Pusakata Rilis “Anakku”, Lagu tentang Cinta Orang Tua dan Wasiat untuk Anak

Pusakata merilis lagu terbaru berjudul “Anakku”, sebuah karya yang mengangkat cinta, ketulusan, dan perjalanan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Lagu ciptaan Mohammad Istiqamah Djamad ini membawa pesan tentang arti menerima, memahami, serta mencintai anak tanpa batas.

Menariknya, “Anakku” lahir dari sebuah tantangan spontan saat Pusakata menjadi bintang tamu dalam podcast Vindes yang dipandu Vincent dan Desta. Dalam sesi tersebut, Desta memberikan tantangan kepada Pusakata untuk menciptakan lagu secara dadakan berdasarkan ide yang disampaikan secara acak.

Ide yang diberikan berkaitan dengan kehidupan anak-anak dalam sebuah keluarga apabila suatu saat sang ayah telah tiada. Gagasan sederhana itu kemudian berkembang menjadi sebuah lagu yang sarat emosi, sekaligus refleksi tentang waktu, kenangan, dan kebersamaan keluarga.

Melalui liriknya, Pusakata menggambarkan perjalanan anak sejak masih kecil, ketika jemari mungil mereka menggenggam tangan orang tua, bermain di taman, hingga mengenal pantai untuk pertama kalinya. Namun, waktu terus berjalan. Anak-anak tumbuh dewasa, memiliki kehidupan sendiri, dan perlahan meninggalkan rumah.

Di balik kebahagiaan menyaksikan anak tumbuh, tersimpan pula kegelisahan seorang ayah tentang masa depan mereka ketika dirinya tidak lagi ada. Perasaan tersebut menjadi inti emosional lagu “Anakku”.

“Lalu kutuliskan lagu ini untuk menemani kalian. Ini bukan lagu biasa. Ini adalah wasiatku padamu,” menjadi salah satu bagian lirik yang menegaskan pesan personal Pusakata kepada anak-anaknya.

Lahir dari Tantangan Vindes, Rampung pada 2026

Meski tercipta dalam waktu relatif singkat setelah tantangan di podcast Vindes, lagu “Anakku” membutuhkan perjalanan panjang hingga akhirnya rampung. Lagu ini direkam pertama kali di Rucs Studio, Makassar, pada 21 Oktober 2022.

Kesibukan Pusakata bersama Parade Hujan, termasuk proses penyelesaian album dan rangkaian tur, membuat penyelesaian lagu tersebut baru dapat dituntaskan pada 14 Agustus 2026 di Jakarta.

Dalam proses kreatifnya, Mohammad Istiqamah Djamad mengerjakan vokal, backing vokal, gitar elektrik dan akustik, piano, serta keys dan synth. Sementara itu, Ronald Fristianto mengisi drum dan Adhitya Pratama memainkan bass.

Proses rekaman berlangsung di sejumlah studio, yakni Rucs Studio Makassar, Blue Fire Pondanu Villa Bedugul Bali, Basecamp45 Studio, dan Bro’s Studio. Abd Chaliq Dp bertindak sebagai sound engineer, sedangkan Daniel Samarkand menangani mixing dan mastering di Soundbetter Studio.

Pusakata juga menyampaikan terima kasih kepada Vindes, khususnya Desta dan Vincent, yang menjadi bagian dari lahirnya lagu ini. Apresiasi turut diberikan kepada kelima anaknya, Jingga, Gaura, Pusakata, Bashera, dan Barda, yang menemani proses tumbuhnya ide musikal tersebut.

Dukungan Yamaha Musik Indonesia dan Yamaha Guitarid juga menjadi bagian dari perjalanan produksi lagu “Anakku”.

Melalui karya ini, Pusakata berharap “Anakku” dapat menjadi teman sekaligus sumber semangat bagi para orang tua yang sedang belajar dan berjuang demi anak-anaknya. Lebih dari sekadar lagu tentang perpisahan, “Anakku” mengingatkan bahwa waktu bersama keluarga adalah sesuatu yang berharga, sementara cinta dan pesan orang tua dapat terus hidup dalam perjalanan anak-anaknya. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_img

Must Read

Related Articles