Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia kembali menunjukkan perannya dalam aksi sosial Ramadan dengan menyalurkan 140 paket sembako Lebaran kepada wartawan serta membagikan ratusan takjil kepada masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda tahunan yang terus dijaga konsistensinya, sekaligus mencerminkan kuatnya solidaritas di kalangan insan pers.
Program bantuan tahun ini melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak. Sebanyak 100 paket sembako berasal dari Yayasan Permata Sanny Peduli, sementara 40 paket lainnya didukung oleh Rani Anggraini Safitri. Selain itu, sekitar 300 paket takjil disediakan oleh Humble Baker yang turut berkontribusi dalam kegiatan berbagi di bulan suci ini.
Dukungan juga datang dari sejumlah donatur seperti Hetty, Yulian Yu, Ci Meli, Budhi Herdi Susianto, Nyai Dewi Rantian, dan berbagai pihak lainnya yang ikut memperkuat pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembagian takjil kepada para pengendara di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Suasana kebersamaan kemudian berlanjut dalam acara buka puasa bersama yang didukung oleh desainer sekaligus Dewan Pembina YPJI, Nina Nugroho, yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Puncak kegiatan berlangsung pada 16 Maret 2026 dengan penyaluran 140 paket sembako kepada wartawan di Jakarta, yang dilanjutkan dengan pembagian takjil serta acara iftar bersama di Humble Baker Jakarta Selatan. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus dan Dewan Pembina YPJI, termasuk Seno M Hadjo dan Nina Nugroho.
Dalam kesempatan tersebut, YPJI juga menggelar doa bersama untuk mengenang 100 hari wafatnya almarhum Haji Susilo, salah satu Dewan Pembina YPJI. Prosesi berlangsung khidmat dan menjadi momen refleksi bagi seluruh peserta yang hadir.
Ketua Umum YPJI, Andi Arif, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa program berbagi di bulan Ramadan bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk nyata kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, khususnya bagi rekan-rekan jurnalis yang terus menjalankan tugas di lapangan.

Sementara itu, Nina Nugroho menekankan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat empati dan kebersamaan. Menurutnya, kegiatan berbagi seperti ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan sosial, terutama di lingkungan jurnalis yang memiliki peran strategis dalam masyarakat.
Hal senada disampaikan Seno M Hardjo yang melihat kegiatan ini sebagai bukti nyata kolaborasi lintas pihak. Ia menilai dukungan dari berbagai elemen menunjukkan bahwa kepedulian terhadap jurnalis dan masyarakat dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong.
Melalui rangkaian kegiatan ini, YPJI tidak hanya menghadirkan bantuan nyata, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial yang menjadi esensi utama bulan Ramadan. XPOSEINDONESIA/IHSAN


