Aden Indonesia Optimis 2026, usai Nett Revenue Naik 90% di 2025

Tidak banyak perusahaan yang bisa mengklaim pertumbuhan pendapatan hampir dua kali lipat dalam satu tahun fiskal. PT Andalan Duta Eka Nusantara (Aden Indonesia) adalah salah satunya dan mereka tidak berencana berhenti di situ.

Perusahaan penyedia integrated facility management ini mencatat kenaikan nett revenue sebesar 90% di tahun fiskal 2025 dibandingkan 2024. Momentum itu kini menjadi fondasi untuk melangkah lebih jauh di 2026, di mana sejumlah project site baru terutama di kawasan remote area sudah mulai dibukukan sejak kuartal pertama tahun ini.

“Di 2026 ini, Aden Indonesia dipercaya untuk menangani sejumlah project site baru, terutama di remote area,” ujar Indira Anindita, Head of Business Development Aden Indonesia.

Aden Indonesia merupakan bagian dari Aden Group, perusahaan Euro-Asia yang bergerak di bidang solusi komprehensif untuk mendorong dekarbonisasi, peningkatan produktivitas, dan transisi energi berkelanjutan. Di Indonesia, perusahaan ini sudah beroperasi selama 14 tahun dan rekam jejaknya berbicara sendiri.

Saat ini Aden Indonesia menyediakan layanan facility management di lebih dari 28 provinsi dengan dukungan lebih dari 2.500 karyawan, melayani lebih dari 40 project site sebagai mitra kerja aktif. Layanan yang ditawarkan mencakup remote camp management, technical asset management (TAM), housekeeping, general cleaning, katering, keamanan, hingga waste management.

Salah satu pencapaian yang menjadi tolak ukur kepercayaan klien adalah konsistensi dalam penyediaan makanan. Selama 14 tahun beroperasi, Aden Indonesia mengklaim tidak pernah mengalami gangguan dalam menyediakan lebih dari 75 ribu makanan per hari bahkan di lokasi-lokasi terpencil yang secara logistik adalah mimpi buruk bagi banyak operator lain.

Kekuatan lain yang menjadi diferensiasi Aden Indonesia adalah lini supply chain yang terstruktur dan transparan. Dengan memprioritaskan kemitraan bersama pemimpin industri makanan sekaligus mengintegrasikan ekosistem lokal, perusahaan berhasil memastikan rantai pasok yang stabil sekaligus efisien dari sisi biaya. Saat ini, 40% pasokan untuk operasional di remote area bersumber dari lingkungan lokal sekitar, sebuah pendekatan yang tidak hanya menekan biaya logistik, tapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar.

Di sisi teknologi, Aden Indonesia menghadirkan platform digital untuk operasional dan sistem pelaporan yang memungkinkan mitra bisnis memperoleh transparansi penuh atas kinerja aset, pengendalian risiko usaha, dan pengelolaan lingkungan secara lebih efektif. “Digitalisasi memungkinkan mitra bisnis Aden Indonesia memperoleh pelaporan yang transparan, optimalisasi pemanfaatan aset, serta pengendalian risiko usaha dan lingkungan secara lebih efektif,” jelas Indira.

Dengan pendekatan one-stop solutions yang mencakup semua lini dari operasional harian hingga manajemen aset teknis dan rantai pasok Aden Indonesia memposisikan diri sebagai mitra jangka panjang yang relevan untuk industri-industri yang beroperasi di wilayah dengan aksesibilitas terbatas, khususnya di sektor energi, pertambangan, dan infrastruktur.

Di tengah ekspansi yang terus meluas dan kepercayaan pasar yang makin menguat, Aden Indonesia menutup kuartal pertama 2026 dengan optimisme yang beralasan bukan sekadar proyeksi di atas kertas, tapi didukung oleh angka pertumbuhan dan rekam jejak operasional yang konsisten selama lebih dari satu dekade. XPOSEINDONESIA/IHSAN

Must Read

Related Articles