Hitung mundur menuju MotoGP Mandalika 2026 resmi dimulai. Para penggemar balap motor kini sudah bisa berburu tiket lebih awal untuk menyaksikan langsung aksi para pembalap terbaik dunia yang akan kembali mengaspal di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ajang bertajuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 itu dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026. Penjualan tiket resmi dibuka dalam launching ceremony yang digelar di Sarinah, Jakarta, Kamis (18/6/2026), menandai dimulainya perjalanan menuju penyelenggaraan MotoGP Indonesia tahun kelima sejak kembali masuk kalender balap dunia.
Tak sekadar menghadirkan persaingan para pembalap elite dunia, MotoGP Mandalika 2026 juga menjadi panggung bagi kebangkitan talenta motorsport nasional. Tahun ini, penyelenggara mengusung tema “The Rise of Local Heroes: Kebangkitan Prestasi Talenta Lokal Gaungkan #IndonesiaMendunia”, yang mencerminkan semakin besarnya peran putra-putri Indonesia di ekosistem balap internasional.
Untuk menarik minat penonton, penyelenggara menghadirkan program penjualan tiket bertahap dengan berbagai promo menarik. Periode Early Bird berlangsung mulai 18 Juni hingga pekan kedua Juli 2026 dengan potongan harga hingga 50 persen. Selanjutnya Presale 1 menawarkan diskon 30 persen hingga pertengahan Agustus, sedangkan Presale 2 memberikan diskon 20 persen hingga September 2026.
Tiket resmi dapat diperoleh melalui aplikasi GOERS sebagai Official Master Ticketing Partner, situs resmi penyelenggara, maupun booth resmi MotoGP Indonesia yang tersedia di Sarinah.
Pada MotoGP Mandalika 2026, sebanyak 76 pembalap dari 23 negara akan tampil dalam tiga kelas balap utama. Mereka terdiri atas 22 pembalap MotoGP, 28 pembalap Moto2, dan 26 pembalap Moto3.
Indonesia kembali memiliki wakil di ajang balap dunia melalui Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di kelas Moto3. Kehadiran keduanya menjadi simbol semakin terbukanya jalan bagi pembalap Indonesia untuk bersaing di level tertinggi.
Momentum tersebut semakin diperkuat oleh sejumlah prestasi pembalap muda Tanah Air dalam beberapa waktu terakhir. Kiandra Ramadhipa sukses mengibarkan Merah Putih setelah meraih kemenangan perdananya di Moto3 Junior World Championship seri Estoril, Portugal. Sementara itu, Aldi Satya Mahendra berhasil finis di posisi ketiga pada Race 2 World Supersport seri Misano, Italia.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi masa depan motorsport Indonesia. Menurutnya, kehadiran pembalap Indonesia di level dunia menunjukkan bahwa pembinaan olahraga otomotif nasional mulai berada di jalur yang tepat.
“Kehadiran Mario Suryo Aji di Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3 menunjukkan bahwa pembinaan olahraga motorsport Indonesia berada pada arah yang positif. MotoGP Indonesia bukan hanya menghadirkan tontonan kelas dunia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi dan berprestasi di tingkat internasional,” ujarnya.
Erick juga menyoroti besarnya potensi industri olahraga global yang kini berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi paling menjanjikan. Nilai industri olahraga dunia saat ini diperkirakan mencapai sekitar US$425 miliar dan diproyeksikan tumbuh hingga US$2,7 triliun pada 2033.
Menurutnya, banyak negara mulai memanfaatkan olahraga sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi baru. Karena itu, Indonesia harus mampu melihat MotoGP sebagai agenda strategis nasional yang tidak hanya menghadirkan balapan, tetapi juga membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan berbagai sektor usaha.
“Yang penting bukan hanya saat event berlangsung, tetapi bagaimana manfaat ekonomi sebelum dan sesudah event terus berjalan. MotoGP sudah membuktikan dampak ekonominya dan ini harus terus kita tingkatkan,” kata Erick.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan MotoGP Indonesia kini telah berkembang jauh melampaui statusnya sebagai ajang olahraga internasional. Dalam hampir lima tahun terakhir, Mandalika bertransformasi menjadi salah satu destinasi sport tourism unggulan yang mulai dikenal luas di berbagai negara.
Menurut Maya, salah satu pencapaian paling membanggakan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal. Jika pada penyelenggaraan pertama tahun 2022 sebagian besar marshal masih berasal dari luar negeri, kini seluruh marshal yang bertugas merupakan talenta lokal NTB yang telah memenuhi standar internasional.
Bahkan, sejumlah marshal Indonesia kini dipercaya bertugas dalam berbagai event balap internasional di Jepang dan Malaysia.
“Ini membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya mampu menjadi tuan rumah event kelas dunia, tetapi juga mampu menghasilkan SDM yang kompeten dan diakui secara internasional,” ujar Maya.
Ia menjelaskan, MotoGP Mandalika telah menjadi instrumen nation branding yang efektif bagi Indonesia. Siaran balapan tersebut menjangkau sekitar 677 juta pasang mata di seluruh dunia sehingga memberikan eksposur besar bagi pariwisata dan citra Indonesia di mata internasional.
Menurut Maya, keberhasilan Mandalika tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak yang terus mendorong kawasan tersebut berkembang menjadi destinasi terintegrasi yang menggabungkan olahraga, pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Moreno Soeprapto menilai MotoGP Mandalika juga berperan penting dalam memperkuat ekosistem olahraga otomotif nasional.
Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap MotoGP Indonesia terus meningkat setiap tahun. Berbagai komunitas otomotif di bawah naungan IMI telah menyatakan kesiapan untuk meramaikan gelaran MotoGP Mandalika 2026.
“Komunitas otomotif Indonesia sangat besar dan antusiasmenya luar biasa. Ini menjadi modal penting untuk terus membesarkan MotoGP Indonesia,” kata Moreno.
Menurutnya, industri motorsport saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai balapan. Industri tersebut telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang mencakup sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, UMKM, industri kreatif, hingga investasi.
Moreno juga menyoroti pentingnya pembinaan usia dini. Saat ini IMI memiliki program pembinaan untuk anak usia 4 hingga 13 tahun yang telah diikuti lebih dari 150 peserta dari berbagai daerah.
Program tersebut diharapkan menjadi fondasi lahirnya pembalap-pembalap Indonesia masa depan yang mampu mengikuti jejak Mario Suryo Aji, Veda Ega Pratama, maupun Kiandra Ramadhipa.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa sejumlah investor mulai menunjukkan minat untuk masuk ke sektor olahraga otomotif Indonesia, sebuah sinyal positif bagi pertumbuhan industri motorsport nasional dalam jangka panjang.
Dampak Ekonomi Rp4,96 Triliun dan Magnet Sport Tourism Indonesia
Selain menjadi panggung olahraga kelas dunia, MotoGP Mandalika terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah maupun nasional.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, ajang ini berhasil menarik 140.324 penonton. Sementara sepanjang penyelenggaraan MotoGP 2025, kawasan The Mandalika mencatat lebih dari 200 ribu pengunjung dari berbagai aktivitas yang digelar di kawasan tersebut.
Data penyelenggara menunjukkan dampak ekonomi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp4,96 triliun secara nasional. Efek bergandanya dirasakan oleh berbagai sektor mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, UMKM, ekonomi kreatif, hingga jasa pendukung lainnya.

Lebih dari 600 UMKM lokal terlibat dalam ekosistem event dan destinasi, sementara sekitar 3.000 tenaga kerja terserap selama pelaksanaan MotoGP.
Tak hanya itu, MotoGP Mandalika juga semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism dunia. Melalui konsep “Thrill in Paradise”, pengunjung tidak hanya menikmati balapan kelas dunia, tetapi juga pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam Lombok, budaya lokal, wisata bahari, aktivitas olahraga luar ruang, festival musik, hingga ragam kuliner khas NTB.
Pengembangan kawasan The Mandalika juga terus dilakukan melalui peningkatan konektivitas, penguatan sistem mobilitas kawasan, pengembangan area kuliner dan UMKM, serta peningkatan standar keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Dengan kombinasi kompetisi kelas dunia, kebangkitan talenta lokal, dampak ekonomi triliunan rupiah, dan pesona wisata yang dimiliki Mandalika, MotoGP Mandalika 2026 kembali menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah event internasional sekaligus memperkuat posisi sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Bagi para penggemar balap motor, ajang ini bukan sekadar kesempatan menyaksikan para juara dunia beraksi dari dekat. MotoGP Mandalika 2026 juga menjadi panggung pembuktian bahwa Indonesia kini tak hanya menjadi tuan rumah, tetapi mulai melahirkan “local heroes” yang siap bersaing dan mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. XPOSEINDONESIA/IHSAN




