Aruma Rilis Pura-Pura Hidup Lagi, Lagu yang Menemani Proses Bangkit dari Kehilangan

Tidak semua luka bisa sembuh dalam semalam. Kadang, seseorang tetap tersenyum, bekerja, dan menjalani rutinitas seperti biasa, padahal di dalam dirinya masih ada ruang yang belum benar-benar pulih. Perasaan itulah yang coba diterjemahkan Aruma lewat single terbarunya, Pura-Pura Hidup Lagi.

Lagu ini menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan musik Aruma. Bukan sekadar merilis single baru, penyanyi yang dikenal lewat lagu-lagu bernuansa emosional itu juga tengah menyiapkan sebuah EP yang akan mengajak pendengar menyusuri berbagai fase kehidupan, mulai dari kehilangan, penolakan, overthinking, hingga akhirnya berdamai dengan diri sendiri.

Bagi Aruma, Pura-Pura Hidup Lagi adalah langkah pertama dari perjalanan tersebut.

“‘Pura-Pura Hidup Lagi’ bercerita tentang hari-hari setelah kehilangan. Menurutku, yang paling berat bukan saat semuanya berakhir, tapi ketika dunia tetap berjalan seperti biasa, sementara di dalam diri kita rasanya masih ada yang berhenti,” ungkap Aruma.

Lewat lirik dan nuansa musik yang intim, lagu ini menggambarkan seseorang yang tetap menjalani hari-harinya, bertemu banyak orang, bahkan tersenyum, meski masih menyimpan luka yang belum selesai.

Menurut Aruma, “berpura-pura” bukan berarti membohongi perasaan, melainkan cara seseorang bertahan sembari perlahan belajar untuk kembali hidup.

Pembuka EP yang Bercerita tentang Proses Menerima Diri

Berbeda dari karya-karyanya sebelumnya, Pura-Pura Hidup Lagi memang disiapkan sebagai pembuka cerita. Nantinya, setiap lagu dalam EP terbaru Aruma akan saling terhubung dan menggambarkan proses emosional yang dialami banyak orang.

Mulai dari rasa kehilangan, merasa tidak cukup, sulit menerima kenyataan, hingga akhirnya menemukan bahwa kebahagiaan tidak selalu bergantung pada orang lain.

“Kalau rangkaian karya ini diibaratkan sebuah perjalanan, ‘Pura-Pura Hidup Lagi’ adalah langkah pertama. Aku ingin mengajak pendengar mengikuti prosesnya pelan-pelan, sampai akhirnya menyadari bahwa yang berubah bukan keadaan kita, melainkan cara kita memandang diri sendiri,” jelasnya.

Menariknya, lagu ini bukan ditulis langsung oleh Aruma. Pura-Pura Hidup Lagi merupakan karya cipta Pika Iskandar. Namun, sejak pertama kali mendengar demonya, Aruma merasa lagu tersebut sangat dekat dengan pengalaman pribadinya.

Agar terasa lebih personal, ia bahkan mengubah beberapa bagian lirik serta mengeksplorasi melodi supaya karakter lagunya benar-benar mencerminkan dirinya.

“Tantangan terbesarnya adalah membuat lagu yang bukan aku tulis tetap terdengar seperti ceritaku sendiri. Aku mencoba menghubungkan setiap lirik dengan pengalaman hidupku. Bahkan aku mengubah dua baris lirik di bagian akhir reff dan mengeksplorasi melodi agar terasa lebih ‘Aruma’,” katanya.

Ingin Menjadi Teman untuk Mereka yang Sedang Berjuang

Lewat Pura-Pura Hidup Lagi, Aruma tidak bermaksud menawarkan jawaban atas setiap luka yang dialami seseorang. Sebaliknya, ia berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berusaha bangkit dari kehilangan.

Baginya, terkadang seseorang tidak membutuhkan solusi, melainkan kehadiran yang membuatnya merasa tidak sendirian.

“Aku nggak berharap lagu ini langsung menghilangkan rasa sakit seseorang. Tapi kalau lagu ini bisa membuat mereka merasa ada yang pernah mengalami hal serupa, itu sudah sangat berarti. Karena kadang yang paling kita butuhkan bukan solusi, tapi ditemani,” ujar Aruma.

Dengan perilisan Pura-Pura Hidup Lagi, Aruma membuka lembaran baru dalam perjalanan musikalnya. Lagu ini menjadi pengingat bahwa proses pulih tidak pernah sama bagi setiap orang. Tidak apa-apa jika langkah hari ini masih terasa berat, karena perlahan setiap orang akan menemukan keberanian untuk benar-benar hidup lagi. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_img

Must Read

Related Articles