Putaran 4 Kejurnas Sprint Rally 2026 menjadi balapan penuh drama bagi SIMPATI Women Rally Team (SWRT). Tiga pereli SWRT menghadapi hasil berbeda di lintasan gravel Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah, 26–27 September 2026.
Diva Zahra harus kehilangan momentum setelah mengalami sejumlah masalah teknis, termasuk pecah ban. Sementara Larasati mampu bangkit dari kendala saat latihan dan mengamankan podium ketiga kelas wanita. Adapun Patricia Revalina harus mengakhiri perjuangannya lebih cepat setelah mobil yang dikendarainya menghantam batu hingga menyebabkan ban sebelah kiri rusak.
Lintasan KITB dengan karakter gravel yang berdebu, berbatu dan bumpy menjadi tantangan tersendiri bagi para pereli. Founder sekaligus mentor SWRT, Rifat Sungkar, menyebut perjalanan timnya pada putaran keempat berlangsung seperti roller coaster.
Diva Zahra yang menjadi salah satu andalan SWRT sebenarnya mengawali lomba dengan catatan menjanjikan. Namun, masalah yang muncul pada SS berikutnya membuat pereli muda tersebut kehilangan momentum untuk bersaing di posisi depan.
“Ini benar-benar seperti roller coaster. Diva start dengan bagus, tetapi setelah itu masalah datang satu per satu, termasuk pecah ban. Di rally, ketika sudah kehilangan momentum karena masalah seperti ini, untuk mengejar kembali memang tidak mudah,” kata Rifat.
Hasil berbeda diraih Larasati. Setelah sempat menghadapi kendala pada sesi latihan, Laras mampu menunjukkan performa yang lebih solid ketika lomba dimulai.
Catatan waktunya yang konsisten mengantarkan Larasati meraih podium ketiga di kelas wanita. Menurut Rifat, hasil tersebut menunjukkan mental dan perkembangan positif dari pereli SWRT tersebut.
“Laras menunjukkan mental yang bagus. Setelah mengalami kendala saat latihan, dia bisa bangkit dan justru tampil konsisten saat lomba. Podium ini menunjukkan progres yang positif,” ujar Rifat.
Sementara itu, Patricia Revalina juga memperlihatkan perkembangan performa selama balapan. Ia mampu tampil baik pada SS awal sebelum insiden terjadi ketika mobilnya menerjang batu dan mengalami kerusakan pada ban sebelah kiri.
“Patricia progresnya luar biasa. Nyetirnya bagus, mobilnya sehat, sayang kurang beruntung. Mobil menerjang batu dan membuat kehilangan ban sebelah kiri. Dari sisi driving, saya melihat perkembangan yang sangat positif,” kata Rifat.
Meski ketiga pereli SWRT mendapatkan hasil berbeda, Rifat melihat persaingan di kelas wanita pada Kejurnas Sprint Rally 2026 semakin ketat. Menurutnya, peluang juara masih terbuka sehingga setiap putaran dan SS menjadi penting bagi para peserta.
“Kompetisinya sekarang bagus sekali. Di kelas wanita, siapa saja masih punya peluang menjadi juara. Jadi setiap putaran dan setiap SS akan sangat menentukan,” tutur Rifat.
Putaran 4 di KITB menjadi salah satu tantangan berat bagi SWRT sepanjang musim ini. Karakter lintasan gravel yang cepat, berdebu dan berbatu membuat para pereli harus menjaga konsentrasi sekaligus mempertahankan performa mobil sepanjang perlombaan.
Di tengah persaingan tersebut, Rifat juga menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel melalui brand SIMPATI yang memberikan dukungan kepada SIMPATI Women Rally Team sepanjang kiprahnya di Kejurnas Sprint Rally 2026.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Telkomsel yang hadir melalui brand SIMPATI, atas dukungannya terhadap tim ini. Tanpa dukungan tersebut, tim khusus perempuan ini tidak bisa berada di posisi seperti saat ini,” papar Rifat. XPOSEINDONESIA/IHSAN



