Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat laju industri fesyen nasional menuju panggung global. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan dukungannya terhadap penyelenggaraan Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 sebagai salah satu motor utama pengembangan subsektor fesyen Indonesia yang berorientasi ekspor dan berdaya saing internasional.
Dalam audiensi bersama Chairwoman Jakarta Fashion Week, Svida Alisjahbana, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (8/1/2026), Teuku Riefky menekankan bahwa keberhasilan sebuah festival fesyen tidak hanya diukur dari kemegahan penyelenggaraan, tetapi dari dampak riil terhadap desainer lokal dan pembukaan akses pasar global. Menurutnya, JFW telah berkembang melampaui sekadar pergelaran mode, menjadi platform strategis yang menghubungkan kreativitas desainer Indonesia dengan jejaring industri fesyen dunia.
Dukungan tersebut sejalan dengan program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) yang dijalankan Kementerian Ekraf untuk memastikan subsektor fesyen siap naik kelas. Program ini dirancang untuk memperkuat kualitas produk, kesiapan pasar, hingga kemampuan pelaku industri dalam menembus rantai pasok global. Dalam konteks ini, JFW dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki rekam jejak kuat dalam kurasi desainer dan penguatan positioning fesyen Indonesia di mata internasional.
Sebagai ajang fesyen terbesar dan paling berpengaruh di Tanah Air, Jakarta Fashion Week selama lebih dari satu dekade konsisten mendorong ekosistem mode yang inklusif dan progresif. Selain menjadi etalase karya desainer lintas generasi, JFW juga aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah, pelaku industri, hingga institusi internasional untuk membuka peluang ekspor dan investasi. Pada penyelenggaraan JFW 2026, kehadiran Kementerian Ekraf bahkan menjadi momentum penting dalam menjaring kolaborasi lintas negara ASEAN, dengan capaian 619 publikasi media nasional dan internasional dalam kurun delapan hari.
Ke depan, kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah kembali akan dihidupkan. Teuku Riefky menyampaikan kesiapan Kementerian Ekraf untuk mendorong sinergi bersama Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk membuka akses jejaring sponsor dan mitra internasional, guna memastikan pengembangan subsektor fesyen berlangsung secara berkelanjutan dan terukur.
Upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai barometer fesyen Asia Tenggara juga diwujudkan melalui pengembangan talenta. JFW akan melanjutkan peran Jakarta Fashion Force Academy sebagai wadah pembinaan desainer muda agar lebih siap secara kreatif, bisnis, dan produksi. Di saat yang sama, partisipasi berkelanjutan dalam pameran internasional seperti Tranoi dan Première Vision Paris, hingga Riyadh Fashion Week, dinilai menjadi jembatan strategis bagi desainer Indonesia untuk membangun reputasi global.
Sebagai official partner Tranoi Paris dan Riyadh Fashion Week, JFW memiliki peluang menghadirkan paviliun khusus Indonesia di ajang-ajang bergengsi tersebut. Svida Alisjahbana menegaskan bahwa dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Ekraf, sangat dibutuhkan untuk menghadirkan skenografi dan desain interior yang kuat sehingga mampu menarik perhatian buyer dan pelaku industri global. Kurasi ketat akan dilakukan untuk memastikan hanya desainer dengan kesiapan koleksi, kapasitas produksi, dan daya saing internasional yang tampil membawa nama Indonesia.
Lebih jauh, penguatan wastra Indonesia menjadi agenda penting dalam kolaborasi ini. Wastra sebagai hulu industri fesyen nasional dinilai memiliki potensi besar, namun membutuhkan proses kurasi, inovasi desain, serta strategi pemasaran yang tepat agar dapat diterima oleh rumah mode dunia. Melalui pendekatan ekosistem, JFW dan Kementerian Ekraf menargetkan peningkatan kualitas, branding, dan penetrasi pasar internasional bagi produk fesyen berbasis budaya lokal.
Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian Ekraf, antara lain Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu, Direktur Fesyen Romi Astuti, serta Direktur Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi industri fesyen Indonesia dari pasar domestik menuju pemain yang diperhitungkan di kancah global. XPOSEINDONESIA/IHSAN



