Transformasi digital terus menjadi kunci daya saing berbagai sektor industri, termasuk fesyen dan tailoring yang selama ini identik dengan proses manual dan sentuhan tradisional. Menjawab tantangan tersebut, Wong Hang Bersaudara (WHB) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Aksadigitex untuk mempercepat digitalisasi operasional sekaligus meningkatkan efisiensi bisnis.
Kemitraan yang diluncurkan di Jakarta pada Kamis (12/2/2026) ini menjadi langkah penting bagi WHB, perusahaan tailoring legendaris berbasis di Pemalang, Jawa Tengah, dalam mengintegrasikan teknologi modern tanpa meninggalkan nilai heritage yang telah menjadi identitasnya selama bertahun-tahun. Kolaborasi ini mengusung konsep Where Legacy Meets Future Technology, yaitu menggabungkan kekuatan tradisi dengan inovasi digital guna menciptakan model bisnis yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Perwakilan Aksadigitex, Trianji Agus Dananto, menjelaskan bahwa digitalisasi kini tidak lagi menjadi domain perusahaan besar semata. Menurutnya, pelaku UMKM hingga industri skala menengah memiliki peluang besar untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui pemanfaatan teknologi.
“ Saat ini teknologi digital tidak hanya merambah perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga sudah merambah lingkup UMKM. Ini peluang bisnis yang sangat baik pada bidang teknologi digital,” ujarnya.
Sebagai perusahaan teknologi yang berfokus pada solusi digital industri, Aksadigitex akan berperan sebagai penyedia dukungan teknis dan infrastruktur untuk berbagai proyek inovasi yang dijalankan WHB. Model kerja sama ini bersifat dinamis, di mana Aksadigitex bertindak sebagai mitra pelaksana teknologi pada proyek-proyek spesifik yang membutuhkan integrasi sistem digital, mulai dari proses produksi, manajemen operasional, hingga pengelolaan sumber daya manusia.
Pendekatan tersebut memungkinkan WHB tetap fokus pada kompetensi utamanya di bidang tailoring dan garmen, sementara aspek digital ditangani oleh tenaga ahli. Melalui skema ini, WHB diharapkan dapat menjadi salah satu pionir transformasi digital di industri fesyen berbasis craft dan kustom.
Direktur Utama WHB, Stephen Wongso, menyambut positif kolaborasi ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi dan perilaku pasar. Ia menegaskan bahwa kebutuhan akan sistem kerja yang lebih efisien dan terintegrasi menjadi semakin penting di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.
“Kami memiliki banyak rencana membawa WHB beradaptasi dengan future technology. Kehadiran Aksadigitex sangat membantu kami untuk membawa industri tailor, garmen, dan fesyen beradaptasi pada perkembangan yang sangat pesat,” ujarnya.
Stephen juga optimistis kerja sama ini mampu meningkatkan efisiensi perusahaan hingga sekitar 40 persen, baik dari sisi produksi, manajemen, maupun pengelolaan SDM. Dengan sistem yang lebih terstruktur dan berbasis teknologi, proses kerja diharapkan menjadi lebih cepat, akurat, serta mampu mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih agresif.
Lebih jauh, kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja internal perusahaan, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap penguatan ekosistem industri fesyen nasional. Digitalisasi dinilai dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, kualitas layanan, serta memperluas akses pasar, yang pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Bagi WHB, transformasi digital bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi bagian dari upaya menjaga relevansi bisnis di tengah perubahan industri, sekaligus memastikan nilai craftsmanship dan kualitas yang menjadi kekuatan utama tetap terjaga. Dengan menggabungkan warisan tradisi dan teknologi masa depan, perusahaan berharap dapat mempercepat pertumbuhan sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain penting di industri tailoring dan fesyen Indonesia. XPOSEINDONESIA/IHSAN


