KreatIPO : Mengajak Pelaku Parekraf Melantai di Bursa Efek

- Advertisement -
- Advertisement -

Pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif didorong Kemenparekraf/Baparekraf masuk pasar modal melalui IPO (Initial Public Offering). 

Ini terkuak  dalam acara KreatIPO bertajuk  “Persiapan untuk Melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) Melalui Skema Initial Public Offering (IPO)”, di Hotel Tentrem, Yogyakarta (22/9/2020).

Di mana, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo, mengatakan jika Indonesia ingin membangun knowledge, innovation, and creativity based economy maka hal ini harus didukung oleh investing society. 

- Advertisement -

Menurut Fadjar, skema alternatif pendanaan dalam bentuk ekuitas atau penyertaan modal harus diperbanyak. Karena, kalau hanya bertemu dengan solusi-solusi pembiayaan atau pinjaman saja, maka akan bertemu dengan permasalahan penjaminan yang tidak pasti.

“Pelaku usaha UMKM  harus mengetahui bagaimana cara melantai di bursa efek. Sehingga, dapat memperoleh akses pembiayaan yang pasti dari berbagai investor yang telah tersedia di bursa efek,” kata Fadjar Hutomo.

Bursa Efek Indonesia juga telah menyediakan beberapa platform yang bisa dimanfaatkan para pelaku usaha parekraf yaitu papan akselerasi, papan pengembangan, dan papan utama. 

- Advertisement -

“Untuk pelaku UMKM yang ingin melantai di bursa efek bisa menggunakan papan akselerasi. Namun, pelaku usaha yang tercatat di papan akselerasi juga memiliki kesempatan untuk dapat naik kelas ke papan pengembangan dan papan utama apabila telah memenuhi persyaratan di papan pengembangan maupun papan utama,” jelas Fadjar Hutomo.

Fadjar Hutomo berharap melalui skema IPO ini pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat meningkatkan kapasitas usahanya guna memajukan perekonomian Indonesia.

Pihaknya menggelar KreatIPO bertujuan untuk memperkenalkan pasar modal dan mendorong insan pelaku UMKM khususnya di sektor parekraf untuk dapat masuk ke pasar modal melalui skema Initial Public Offering.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Singgih Raharjo, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Kemenparekraf/Baparekrat atas inisasi dalam menggelar kegiatan KreatIPO ini.

“Karena hal ini yang diperlukan pelaku UMKM untuk mendapatkan pengetahuan baru guna bisa melantai di bursa efek. Karena ketika usaha para pelaku UMKM semakin berkembang, akan memberikan dampak kepada sektor lain seperti kuliner, kriya, dan lain-lain,” kata Singgih Raharjo.

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -