Sabtu, Januari 31, 2026

Persekutuan 18 Gitaris dan 9 Penyanyi Peduli Sumatera

Begitulah adanya, memang berkumpullah 18 orang gitaris. Dan kemudian yang memperoleh dukungan pula dari 9 orang penyanyi. Dan sebut saja, semacam persekutuan kecil tersebut digagas dan dikoordinir untuk penyelenggaraan sebuah konser Amal.

Jadinya adalah sebuah Konser kolaborasi yang lumayan apik. Menyuguhkan macam-macam musik. Dan konser yang tergolong Istimewa tersebut digelar pada 26 Januari 2026, dari Studio I Stasiun Kompas-TV. Menampilkan pula karya lukis dari 15 pelukis.

Adalah Harian Umum Kompas bersama Kompas TV sebagai inisiator, dan konser ini diselenggarakan untuk mengumpulkan dana bagi menyokong pemulihan daerah terdampak bencana alam di Sumatera, yang terjadi pada akhir November 2025. Ada 3 daerah yang paling parah mengalami bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Daerah Istimewa Aceh.

Dan ini menjadi kerjasama kali kelima, antara para gitaris dan pihak Kompas. Kerjasama dalam hal kegiatan sosial tersebut, juga untuk pengumpulan dana bagi daerah-daerah korban bencana alam.

Yang perlu diketahui, sedikit me-remind. Konser amal para Gitaris, dengan tagline, Gitaris untuk Negeri, dimulai pada 2010. Waktu itu pengumpulan dana untuk Merapi dan Mentawai. Kemudian berlanjut pada 2014, di Bentara Budaya Jakarta juga, untuk korban erupsi Sinabung dan banjir. Lantas kumpul lagi di 2018, untuk korban gempa Palu.

Pada 2022, mereka kembali berkumpul, untuk pencarian dana mendukung pemulihan korban gempa di Cianjur dan sekitarnya, tetap di Bentara Budaya Jakarta. Dan untuk tahun ini, 2026, yang seharusnya diadakan di 2025.

Tapi dikarenakan menghadapi liburan akhir tahun. Maka merekapun bersepakat mengundurkan jadwal sekitar sebulan lamanya. Dan untuk persiapannya, mereka sempat latihan satu kali sebelum penyelenggaraan acara.

Sebagai “komandan lapangan” kali ini,  adalah Dewa Budjana, Endah Widiastuti dan Ridho Hafiedz. Mereka mengkoordinir para gitaris lain seperti Tohpati, Baim, Eross Candra, Ramadhista Akbar, Denny Chasmala, Jubing Krisntianto, Kongko “Cadillac”  Pambudi, Eddi Kemput, gitaris muda, Stanly Bactian.

Lalu jugaikut terlibat gitaris lain, Kin the Fly, Gugun Blues Shelter, Ezra Simanjuntak, Eet Syahrani. Serta living-legend gitaris, Ian Antono, yang dikenal sebagai gitaris kelompok rock legendaris, God Bless.

Bertindak  sebagai music-director kali ini adalah gitaris Andre Dinuth. Dimana Andre Dinuth mengajak serta drummer Yoiqball, Dio Siahaan (Keys) dan bassist, Samuel Song. Mereka menjadi home-band yang mengiringi penampilan seluruh gitaris dan penyanyi.

Untuk penyanyi ada pasangan Tantri Syalindri dan Arda Hatna. Selain itu penyanyi yang juga etnomusikolog, Nya’ Ina Raseuki atau Ubiet. Lalu Dira Sugandi, Ipang Lazuardi, Lea Simanjuntak, Sandy Canester, Uap Widya Ayu, dan Nadhif Basalamah.

Mereka membawakan antara lain lagu “Tinggal Ma Jo Ho Inang” (ditulis oleh Posther Sihotang)sebagai lagu pembuka. Disusul “Bendera” karya Eross Candra. Kemudian lagu lain ada, “Bungong Jeumpa”, “Kampuang Nan Jauh di Mato” (Oslan Husein). Disajikan pula lagu dari Sheila on 7, “Dan” (Eross Candra), selain lagu dari GIGI, “Damainya Cinta’ (Dewa Budjana, Armand Maulana, Thomas Ramdhan, Ronald Fristianto).

Ada lagu milik mendiang Glenn Fredly, “Karena Cinta”. Berikutnya, “Tentang Cinta, yang ditulis Ridho Hafiedz, Selain lagu berbahasa Aceh, “Tareek Pukat”. Dan ditutup dengan lagu “Laskar Pelangi” yang adalah karya dari Randy Danistha.

Sementara itu karya dari 15 pelukis, dipajang di lobby studio. Dan dilelang, beserta juga ada 4 gitar. Dimana 3 gitar di antaranya ditanda tangani oleh seluruh gitaris pengisi acara. Sebuah kolaborasi seni untuk kemanusiaan, yang membuktikan adanya kepedulian sosial yang inshaallah akan terus terjaga baik di antara para seniman. Semoga juga timbul kepedulian yang sama pada warga masyarakat banyak seterusnya.

Hasil donasi yang terkumpul setelah acara konser, yang juga ditayangkan secara live-streaming, sebesar 1.000.810.815 Rupiah. Akan ditambahkan dengan dana yang terkumpul sebelum ini lewat Dana Kemanusiaan Kompas yaitu sebesar 5.067.820.335 Rupiah, yang terkumpul via Dana Kemanusiaan Kompas periode 28 November 2025 – 21 Desember 2025.

Kabarnya pengumpulan dana akan terus dibuka, hingga tanggal 2 Februari nanti. Dan dikabarkan bahwa dana terkumpul akan difokuskan untuk pemulihan jangka menengah dan panjang. Terutama pada sektor Pendidikan dan Kesehatan.

Ilham Khoiri yang adalah General Manager of Bentara Budaya and Communication Management, Corpcom Kompas Gramedia menjelaskan “Dana Kemanusiaan Kompas akan menyalurkan bantuan itu untuk membantu pemulihan Sumatra, terutama pada aspek infrastruktur pendidikan, membangun sekolah mulai dari TK, SD, SMP sampai SMA, dan juga membantu fasilitas kesehatan yang dibutuhkan Masyarakat.”,

Sementara para musisi yang terlibat, mengatakan rasa syukurnya bisa terlibat dalam konser ini. Dimana mereka bisa ikut berperan dalam kegiatan sosial, yang diharapkan akan bermanafaat bagi warga masyarakat yang menjadi korban tersebut.

Harapan kami bersama  tentu, upaya kami ini akan berguna dalam membantu pemulihan daerah korban bencana. “Kemungkinan memang proses recovery berlangsung cukup panjang. Semoga masyarakat ikut tergerak untuk tetap terus menyumbang,”terang Dewa Budjana. XPOSEINDONESIA/dM

Must Read

Related Articles