Cosmobeauté Indonesia 2026 Perluas Kolaborasi dan Pertukaran Pengetahuan Industri Kecantikan

Cosmobeauté Indonesia 2026 resmi dibuka di Hall 5-9, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Kamis (1/10). Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran industri kecantikan ini mempertemukan brand, produsen, supplier, distributor, buyer, profesional, hingga para ahli dari berbagai negara.

Pembukaan Cosmobeauté Indonesia 2026 dilakukan oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa. Dalam sambutannya, ia melihat perkembangan industri kecantikan yang kini semakin berkaitan dengan sektor wellness dan kesehatan.

“Industri kecantikan saat ini sudah berkembang semakin luas. Beauty tidak lagi hanya berbicara tentang penampilan, tetapi semakin terhubung dengan wellness. Indonesia sendiri tercatat sebagai wellness market terbesar di Asia Tenggara pada 2024,” ujar Ni Luh Puspa.

Menurutnya, perkembangan sektor beauty dan wellness dapat turut mendukung pariwisata Indonesia, khususnya dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Cosmobeauté Indonesia 2026 tahun ini diikuti lebih dari 562 perusahaan yang membawa sekitar 1.550 brand dari 17 negara dan wilayah. Peserta berasal dari China, Hong Kong, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Korea, Malaysia, Prancis, Singapura, Swiss, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Selain itu, terdapat delapan paviliun yang menghadirkan produk, teknologi, serta solusi dari pasar internasional. Kehadiran peserta dari berbagai negara tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku industri dalam negeri untuk melihat perkembangan produk sekaligus membuka koneksi dengan pasar global.

Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, mengatakan penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga membawa pembahasan mengenai inovasi, teknologi, keterampilan, pengetahuan, dan perkembangan industri.

“Melalui pameran dan berbagai program yang dihadirkan, kami ingin menyediakan ruang bagi pelaku industri untuk bertemu, bertukar perspektif, dan mengeksplorasi berbagai peluang dalam ekosistem industri kecantikan yang semakin luas,” kata Kristi.

Dari Bisnis hingga Pengembangan Kompetensi

Sejumlah program pendukung dihadirkan untuk mempertemukan pelaku usaha sekaligus membahas perkembangan di berbagai bidang. Beauté Meeting, misalnya, mempertemukan peserta pameran dengan buyer dan pelaku usaha yang membutuhkan produk, teknologi, bahan baku, maupun solusi untuk kebutuhan bisnis.

Sementara Beauté Speak dan Supply Chain Academy menghadirkan pembahasan mengenai regulasi, formulasi, perkembangan ilmiah, tren pasar dan konsumen, transformasi digital, manufaktur, hingga rantai pasok.

Founder PT Rudy Hadisuwarno Oetomo, Rudy Hadisuwarno, menilai perubahan tren dan teknologi membuat pelaku industri perlu terus mengembangkan kemampuan sekaligus menjaga kualitas.

“Di tengah perubahan tren, teknologi, dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, industri kecantikan dituntut untuk terus berinovasi tanpa kehilangan kualitas dan identitasnya. Saya percaya, kemajuan sebuah industri tidak hanya lahir dari kreativitas, tetapi juga dari keberanian untuk berkolaborasi dan terus belajar menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya.

Pengembangan keterampilan juga menjadi bagian dari Beautéducation, yang menghadirkan seminar, pelatihan praktik, workshop, dan program sertifikasi di bidang kecantikan, kuku, rambut, estetika, parfum, salon, dan spa.

Program tersebut turut mencakup Cosmo Inclusive Makeup Class dan Cosmo Inclusive Barber Class yang memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan di sektor kecantikan.

Sementara itu, Beauté Live dan Beauté Spot menghadirkan demonstrasi tata rias dan rambut, diskusi, kompetisi profesional, serta penghargaan. Pengunjung juga dapat mencoba berbagai layanan melalui Cosmobeauté Experience Connect, mulai dari massage, nail art, hingga pemeriksaan rambut dan kulit.

Dorong Praktik Berkelanjutan dan Pertukaran Global

Aspek keberlanjutan turut mendapat ruang melalui Cosmobeauté Indonesia Sustainability Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada exhibitor dalam empat kategori, yaitu Sustainable Product Innovation, Sustainable Packaging & Circularity, Social Impact & Ethical Business, serta Carbon Conscious Operations.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku industri untuk memperhatikan aspek lingkungan dan sosial dalam pengembangan bisnis kecantikan.

Pertukaran pengetahuan internasional juga hadir melalui keterlibatan berbagai institusi dari sejumlah negara. Salah satunya M Beauty & Academy, cabang resmi pertama K-Beauty In Association di Indonesia, yang membawa program edukasi serta perspektif mengenai perkembangan kecantikan Korea Selatan.

“Kehadiran kami di Cosmobeauté Indonesia menjadi kesempatan untuk mempertemukan pengetahuan dan tren kecantikan dari Korea Selatan dengan para profesional dan beauty enthusiast di Indonesia,” ujar Korean Director M Beauty & Academy, Jo Min Kyung.

Menurutnya, pendidikan dengan standar internasional dapat menjadi sarana untuk berbagi keterampilan sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan antara Korea Selatan dan Indonesia.

Cosmobeauté Indonesia 2026 juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal dan UMKM untuk bertemu dengan pelaku industri lainnya. Akses terhadap informasi, jaringan, dan perkembangan pasar menjadi bagian penting bagi pelaku usaha yang ingin memperluas kapasitas maupun jangkauan bisnis.

Cosmobeauté Indonesia 2026 berlangsung pada 1-3 Oktober 2026 di Hall 5-9 ICE BSD City. Pengunjung dapat melakukan registrasi melalui laman pendaftaran yang disediakan penyelenggara. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_img

Must Read

Related Articles