publisher. Pertemuan tersebut membawa TENHOLES untuk memanfaatkan fasilitas rekaman di Caltara Studio yang akhirnya dipilih sebagai lokasi utama penyelesaian proses produksi.
Secara musikal, kedua lagu yang dirilis memiliki karakter dan pesan yang berbeda
Lagu “Membakar Malam” hadir sebagai anthem bagi para pekerja yang terus berjuang menghadapi rutinitas dan tekanan kehidupan sehari-hari. Lagu ini menjadi representasi semangat mereka yang memilih untuk tetap bergerak dan tidak menyerah pada keadaan.
Sementara itu, “Tiga” menawarkan nuansa yang lebih keras dan eksplosif. Lagu ini menjadi refleksi atas berbagai kondisi dunia yang terjadi saat ini dan menampilkan permainan drum agresif dari Andyan Gorust yang menjadi salah satu elemen paling menonjol dalam komposisinya.
Kehadiran Andyan sendiri memiliki makna penting bagi TENHOLES. Ia bukan sekadar pengganti posisi yang ditinggalkan Aco, melainkan sosok yang dipercaya untuk melanjutkan semangat dan warisan yang telah dibangun bersama selama bertahun-tahun.
TENHOLES pertama kali terbentuk pada 2004 dengan akar musik oi/punk yang kuat. Seiring perjalanan waktu, pengaruh celtic punk mulai masuk setelah mereka diperkenalkan pada musik Dropkick Murphys oleh seorang rekan bernama Dhany Blwr.
Perkenalan tersebut menjadi titik balik yang mengubah warna musik TENHOLES. Mereka mulai menggabungkan energi punk dengan instrumen tradisional seperti mandolin tanpa meninggalkan semangat oi/punk yang menjadi fondasi awal band.
Perkembangan tersebut semakin kuat ketika Zuhri bergabung sebagai pemain mandolin. Setelah Zuhri memilih fokus melanjutkan warisan keluarganya di Soneta, posisi tersebut kini diisi oleh Tuan Jenggo dari Monkey Boots yang membawa karakter baru dalam aransemen TENHOLES.
Saat ini TENHOLES diperkuat oleh Ukien Skins (vokal), Cepy (gitar), Endry (gitar), Cpx atau Tuan Jenggo (mandolin), Lettoys (bass), dan Andyan Gorust (drum).
Melalui perilisan maxi single “Membakar Malam” dan “Tiga”, TENHOLES tidak hanya menandai kembalinya mereka ke industri musik, tetapi juga menunjukkan bahwa semangat punk rock yang mereka usung sejak awal masih terus hidup. Dengan identitas yang semakin matang dan energi baru di dalam formasi saat ini, TENHOLES siap melanjutkan perjalanan panjangnya di skena musik independen Indonesia. XPOSEINDONESIA/IHSAN


