- Advertisement -

Penjualan Kulit Ketupat di Pasar Palmerah Meningkat Jelang Idul Fitri 2026

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, aktivitas ekonomi musiman mulai terlihat di sejumlah pasar tradisional di Jakarta. Salah satunya terjadi di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, di mana penjualan kulit ketupat mengalami peningkatan signifikan sejak pertengahan Maret 2026.

Deretan anyaman daun kelapa muda yang dikenal sebagai kulit ketupat tampak memenuhi lapak para pedagang, menjadi salah satu komoditas yang paling diburu masyarakat. Tradisi membuat ketupat sebagai hidangan khas Lebaran mendorong permintaan bahan baku ini meningkat setiap tahunnya, terutama menjelang hari raya.

Salah satu pedagang, Junaedi (38), mengungkapkan bahwa lonjakan pembeli mulai terasa sejak 16 Maret 2026. Dalam satu hari, bahkan setengah dari stok dagangannya mampu terjual habis. Kondisi ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan Lebaran, khususnya makanan tradisional yang sarat makna budaya.

Kulit ketupat dijual dengan harga Rp10 ribu per 10 ikat, tergolong stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, peningkatan volume penjualan memberikan dampak positif bagi pedagang musiman yang mengandalkan momen Lebaran sebagai periode puncak pendapatan.

Ketupat sendiri bukan sekadar makanan pelengkap, melainkan simbol kebersamaan dan tradisi yang telah mengakar kuat di masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, permintaan kulit ketupat diperkirakan akan terus meningkat hingga mendekati hari H Idul Fitri.

Fenomena ini juga mencerminkan perputaran ekonomi rakyat yang mulai bergerak seiring meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadan. Para pedagang berharap tren positif ini terus berlanjut hingga Lebaran, sehingga mampu memberikan tambahan pemasukan yang signifikan di tengah kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Xposeindonesia/Dudut Suhendra Putra

- Advertisement -
- Advertisement -

Related news

- Advertisement -