Dua tahun berturut-turut, nama yang sama kembali disebut di panggung penghargaan pariwisata Surabaya. Bukan kebetulan ini adalah hasil dari pilihan yang konsisten untuk menempatkan budaya dan komunitas lokal sebagai inti dari pengalaman menginap.
Grand Inna Tunjungan kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan “Best Tourism Attraction & Experience” di Surabaya Tourism Award 2026, yang digelar pada 3 Mei 2026 di Linear Atrium, Ciputra World Mall Surabaya. Penghargaan diterima langsung oleh Plt. General Manager Yudi Firmansyah, di hadapan para pelaku industri pariwisata kota.
Tahun lalu, Grand Inna Tunjungan meraih kategori Best Tourist Attraction. Kini kategornya naik satu tingkat menambahkan dimensi “Experience” yang mencerminkan pengakuan bahwa hotel ini tidak hanya menjadi objek kunjungan, tetapi aktif menciptakan pengalaman yang berkesan bagi setiap tamunya.
Surabaya Tourism Award 2026 sendiri digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke-733, diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya bekerja sama dengan Harian Disway dan Universitas Ciputra Surabaya. Ajang ini menjadi barometer kualitas dan inovasi di antara pelaku pariwisata yang berkontribusi aktif memajukan Surabaya sebagai destinasi unggulan nasional.
Dalam proses penjurian, Grand Inna Tunjungan membawa sejumlah program unggulan yang menjadi bukti konkret komitmennya. Festival Kuliner Nusantara menjadi salah satu andalan menghadirkan kekayaan cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia dalam format food festival tematik yang dilengkapi dekorasi, musik, dan pertunjukan budaya yang merepresentasikan keunikan daerah asal kuliner secara autentik.
Tak berhenti di situ, hotel ini juga menjalankan serangkaian program kolaboratif yang melibatkan pelaku UMKM dan komunitas kreatif Surabaya secara langsung. Pasar Legi hadir sebagai bazar yang mempertemukan ragam kuliner dan kerajinan lokal dalam satu ruang. Kolaborasa Merdeka menggabungkan lomba menghias cupcake, menghias tumpeng oleh UMKM, pertunjukan angklung, lomba 17-an, hingga memasak mie panjang umur bersama. Sementara East Java Coffee Night mempertemukan komunitas kopi lokal dalam perayaan Hari Kopi Sedunia yang terasa lebih bermakna dari sekadar acara seremonial.
“Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim dan kolaborasi dengan para mitra. Kami bangga dapat menghadirkan pengalaman pariwisata yang bermakna, berakar pada budaya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Yudi Firmansyah.
Sebagai bagian dari jaringan InJourney Hospitality, Grand Inna Tunjungan terus menerjemahkan semangat Indonesian Experience bukan sebagai slogan, melainkan sebagai program nyata yang bisa dirasakan tamu dari meja makan, panggung budaya, hingga lapak UMKM yang berdiri di lobi hotel.
Di tengah persaingan industri perhotelan yang makin ketat, Grand Inna Tunjungan memilih jalur yang tidak banyak diambil kompetitor: menjadikan warisan budaya lokal sebagai daya tarik utama, bukan sekadar pelengkap. Dan dua penghargaan berturut-turut dari Surabaya Tourism Award membuktikan bahwa pilihan itu tepat. XPOSEINDONESIA/IHSAN


