He’s trully Rock n Roll on stage! Dan kalem, penuh senyum. Malah begitu ramah, bila tidak di stage. Begitulah seorang musisi besar yang rendah hati, Gideon Onda Patta Gagola, itu nama lengkapnya. Ia lebih dikenal dengan nama Donny Fattah. Sebelumnya, ia sempat memakai nama, atau ditulis namanya sebagai, Donny Gideon lantas berganti ke Donny Gagola.
Seorang bassis elegan dan memang terlihat stylish, enerjik. Gayanya enak dilihat, juga dengan kelihaiannya dalam pilihan kostum panggungnya. Terutama saat dulu God Bless, band yang ikut dibentuknya, memang tampil seperti glam-rock band. Rock band yang all members-nya dandan, kerenlah.
Donny Fattah, telah bermain dengan Achmad Albar sejak Crazy Wheels, yang lantas berganti nama menjadi God Bless. Ia memang menjadi salah satu foundernya, berdua bersama Achmad Albar. Saat itu, dari sebelum tahun 1973, mereka bermain bersama alm. Fuad Hasan (drums), Yockie Suryoprayogo (keyboard) dan Ludwig Lemans (gitar).
Itulah formasi perdana, atau bisalah disebut “Mark-1” dari supergroup kebanggaan bangsa, God Bless. FYI, God Bless memang memproklamirkan saat kelahiran mereka pada 5 Mei 1973. Baru kemudian di waktu berikutnya, Ludwig Lemans kembali ke Belanda, dimana mengundang masuk gitaris yang datang dari kota Malang, Ian Antono.
Sebelum Ian Antono masuk, paska Fuad Hasan dan Soman Lubis (keyboardist yang sempat masuk GB, menggantikan Yockie) meninggal dunia karena kecelakaan tragis. GB sebenarnya sempat dimasuki “Nasution Bersaudara”, Keenan (drums), Oding (gitar) dan Debby (keyboardist). Bersama Donny Fattah dan Achmad Albar, tentu.
Donny Fattah lahir di Makasar, pada 24 September 1949. Menurut catatan perjalanan musiknya, Donny muda ikut membentuk grup band, Harbour Beat. Bersama dua musisi lain, Baartje Van Houten dan Minggoes Tahitu, di tahun 1965. Pada 1968 ia bergabung dalam Fancy Junior. Dari situlah kemudian ia bertemu Achmad Albar, rocker muda berambut kribo yang baru kembali dari Belanda.
Maka mulai saat itu, merekapun terus berjalan bareng. Donny terus menjadi bassis God Bless, seperti juga Achmad Albar terus menjadi vokalisnya. Dan Ian Antono, menjadi gitaris, sejak masuk di tahun 1975. Sementara kibordis berganti-ganti dari Yockie Suryoprayogo ke Abadi Soesman lalu ke Yockie lagi, satu ketika pernah juga masuk Dodo Zakaria, selain Iwang Noorsaid. Dan balik lagi ke Abadi Soesman.
Untuk drummer juga bergantian dari Teddy Sujaya ke Inang Noorsaid. Lalu sempat pula Yaya Moektio. Dan drummer kini adalah personal termuda, Fajar Satritama. Sementara bassis saat ini, Arya Setiadi. Dimana Arya sekian waktu sempat menjadi additional bassist, pengganti Donny Fattah selama Donny sakit. Arya tampil dengan God Bless sejak mereka tampil di Java Jazz Festival tahun 2012.
Donny adalah bassis, sekaligus juga penulis lagu dan ikut menjadi backing vocal bersama Ian Antono. Petikan bassnya, yang sering dikombinasikan dengan cabikan, bergaya funky thumb, membuat music pada lagu-lagu God Bless lebih tebal dan tegas. Permainan bass Donny lantas menjadi salah satu inspirasi utama bagi para pemain bass Indonesia.
Donny pernah mengembara beberapa tahun ke Amerika Serikat, dimana ia belajar mengenai bisnis musik. Saat ia berada di USA, sempat Achmad Albar, Ian Antono tampil dalam sebuah jam-session band dengan bassis, Rudy Gagola, yang adalah adik kandung Donny.
Band session itu didukung kibordis oleh Dodo Zakaria dan drummernya adalah Jelly Tobing. Grup session ini tampil pada konser All Indonesian Jazz & Rock Stars di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Mereka bersepanggung dengan “lawan”nya dari Jazz, yang terdiri dari Christ Kayhatu, Yance Manusama, Djoko WH, Jopie Item, Karim Suweileh, dr. Iwang Gumiwang.
Perlu diketahui, Donny di tahun 1976 sempat merilis album kelompok D & R. Singkatan dari Donny & Rudy Gagola. Mereka didukung antara lain oleh Yockie Suryoprayogo dan Keenan Nasution. Keenan menjadi drummer dan juga vokalis. Album yang diedarkan Pramaqua itu dirilis 1976 berjudul, Bawaku Serta.
Salah satu hits mereka adalah, “Cindy”. Selain “Mimpi dan “Datanglah Trang”. Dalam album ini Achmad Albar juga mendukung sebagai vokalis, selain ada nama Djatu Parmawati dan Ida Noor. Perjalanan grup kakak-beradik ini, berlanjut ke album kedua dirilis 1978, Episode, dan diedarkan oleh Jackson Records.
Selain God Bless, Donny Fattah juga ikut memperkuat kelompok Kantata Takwa, yang berlanjut dengan Kantata Samsara. Dimana kelompok itu didirikan oleh Setiawan Djodi bersama WS. Rendra, Iwan Fals, Sawung Jabo, Inisisri, Naniel Yakin dan Yockie Suryoprayogo.
Donny kemudian juga diajak untuk mendukung kelompok Gong 2000, bersama Achmad Albar dan Ian Antono. Dimana drummernya adalah Yaya Moektio dan kibordis, Harry Anggoman. Supergroup rock yang berdiri di 1991 ini awalnya didukung Yuke Sumeru sebagai bassisnya.
Gong 2000 merilis 3 album rekaman yaitu Bara Timur (dirilis tahun 1991), disusul, Laskar (1993) dan Prahara (1996). Dengan 2 live album, Gong Live in Jakarta (1992) dan berikutnya sebuah album bertajuk 1 Jam Bersama Gong 2000, dijual dalam versi VCD.



Selain itu, ia juga mendukung rekaman dari beberapa penyanyi. Antara lain ada Ikang Fawzy dan Nicky Astria.
Donny Fattah paska menjalani operasi jantung bypass-nya, bisa dibilang sangat mengurangi penampilannya bersama God Bless. Menurut Achmad Albar dan Ian Antono, Donny tetap bersemangat untuk tampil selalu, namun memang terhambat masalah kesehatannya.
Donny didiagnose menderita sarcopenia, pelemahan massa otot yang sangat progresif. Juga komplikasi penyumbatan vaskuler dan autoimun. Ia pernah menjalani operasi bypass untuk jantungnya.
Penampilannya bersama God Bless pada beberapa tahun terakhir memang hanya mengisi secara terbatas. Ia hanya tampil untuk 2 atau 3 sampai 4 lagu saja. Lagu-lagu lainnya, bassnya diisi oleh Arya Setiadi.
Dunia musik Indonesia kehilangan seorang bassis, yang permainan bassnya memang memperkaya musik keseluruhan dari grup bandnya. Dan Indonesia kehilangan lagi bassis rock terdepannya. Donny Fattah menyusul Raidy Noor, bassis yang terakhir bermain dengan Cockpit dan grupnya, Raidy Noor Experience. Raidy wafat di kediamannya di Bintato, pada 15 Oktober 2025 di Jakarta.
Kedua bassis tersebut, masing-masing memiliki ciri khas bermain bassnya yang berbeda dan sama-sama unik. Dan keduanya sekian lamanya menjadi “mata pelajaran wajib” bagi para pemain bass terutama rock. Dan persamaannya, mereka berdua juga penulis lagu dan aranjer. */dM


