TheOvertunes Comeback Lewat “Sampai Kapan?” dengan Era Baru yang Lebih Personal

Setelah sempat vakum merilis karya bersama selama tiga tahun, TheOvertunes akhirnya resmi kembali membuka lembaran baru. Trio kakak-beradik yang digawangi Mikha Angelo, Reuben Nathaniel, dan Mada Emmanuelle itu memulai era terbaru mereka lewat single berjudul Sampai Kapan?.

Lagu ini menjadi penanda kembalinya TheOvertunes setelah terakhir merilis mini album Endlessly pada 2023. Namun lebih dari sekadar comeback, “Sampai Kapan?” hadir sebagai refleksi personal tentang kehilangan semangat hidup, rasa lelah, hingga dorongan untuk bangkit kembali.

Dalam lagu terbarunya, TheOvertunes mencoba menyampaikan kegelisahan yang terasa dekat dengan banyak orang saat ini. Mulai dari rasa mati rasa, menjalani hidup secara otomatis, hingga perasaan kehilangan arah. Tema tersebut terasa kuat sejak awal lagu lewat lirik yang terdengar seperti teguran untuk diri sendiri.

Menurut Reuben, proses penulisan lagu ini justru terasa sangat natural setelah mereka mengambil waktu cukup panjang untuk berintrospeksi.

“Pas lagi sesi menulis, rasanya plong. Kayak akhirnya bisa mengungkapkan sesuatu yang lama dipendam,” ungkapnya.

Hal serupa juga dirasakan Mikha Angelo. Ia menyebut lagu ini lahir dari kesadaran bahwa hidup yang diinginkan harus diperjuangkan sendiri, bukan sekadar dijalani tanpa arah.

Secara musikal, “Sampai Kapan?” tetap membawa identitas khas TheOvertunes lewat dominasi gitar akustik dan harmonisasi vokal hangat. Namun kali ini mereka menghadirkan pendekatan yang lebih ramai dan emosional, terutama lewat aransemen vokal latar yang dibuat lebih besar dibanding karya-karya sebelumnya.

Menariknya, lagu yang mengangkat tema cukup gelap ini justru dibalut dengan nuansa musik yang terdengar riang dan hangat. Perpaduan progresi chord minor dengan melodi penuh semangat membuat lagu ini terasa seperti “tamparan lembut” untuk siapa saja yang sedang kehilangan motivasi hidup.

Mada Emmanuelle bahkan menyebut lagu ini sebagai “lagu menyenangkan untuk orang malas”.

Meski terdengar santai, pesan yang dibawa cukup dalam. TheOvertunes ingin menggambarkan bentuk cinta yang tidak selalu lembut, tetapi juga bisa hadir lewat ketegasan atau tough love.

“Posisinya kayak kakak yang lagi mengingatkan adiknya. Tegas, tapi karena sayang,” kata Mikha.

Nuansa emosional tersebut juga terasa pada penggalan lirik:
“Terlalu lama diam, tunggu kematian.”

Alih-alih terdengar penuh kemarahan, lirik itu justru dinyanyikan secara kolektif dengan energi yang uplifting, seolah mengajak pendengarnya untuk perlahan bangkit kembali.

Di era baru ini, TheOvertunes juga mulai membuka diri terhadap eksplorasi kreatif yang lebih luas. Mereka mulai menjalani sesi penulisan lagu secara kolektif bersama musisi lain dan menghadirkan lebih banyak lapisan vokal dalam proses produksi musiknya.

Pendekatan tersebut membuat warna musik TheOvertunes terdengar lebih besar, hangat, dan terasa seperti sebuah perayaan hidup tanpa meninggalkan akar musik folk-pop emosional yang selama ini menjadi ciri khas mereka.

Single “Sampai Kapan?” juga menjadi pembuka menuju album ketiga TheOvertunes yang tengah mereka persiapkan. Tahun ini, mereka memastikan akan menghadirkan rilisan-rilisan baru dengan tema introspeksi, kehidupan, hingga proses menerima diri sendiri.

Kembalinya TheOvertunes tentu menjadi kabar yang cukup dinanti penggemar musik Indonesia. Terlebih dalam beberapa tahun terakhir, tren musik dengan pendekatan personal dan emosional kembali mendapat tempat besar di kalangan pendengar muda.

Dengan karakter lirik yang reflektif dan aransemen yang intim, TheOvertunes tampaknya kembali mencoba menghadirkan musik yang bukan hanya nyaman didengar, tetapi juga terasa dekat secara emosional.

Video musik dan lagu Sampai Kapan? kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming digital.

Must Read

Related Articles