Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Gim menggelar Workshop dan Playtesting Prototype Board Game di Tempat Kumpul Kreatif Jakarta Utara (TKK Jakut), Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Koja ini menjadi bagian dari aktivasi Creative Hub sekaligus upaya mengembangkan prototipe permainan papan hasil program Gimersia Creator Camp 2025 agar semakin siap diperkenalkan ke pasar.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini mempertemukan kreator board game, peserta, dan pemangku kepentingan industri kreatif. Rangkaian acara meliputi pengenalan board game, sesi bermain permainan papan populer, hingga pengujian prototipe karya peserta Creator Camp 2025.
Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif, Luat S.P. Sihombing, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkenalkan board game kepada masyarakat yang lebih luas dan memberikan kesempatan kepada kreator untuk menguji hasil karya mereka secara langsung.
Melalui sesi playtesting, para kreator diharapkan memperoleh masukan dari pemain mengenai mekanisme permainan, pengalaman bermain, serta aspek lain yang masih perlu disempurnakan. Masukan tersebut menjadi bekal untuk mengembangkan prototipe sebelum melangkah ke tahap berikutnya, termasuk persiapan menuju Creator Camp Advance Tahun Anggaran 2026.
Playtesting Jadi Tahap Penting Menuju Produk Siap Pasar
Ketua Umum Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI), Mahawira Singh Dillon, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses pengembangan board game tidak berhenti pada penciptaan ide, tetapi membutuhkan pengujian berulang agar permainan dapat dinikmati oleh target penggunanya.
Menurut Mahawira, kreator perlu memahami karakteristik pemain, mempelajari berbagai jenis permainan, serta berani melakukan perubahan terhadap prototipe berdasarkan masukan yang diterima. Proses tersebut dapat membuat sebuah permainan mengalami beberapa kali revisi sebelum menemukan bentuk yang sesuai.
Gimersia Creator Camp 2025 sendiri merupakan program pencarian talenta dan lokakarya desain gim papan tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif bersama APIBGI. Program ini menjadi salah satu upaya menjaring dan mengembangkan talenta baru di industri board game Indonesia.
Dalam pemaparannya, Mahawira menyampaikan bahwa program tersebut menarik sekitar 800 pendaftar pada tahap awal. Sebanyak 330 peserta mengikuti pelatihan intensif, dengan sekitar 120 karya permainan yang masuk dan kurang lebih 55 di antaranya dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Pada kegiatan di TKK Jakarta Utara, peserta berkesempatan memainkan board game populer sebelum mencoba prototipe karya kreator Creator Camp 2025. Beberapa prototipe yang tercantum dalam daftar permainan kegiatan ini antara lain Century Royale: Fracta Mundorum karya Brandon dari Century Royale, Pecinan 1740 karya Shanty Rahayu dari Ideagilak, Lunga Majalan karya Stanislaus Gary Hantono dari Studio GH, serta Manci-Pancing karya Denriansyah Sani Rangkuti dari Nastarixa.
Pengujian tersebut diharapkan membantu kreator melihat bagaimana permainan mereka dipahami dan dimainkan oleh orang lain. Dari proses ini, mereka dapat mengidentifikasi bagian yang sudah berjalan baik maupun aspek yang masih membutuhkan penyempurnaan.


Creative Hub Buka Ruang Kolaborasi Industri Gim Papan
Selain berfokus pada pengembangan produk, kegiatan ini menjadi bagian dari aktivasi Creative Hub melalui Tempat Kumpul Kreatif Jakarta Utara. Creative Hub merupakan ruang yang dioptimalkan untuk mendukung kolaborasi, pengembangan talenta, penguatan jejaring, serta berbagai aktivitas ekosistem ekonomi kreatif.
Pemanfaatannya dapat mencakup pelatihan, workshop, forum komunitas, showcase, mentoring, promosi, diskusi industri, hingga demonstrasi produk dan teknologi. Dengan adanya kegiatan seperti workshop dan playtesting, ruang kreatif diharapkan dapat menjadi titik pertemuan bagi komunitas, kreator, dan pelaku industri.
Kepala Seksi Perindustrian Suku Dinas PPKUKM Kota Administrasi Jakarta Utara, Sri Damayanti, turut menyoroti potensi board game sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Pengembangan permainan papan melibatkan beragam keterampilan, mulai dari pengembangan ide, desain, ilustrasi, penulisan, penyusunan strategi, hingga pengalaman pengguna.
Rangkaian proses tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha lain, termasuk UMKM yang dapat terlibat dalam produksi, pengemasan, pemasaran, dan distribusi. Dengan pengembangan yang tepat, board game tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi dan membuka peluang kerja.
Mahawira menambahkan, board game memiliki nilai lebih dari sekadar permainan. Aktivitas ini dapat mendorong interaksi sosial, melatih empati, membiasakan pemain mengikuti giliran, serta mengembangkan pola pikir sistematis. Keterampilan tersebut juga relevan dalam proses belajar dan pengembangan desain gim digital.
Meski demikian, industri board game masih menghadapi tantangan dalam memperluas pengenalan produk, akses pasar, dan distribusi. Sebagian permainan membutuhkan pendamping atau game master untuk menjelaskan aturan kepada pemain baru. Karena itu, kegiatan pengenalan dan pengujian langsung menjadi salah satu cara untuk mempertemukan produk dengan calon pemain sekaligus membangun komunitas.
Melalui workshop dan playtesting di TKK Jakarta Utara, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap prototipe hasil Gimersia Creator Camp 2025 dapat terus dikembangkan berdasarkan masukan pengguna. Pada saat yang sama, pemanfaatan Creative Hub diharapkan memperkuat ekosistem kreatif lokal dan membuka ruang kolaborasi berkelanjutan bagi para kreator board game Indonesia. XPOSEINDONESIA/IHSAN



