Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, resmi meluncurkan Creative by Indonesia dalam puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) 2026 di Main Atrium Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Sabtu (24/10). Inisiatif ini menjadi langkah untuk menyatukan identitas karya kreatif Indonesia sekaligus memperkuat daya saing jenama lokal di pasar nasional dan global.
Creative by Indonesia dirancang sebagai strategi nation branding yang dapat digunakan oleh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, asosiasi, komunitas, hingga pelaku industri. Identitas bersama ini mencakup produk dari 21 subsektor ekonomi kreatif dengan pendekatan kurasi produk unggulan, penguatan identitas merek, serta promosi lintas subsektor.
Melalui semangat Local Heroes Go National, National Champions Go Global, Kementerian Ekonomi Kreatif ingin mendorong produk lokal berkembang di pasar dalam negeri sebelum memperluas jangkauannya ke pasar internasional. Strategi ini juga diharapkan membuat karya kreatif daerah semakin dikenal tanpa kehilangan karakter dan kekhasan budayanya.
“Creative by Indonesia bukan hanya program kementerian, tetapi gerakan yang bisa digunakan seluruh pihak. Kita ingin bersama-sama mencari dan mengkurasi jenama lokal dari 21 subsektor ekonomi kreatif untuk didorong naik kelas. Jenama lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus memiliki kesempatan untuk masuk ke pasar global,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Dalam sambutannya, Teuku Riefky menegaskan bahwa kekayaan budaya dan keragaman talenta Indonesia perlu diterjemahkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Penguatan identitas merek juga perlu berjalan beriringan dengan perlindungan kekayaan intelektual (KI), sehingga kreator Indonesia memiliki posisi yang lebih kuat dalam persaingan industri global.
“Kita tidak ingin hanya dikenal karena kekayaan budaya dan besarnya potensi kreatif. Indonesia harus mampu menciptakan tren, membangun merek, serta mengembangkan kekayaan intelektual sendiri. Setiap karya perlu mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas sehingga kreativitas bangsa benar-benar menghasilkan nilai ekonomi,” kata Teuku Riefky.
Menteri Ekraf menjelaskan bahwa Creative by Indonesia terbuka untuk dimanfaatkan berbagai pihak, bukan hanya sebagai identitas kementerian. Ia mencontohkan Wonderful Indonesia sebagai identitas promosi pariwisata yang dapat digunakan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkenalkan Indonesia. Pendekatan serupa diharapkan memperkuat pengenalan karya kreatif nasional melalui identitas yang konsisten.
Creative by Indonesia Satukan Identitas Karya Kreatif Nasional
Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi, menyebut Creative by Indonesia sebagai langkah penting untuk memperkenalkan identitas kreatif Indonesia kepada dunia. Identitas bersama ini diharapkan dapat menyatukan beragam karya dari subsektor fesyen, kuliner, musik, film, desain, hingga teknologi dalam satu semangat kebanggaan nasional.
Menurut Mohammed Ali Berawi, Creative by Indonesia merupakan strategi transformasional untuk mendorong karya lokal menembus pasar nasional hingga global. Identitas kolektif berbasis kekayaan intelektual ini juga diharapkan menjadi bagian dari nation branding Indonesia, sehingga karya kreatif tidak hanya membawa nilai ekonomi, tetapi juga cerita, karakter, dan identitas bangsa.
Melalui semangat “Sharing the World with Indonesian Creativity, Local Identity, Global Impact”, kreativitas Indonesia diharapkan semakin berperan dalam membentuk tren dan masa depan industri kreatif dunia.
Peluncuran ini juga menjadi tindak lanjut dari penyelenggaraan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 pada 21–23 Oktober. Forum internasional tersebut diikuti perwakilan lebih dari 82 negara dan tujuh organisasi internasional, serta menghasilkan Jakarta Vision on Creative Economy.
Ketua Panitia HEKRAFNAS 2026 sekaligus Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para pelaku kreatif di seluruh Indonesia. Rangkaian kegiatan HEKRAFNAS sepanjang Oktober mencakup 169 aktivasi di berbagai wilayah, hasil kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif, ICCN, Gekrafs, industri, dan komunitas kreatif.
“HEKRAFNAS bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momentum untuk memberikan penghormatan kepada jutaan insan kreatif Indonesia. Tahun ini kami menghadirkan karya dari berbagai daerah, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, sekaligus membuka ruang kolaborasi serta peluang pasar bagi para pelaku kreatif,” ujar Cecep.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan HEKRAFNAS 2026 mengusung tiga semangat utama, yakni merayakan keberagaman kreativitas Nusantara, membuka kolaborasi dan peluang pasar, serta memperkenalkan Creative by Indonesia sebagai identitas bersama karya kreatif nasional.
Rangkaian kegiatan turut melibatkan pertunjukan musik, pemutaran film, aktivasi televisi dan radio, festival, lokakarya, serta pameran karya kreatif daerah. Kegiatan tersebut berlangsung sejak 21 Oktober hingga 25 Oktober 2026 di berbagai lokasi.
HEKRAFNAS 2026 Hadirkan Karya Inklusif dan Kreativitas Daerah
Puncak HEKRAFNAS 2026 dimeriahkan peragaan busana Dama Kara yang melibatkan 10 model penyandang disabilitas. Acara juga menghadirkan pertunjukan musik dari Fahmil Arabi, Sheera The Icon, dan Reza Artamevia, serta diskusi mengenai penguatan jenama kreatif nasional.
Salah satu program yang menarik perhatian adalah Showcase Rehab Rekon Sumatera, yang menampilkan enam stan karya kreatif. Pameran ini turut menghadirkan lukisan anak-anak yang dibuat melalui program pemulihan trauma pascabencana. Kehadiran karya tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang bagi kreativitas masyarakat terdampak bencana.
Selain itu, ASIKFEST 2026 yang berlangsung pada 20–25 Oktober menghadirkan 12 tenant terkurasi dari subsektor fesyen, kuliner, musik, dan seni digital interaktif. Berbagai kegiatan tersebut mempertemukan pelaku kreatif dengan masyarakat sekaligus membuka kesempatan untuk memperluas jejaring dan akses pasar.
Dalam sambutannya, Cecep menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan potensi ekonomi kreatif dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi nasional. Menurutnya, masa depan sektor ini tidak hanya bergantung pada besarnya kekayaan budaya dan talenta Indonesia, tetapi juga pada kemampuan berbagai pihak untuk bekerja bersama.
Peluncuran Creative by Indonesia menjadi penanda upaya memperkuat identitas karya kreatif nasional melalui kolaborasi dan kurasi. Dengan dukungan pemerintah, asosiasi, komunitas, serta industri, jenama lokal diharapkan semakin mampu berkembang di dalam negeri dan membangun daya saing di pasar global. XPOSEINDONESIA/IHSAN





