25.3 C
Jakarta
Monday, June 21, 2021

Di Bulan Juni, BIP Masyarakat Parekraf akan Digulirkan.

Dalam kunjungannya ke Jawa Timur, Jumat 22 Mei 2021, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,  Sandiaga Salahuddin Uno menggelar dialog dengan pelaku Ekraf  juga para pengusaha  di bidang pariwisata di Museum Panji, di Tumpang Malang.

Sandiaga dalam sambutannya menyebut Pandemi Covid 19 telah banyak memberi tekanan kepada pelaku Ekraf. Maka Kemenparekraf akan terus mengapresiasi semangat masyarakat, dan hadir dengan program program  baru yang dapat meningkatkan ketrampilan pelaku  usaha.

“Khususnya di bidang digital juga  pelaksanaan protokol Kesehatan. Kita ingin mereka mampu mengambil peluang agar menjadi pengusaha yang naik kelas di masa depan!” ungkap Sandiaga

Yang kedua, menurut Menteri, Pandemi Covid 19 ini telah memaksa kita  untuk hadir dengan kebijakan yang  berkeadilan, langsung menyentuh dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Ekraf.

Dalam kerangka hadir dengan kebijakan berkeadilan tersebut, Kemenparekraf  bersama Pemerintah telah menyusun  beberapa program, antara lain  Dana Hibah Pariwisata, Program  Bantuan Insentif Pemerintah, Program Pelatihan dan Pendampingan.

 “Saya akan memastikan bahwa semua program itu akan tepat sasaran, berkeadilan, dan ditujukan untuk masyarakat yang betul betul membutuhkan, sehingga mereka bisa membuka lapangan kerja  seluas luasnya. Kami juga minta  pada masyarakat untuk mengawal program tersebut,” ujar Menteri.

Deputi  Industri  dan Investasi Kemenparekraf,  Fajar Utomo, menambahkan, bahwa Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) sebetulnya merupakan program   lama yang sudah tiga tahun dilaksanakan.

Tahun ini total anggaran BIP berkisar sekitar 60  Milyar, dan  akan diberikan untuk 5 sub sektor, serta  usaha yang ada di desa wisata.

“Insya Alllah di awal bulan Juni, kita sudah bisa  launching.  Tentunya ini diberikan secara selektif dan setelah melalui proses kurator!” kata Fajar

Pariwisata Era Baru=Serba Digital.

Menteri Sandiaga menyebut datangnya Pademi Covid 19  telah memaksa kita  semua untuk bisa menyesuaikan penyelenggaraan pariwisata dengan era baru  “Personal life, costumize, look life dan small ring size. Justru kuantitasnya lebih sedikit, tapi kualitasnya lebih meningkat,” ungkap Menteri.

Sementara itu Fajar Utomo menyebut,  dengan adanya serba keterbatasan karena Covid, “Kita tidak bisa menghentikan   semua kegiatan, tetapi  melaksanakan kegiatan dengan sembrono, juga bukan  pilihan baik.  Karena itu satu satunya  pilihan adalah menjalankan kegiatan dengan kehati-hatian sesuai pelaksaaan protokol CHSE. “

Sementara itu Deputi Bidang Ekonomi  Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhamad Neil  El Himam  mengajak pelaku ekraf, terutama UMKM untuk segera  masuk ke digital dan memanfaatkan plafform  e commerce,  seperti yang  telah dilakukan di Danau Toba lewat #BelikreatifDanauToba.

“Kami memberikan pedampingan, pelatihan sehingga pelaku Ekraf benar benar bisa dapat memasarkan produknya dengan  lebih baik!”

Neil mengakui  pada tahap awal memasuki  dunia serba digital, tentu belum bisa berjalan 100 persen  sempurna. Untuk bidang pariwisata, misalnya. “Karena adaptasi  baru, kami pernah punya program  interaktif virual tourism, di mana pelaku pariwisata, terutama pemandu wisata,  bisa  memandu  wisatawan  dengan gadget. Wisatawan bahkan juga bisa bertanya pada pemandu. Namun saat uji coba di Labuan Bajo,  pelaksanaannya belum bisa lancar karena persoalan jaringan yang membuat komunikasi  masih sering terputus-putus!” XPOSEINDONESIA Teks dan Foto : Dudut Suhendra Putra

Latest news

Related news