Bagaimana caranya menerjemahkan kepribadian seseorang ke dalam sepiring dessert? Itulah pertanyaan yang menjadi inti dari Bite Me Sweet, reality series kuliner original terbaru dari Viu yang resmi tayang di Indonesia mulai 17 April 2026.
Dipandu oleh aktor Korea Yoon Shi-yoon, program ini mempertemukan pastry chef terbaik dari lima negara Asia Tenggara dengan selebriti Korea dalam format kompetisi yang tidak biasa. Setiap peserta tidak hanya ditantang menciptakan dessert dengan rasa dan tampilan terbaik mereka juga harus menerjemahkan kepribadian “muse” mereka ke dalam bentuk hidangan yang bisa dibaca dan dirasakan.
Indonesia diwakili oleh Luvita Ho pemenang termuda MasterChef Indonesia sekaligus kreator konten dengan lebih dari 1,2 juta subscribers. Dalam kompetisi ini, ia dipasangkan dengan Lee Sae-on, salah satu rising star Korea Selatan, dan ditugaskan menciptakan dessert yang mencerminkan karakter sang muse.
Bagi Luvita, proses kreatif itu dimulai jauh sebelum menyentuh bahan-bahan di dapur. Ia mengamati cara bicara, gaya berpakaian, hingga energi yang dibawa seseorang sebelum membayangkan dessert apa yang paling tepat merepresentasikan mereka.
“First impression matters. Setiap orang punya vibe yang berbeda. Dari situ aku bisa membayangkan visual dan tekstur dessert yang paling sesuai untuk menggambarkan karakter mereka,” jelasnya.
Pendekatan ini menempatkan dessert bukan sebagai produk kuliner semata, melainkan sebagai medium membaca manusia. Menurut Luvita, tingkat presisi dalam membuat dessert dari rasa hingga tekstur secara tidak langsung mencerminkan karakter pembuatnya. “Implementasi rasa, tekstur, dan tujuan dessert tersebut disajikan bisa menunjukkan karakter seseorang apakah perfeksionis, risk taker, atau autentik,” ujarnya. “Rasa adalah bahasa emosi yang paling universal.”
Kompetisi ini juga menghadirkan tantangan yang tidak selalu tertulis dalam rundown acara. Kolaborasi lintas budaya antara chef Asia Tenggara dan muse Korea kerap menciptakan hambatan komunikasi yang nyata. “Perbedaan bahasa dan kultur membuat komunikasi jadi tidak selalu mudah. Kadang kami mengandalkan bahasa tubuh untuk saling memahami,” ungkap Luvita. Namun justru dinamika itulah yang memperkaya proses kreatif dan membuat setiap episode terasa lebih hidup.
Selain Luvita, kompetisi ini juga melibatkan chef dari Malaysia, Hong Kong, Thailand, dan Filipina masing-masing membawa pengaruh budaya dan pendekatan kuliner yang berbeda, mencerminkan keragaman dan inovasi dessert modern Asia Tenggara.
Cakupan Bite Me Sweet tidak berhenti di dapur. Program ini juga memperluas perspektifnya ke ranah gaya hidup seperti kecantikan dan fashion, menjadikannya relevan tidak hanya bagi pecinta kuliner tetapi juga audiens hiburan dan lifestyle yang lebih luas.
Tim pemenang akan mendapatkan kesempatan meluncurkan pop-up store Bite Me Sweet di Singapura membawa pengalaman dari layar ke dunia nyata dalam format yang menghubungkan hiburan, kreativitas, dan interaksi langsung dengan audiens.
Bite Me Sweet diproduksi oleh Studio CR dan menjadi bagian dari kolaborasi strategis Viu bersama Korea Creative Content Agency (KOCCA) dan Ministry of Culture, Sports and Tourism (MCST) dalam mengembangkan konten dengan daya tarik global yang memadukan kekuatan budaya Korea dan Asia Tenggara.
Bite Me Sweet bisa ditonton sekarang di Viu. Bagi penggemar konten kuliner, budaya Korea, atau sekadar penasaran bagaimana sepiring dessert bisa menceritakan kepribadian seseorang, series ini layak masuk dalam daftar tontonan akhir pekan. XPOSEINDONESIA/IHSAN



