Tidak banyak merek yang bisa bertahan delapan dekade dan tetap relevan bahkan tetap diinginkan. Vespa adalah salah satu pengecualian paling konsisten dalam sejarah industri otomotif dunia, dan perjalanannya dari garasi Piaggio di Italia hingga jalanan Jakarta adalah kisah yang layak ditelusuri dari awal.
PT Piaggio Indonesia merangkum beberapa pencapaian paling bersejarah dalam perjalanan produk Vespa, dari model pertama yang lahir pascaperang dunia hingga inovasi terbaru yang hadir di 2026.
Semuanya dimulai dari Vespa 98 (1946) skuter pertama yang membawa nama Vespa ke dunia. Ditenagai mesin 98cc yang menghasilkan 3,2 HP pada 4.500 rpm, model ini memiliki kecepatan maksimum 60 km/jam dan diproduksi selama dua tahun dengan total lebih dari 18.000 unit. Sederhana menurut standar hari ini, tetapi revolusioner untuk zamannya lahir di Italia yang baru keluar dari reruntuhan Perang Dunia II dan butuh kendaraan yang terjangkau namun fungsional.
Hampir satu dekade kemudian, Vespa 150 GS (1955) hadir dan langsung menetapkan standar baru. Para ahli menyebutnya sebagai “model yang paling diapresiasi, paling banyak ditiru, dan paling dikenang” sebuah pujian yang tidak diberikan sembarangan. Model ini membawa mesin 150cc, transmisi 4-speed, jok panjang standar, setang dan lampu depan yang menyatu dengan fairing, serta roda 10 inci yang menjadi ciri khas Vespa hingga hari ini. Kecepatan maksimumnya mencapai 100 km/jam dua kali lipat pendahulunya dengan bodi yang jauh lebih aerodinamis.
Lompatan berikutnya datang dari kebutuhan regulasi. Vespa 50 (1964) lahir sebagai respons terhadap aturan baru di Italia yang mewajibkan plat nomor untuk mesin berkapasitas lebih dari 50cc. Alih-alih sekadar mengecilkan mesin, Vespa merancang ulang tata letaknya silinder dimiringkan 45° dari posisi horizontal, menghasilkan desain yang lebih kompak dan serbaguna. Model ini juga menjadi karya terakhir dari Corradino D’Ascanio, sang perancang Vespa original yang sudah membentuk DNA skuter ini sejak awal.
Tahun 1978 menjadi era pembaruan besar dengan hadirnya Vespa P 125 X. Rangka didesain ulang sepenuhnya, performa ditingkatkan, dan estetika diperbarui secara signifikan. Di tahun yang sama, P 200 E juga diperkenalkan dengan kapasitas lebih besar, sistem pelumasan terpisah, dan lampu sein yang terintegrasi ke dalam bodi. Tiga tahun kemudian, PX 150 E hadir sebagai pilihan di antara keduanya melengkapi lini PX menjadi keluarga produk yang komprehensif dan menjadi salah satu seri paling ikonik dalam sejarah Vespa.
Melompat ke era modern, Vespa GTV 300 (2023) menghidupkan kembali warisan motor balap Vespa dalam wujud kontemporer. Inspirasinya datang dari model ikonik “Faro Basso” dengan lampu depan di spatbor dan setang terbuka yang khas. Di balik tampilannya yang retro, mesin 278cc silinder tunggal berpendingin cairan HPE bekerja dengan teknologi masa kini: ABS, kontrol traksi ASR, lampu full LED, sistem keyless, dan panel instrumen digital. Sebuah skuter yang terlihat klasik tapi berpikir modern.
Dan di awal 2026, Vespa kembali menyegarkan dua model ikoniknya. Vespa Primavera 180 dan Vespa Sprint 180 hadir dengan pembaruan mesin 180cc yang menghadirkan akselerasi lebih responsif tanpa mengorbankan karakter berkendara yang halus dan efisien. Kedua model ini memperkuat posisi Vespa di kalangan penggemar yang mengutamakan perpaduan antara gaya ikonik dan performa yang makin optimal sebuah formula yang rupanya tidak pernah ketinggalan zaman.
Delapan dekade, enam model yang masing-masing meninggalkan jejaknya sendiri dalam sejarah otomotif dunia. Vespa bukan hanya skuter ia adalah bukti bahwa desain yang lahir dari kebutuhan nyata, dieksekusi dengan kejujuran, bisa bertahan jauh melampaui zamannya. XPOSEINDONESIA/IHSAN



