Geely Auto Indonesia resmi mengumumkan harga mobil listrik terbarunya, Geely EX2, yang siap meramaikan pasar kendaraan listrik Tanah Air. City car listrik ini ditawarkan dengan harga mulai Rp229 juta on the road (OTR) Jakarta, khusus bagi 2.000 konsumen pertama hingga 15 Februari 2026.
Pengumuman harga dilakukan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, Selasa (20/1/2026) malam. Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, menjelaskan bahwa banderol tersebut merupakan strategi penetrasi awal untuk memperluas adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
“Ini merupakan harga spesial untuk 2.000 orang pertama hingga 15 Februari mendatang,” ujar Constantinus di sela peluncuran.
Geely EX2 hadir dalam dua varian, yakni Pro dan Max. Varian Pro dipasarkan seharga Rp229,9 juta, sementara varian Max dibanderol Rp259,9 juta. Adapun harga normal yang akan berlaku setelah periode promosi masing-masing mencapai Rp255 juta dan Rp285 juta.
Respons pasar terhadap Geely EX2 terbilang positif sejak diperkenalkan. Constantinus mengungkapkan bahwa hingga saat ini Geely telah mengantongi sekitar 1.500 surat pemesanan kendaraan (SPK), bahkan sejak program pre-booking dibuka pada November 2025 jumlah pemesanan telah melampaui 1.000 unit.
Vice President Geely Automobile International Corporation, Evin Ye, menegaskan bahwa kehadiran Geely EX2 menjadi bagian dari strategi global Geely untuk mendorong transisi menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya di pasar berkembang seperti Indonesia.
“Kami ingin semakin banyak orang mencoba produk kami, terutama EX2, untuk benar-benar merasakan pengalaman berkendara dan kualitas yang kami tawarkan,” kata Evin Ye.
Untuk pasar Indonesia, Geely EX2 dirakit secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM). Langkah ini menegaskan komitmen jangka panjang Geely terhadap penguatan industri otomotif nasional. Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) Geely EX2 diklaim telah mencapai 46,5 persen.
CEO Geely Auto Indonesia, Wu Chuxing, menilai perakitan lokal ini sebagai fondasi penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan di Indonesia.
“Melalui strategi lokalisasi dengan TKDN 46,5 persen, kami siap menjawab permintaan konsumen dengan menghadirkan produk berkualitas global yang dirakit secara lokal,” ujarnya.
Secara dimensi, Geely EX2 memiliki panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, tinggi 1.580 mm, dan jarak sumbu roda 2.650 mm, menjadikannya city car listrik dengan kabin yang relatif lega di kelasnya. Dari sisi performa, mobil ini dibekali baterai berkapasitas 40,8 kWh, motor listrik bertenaga 113,9 hp dengan torsi maksimum 150 Nm.
Dari segi desain dan fitur, Geely EX2 mengusung Smiling Front Grille yang menjadi identitas visual, dipadukan dengan lampu LED Feather-Flow. Untuk keselamatan dan kenyamanan, mobil ini dilengkapi Geely Battery Safety System, kamera panoramik 540 derajat, serta Advanced Driver Assistance System (ADAS).
Baterai Geely EX2 menggunakan teknologi Cell-to-Pack (CTP) dengan sistem pendingin berbasis cairan, yang diklaim memenuhi standar keselamatan global Geely. Dalam pengembangannya, Geely juga menggandeng manufaktur lokal Gotion untuk pemasokan battery cell, sebagai upaya membangun rantai pasok industri baterai dalam negeri.
Di lini produksi, Geely menerapkan Geely Manufacturing Enterprise System (GMES) untuk menjaga konsistensi kualitas, didukung pelatihan teknis dan transfer pengetahuan dari tim global kepada tenaga kerja lokal. Setiap unit Geely EX2 juga melalui pengujian ketat, khususnya untuk validasi sistem ADAS dalam berbagai kondisi berkendara.
Dengan harga kompetitif, perakitan lokal, serta fitur keselamatan dan teknologi yang lengkap, Geely EX2 diharapkan mampu memperkuat persaingan di segmen mobil listrik Indonesia sekaligus menarik konsumen baru menuju kendaraan ramah lingkungan. XPOSEINDONESIA/IHSAN




