Mitsubishi Fuso Hadir di SIAL 2026, Andalkan Canter untuk Distribusi Cold Chain

Mitsubishi Fuso memperkenalkan solusi kendaraan niaga untuk mendukung kebutuhan distribusi produk makanan dan minuman dalam ajang Food Transport & Logistics Expo 2026 yang berlangsung bersamaan dengan SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, 4–6 November 2026.

Dalam pameran tersebut, Mitsubishi Fuso menampilkan satu unit Canter FE71L milik PT Trimitra Trans Persada (B-LOG) yang menggunakan karoseri refrigerated box. Kendaraan ini ditujukan untuk mendukung distribusi produk pangan yang membutuhkan pengaturan suhu selama perjalanan.

Selain kendaraan, Mitsubishi Fuso juga memperkenalkan Runner Telematics Cold Chain Package. Sistem pemantauan digital ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mengawasi kondisi muatan, termasuk temperatur ruang pendingin dan aktivitas buka-tutup pintu kargo.

Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), mengatakan ketepatan temperatur dan waktu pengiriman menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas produk pangan hingga tiba di tujuan.

“Bagi industri pangan, ketepatan temperatur dan waktu pengiriman adalah penentu kualitas produk hingga sampai tujuan. Melalui integrasi unit yang andal seperti Canter FE 71L, sistem digital Runner Telematics, dan kesiapan layanan purnajual, kami hadir memberikan kepastian operasional yang lebih efisien dan terkontrol bagi para pengusaha cold chain,” ujar Aji.

Canter FE71L memiliki konfigurasi empat roda dan sasis lebih panjang untuk mendukung kebutuhan kapasitas angkut. Karakteristik tersebut memungkinkan kendaraan digunakan untuk distribusi perkotaan, termasuk pengiriman produk makanan dan minuman yang memerlukan penanganan suhu khusus.

Dalam sesi wawancara, Aji menjelaskan bahwa kendaraan dengan dimensi dan panjang sasis yang sesuai dapat memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam mengatur ruang muat. Salah satu kebutuhan industri pangan adalah pemisahan kompartemen untuk produk frozen dan chilled yang memiliki kebutuhan temperatur berbeda.

Menurut Aji, kendaraan yang terlalu pendek akan menyulitkan pembagian ruang menjadi dua kompartemen. Sebaliknya, kendaraan yang terlalu besar belum tentu mudah menjangkau seluruh titik distribusi, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jabodetabek.

Pembagian ruang tersebut penting bagi perusahaan yang mendistribusikan berbagai jenis bahan pangan, mulai dari daging, ikan, dan ayam hingga sayuran serta buah-buahan. Setiap produk membutuhkan pengaturan suhu yang berbeda agar kualitasnya tetap terjaga selama perjalanan.

Dari sisi teknologi, Runner Telematics Cold Chain Package dilengkapi dua sensor tambahan, yakni sensor temperatur dan sensor pintu. Sensor temperatur memantau kondisi suhu di dalam ruang pendingin secara real-time dan memberikan peringatan otomatis ketika temperatur berada di luar batas yang ditentukan.

Sementara itu, sensor pintu mencatat frekuensi serta durasi buka-tutup pintu kargo. Informasi tersebut dapat membantu perusahaan mengawasi aktivitas distribusi dan mengurangi risiko perubahan temperatur selama proses pengiriman.

Kebutuhan pemantauan suhu juga menjadi perhatian perusahaan logistik seperti Perum BULOG. Gery Rivesky Purba, Assistant Manager Business Development Perum BULOG, menjelaskan bahwa kendaraan pengangkut produk cold chain harus mampu menjaga kestabilan temperatur sejak barang dimuat hingga tiba di lokasi tujuan.

Menurut Gery, pemantauan dilakukan menggunakan GPS, sensor, sistem telematika, serta perangkat temperature logger. Melalui perangkat tersebut, perusahaan dapat mengetahui perubahan suhu produk sepanjang perjalanan, termasuk ketika kendaraan meninggalkan pabrik, central kitchen, atau gudang hingga sampai ke titik distribusi.

Ia menilai kestabilan suhu menjadi hal krusial karena perubahan temperatur yang terlalu tinggi atau tidak terkendali dapat memengaruhi kualitas produk. Risiko yang harus diantisipasi antara lain pertumbuhan bakteri hingga kerusakan bahan pangan.

Dalam operasionalnya, BULOG menggunakan beberapa pilihan kendaraan Mitsubishi Fuso untuk kebutuhan distribusi berpendingin, antara lain tipe 7.1, 7.3, 7.4, dan 7.4 Long. Kendaraan dengan konfigurasi empat roda lebih banyak digunakan untuk distribusi dalam kota, sedangkan tipe 7.4 Long dengan konfigurasi enam roda dimanfaatkan untuk kebutuhan pengiriman antarkota, termasuk ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain kualitas kendaraan dan teknologi pemantauan, kesiapan layanan purnajual juga menjadi pertimbangan penting. Aji menyebut Mitsubishi Fuso menyediakan dukungan melalui jaringan diler, bengkel 24 jam di sejumlah lokasi strategis, Mobile Workshop Service (MWS), serta ketersediaan suku cadang.

Dalam materi pameran, Mitsubishi Fuso juga menyoroti layanan Zero Down Time untuk membantu menjaga kendaraan tetap beroperasi. Konsumen dapat memantau riwayat perawatan melalui aplikasi MyFuso.

KTB turut mengembangkan layanan one-stop service bagi pemilik kendaraan berpendingin. Melalui fasilitas ini, konsumen dapat melakukan pemeriksaan kendaraan sekaligus unit pendingin dalam satu lokasi bengkel. Menurut Aji, program percontohan layanan tersebut telah berjalan di sejumlah diler wilayah Jabodetabek.

Gery menambahkan bahwa kebutuhan kendaraan untuk distribusi pangan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas angkut, tetapi juga harus memperhatikan bobot karoseri, perangkat pendingin, dan muatan. Seluruh perhitungan tersebut perlu disesuaikan dengan kemampuan kendaraan serta ketentuan mengenai Over Dimension Over Loading (ODOL).

Di sisi lain, KTB juga melihat perkembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari masa depan transportasi komersial. Aji menyebut Mitsubishi Fuso telah memulai penjualan truk listrik sejak 2024. Namun, penerapannya masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain jarak tempuh, ketersediaan fasilitas pengisian daya, waktu pengisian baterai, dan biaya investasi.

Gery mengatakan BULOG telah melakukan kajian serta uji coba kendaraan listrik, termasuk dengan Mitsubishi Fuso. Namun, pola operasional logistik yang berlangsung hingga 24 jam dan kebutuhan armada dalam jumlah besar membuat kesiapan infrastruktur pengisian daya menjadi pertimbangan utama.

Dengan berbagai solusi kendaraan, sistem pemantauan digital, dan dukungan purnajual, kehadiran Mitsubishi Fuso di Food Transport & Logistics Expo 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kebutuhan transportasi yang semakin penting bagi industri pangan. Integrasi kendaraan dan teknologi pemantauan diharapkan dapat membantu pelaku usaha menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi. XPOSEINDONESIA/Muhamad Ihsan

spot_img

Must Read

Related Articles