RIDE A PONY, Perempuannya Indonesia. Prianya Jepang. Jadinya, Duo ini…

Memang begitulah adanya, saudara-saudara sekalian. Dimana sang perempuan bernama, Neea Rachma, Dia ini asal Depok, paling tidak itu domisilinya, yang bertindak sebagai vokalis. Ia juga penulis lirik lagu dan merangkap pula sebagai penulis lagu. Lalu yang pria punya nama, Chihiro Itakura. Pria yang menjadi gitaris asal Jepang, aselinya emang dari Tokyo, merangkap sebagai penulis lirik, penulis lagu dan producer

Duo ini sepintas aja lumayan bikin curious, ya ga sih? Duo nih ceritanya? Tetapi musiknya gimana sih? Eh katanya ya mereka sepakat menyerap macam-macam musik. Mulai dari blues, ya jazz, ya rock. Juga tentu, pop. Oh, ya tapi kayak apaan?

Gini deh ya, sebenarnya lantas makin menarik mengikuti catatan perjalanan duo ini, lantaran sejauh ini mereka sudah me-release20 single. Sejak berdirinya mereka pada 22 Agustus 2021 ini, artinya sekitar 4,5 tahunlah sudah usianya. Lumejen dong?

Betewe, emang gimana sih Neea dan Chihiro lantas bisa berduet? Maksudnya, gimana en gimananya soal ketemunya gitulah? Eh ternyata gini nih, Ini cerita Neea ya. Mereka ketemu di sebuah event launching sebuah bar di area Melawai. Chihiro saat itu baru 2 bulanan di Indonesia.

Neea lanjutin, sebagai tamu malam itu dia datang udah lumayan malam, menjelang jam 23.30-an. Dia iseng-iseng nekad  naik panggung karena owner bar tersebut yang memintanya perform. Dia sudah kenal dengan ownernya tersebut. Nah karena doski sorangan, dia lihat ada bass nganggur, iseng dia tampil main bass sambil menyanyi. Alhasil, beberapa tamu lainpun eh tergerak ikut naik panggung, merekapun ber-jammin’.

Chihiro jadi tamu, yang lantas ikutan jammin’. Dia mengaku terkesan dengan suara Neea dan merekapun bertukaran hape. Eh hape Neea apa, hapenya Chihiro apaan? Eala, maksudnya bukan hapenya, tapi tuker-tukeran nomer hape dong….

Dari situ, dia kemudian mengajak Neea gabung dengan sebuah grup band, isinya para ekspatriat Jepang semua. Neea pun jadi vokalis di situ, tentunya. Ada drummer, bassis, gitaris semuanya Japanese. Grup itupun sempat tampil di beberapa event komunitas Jepang di Indonesia.

Ndilala datanglah serangan covid-19 ke seantero dunia, tapi mereka tetap saja berteman dekat. Hubungan musikpun berlanjut via handphone. Mereka iseng bikin lagu-lagu cover-version. Trus Chihiro juga setuju diajakin bikin video klip, yang syutingnya di rumahnya masing-masing aja. Menurut Chihiro, kegiatan iseng membunuh waktu begitu, sangat menolongnya mengatasi rasa bosan karena covid yang bikin dimana-mana lockdownsocial-distancing jadi susah berpergian.

Dari situ Chihiro menyodorkan ide, coba bikin original-song aja. Dia bikin musiknya, Neea bikin liriknya. Eh ternyata klop, mereka berdua suka. Dan begitulah ceritanya, merekapun sepakat  untuk meneruskan duo ini. Memang lantas berlanjut terus duo mereka ini. Dengan nama yang sebelumnya telah disepakati mereka berdua, Ride a Pony.

Oh ya, ada nama gitaris Gugun Bluesshelter yang merekomendasikan label untuk titip distribusi. Sampai juga memberikan orang yang tepat sebagai soundmanDanny Ardiono.Dua nama tersebut diingat betul oleh Neea, sebagai yang berkontribusi untuk perjalanan duo mereka.

Dan sampailah di tahun 2026 ini. Dimana band kolaborasi Indonesia Jepang ini kembali akan meluncurkan single terbarunya pada 29 Maret 2026. Lagu terbaru mereka kali ini berbahasa Jepang, judulnya, ‘Watashi Wa Egoist’.

Nah lagu baru mereka ini mengandung pengaruh enka yang kuat, yaitu suasana, nuansa bahkan enerji Japanese. .Bisa disebut semacam genre musik populer Jepang yang kental suasana tradisionalnya, terutama dari sisi vokalnya. 

Perlu diketahui genre musik yang bernuansa tradisi Jepang ini berfokus pada balada sentimental tentang cinta yang tak berbalas, juga kerinduan. Termasuk patah hati dan nostalgia, baik yang indah maupun pahit sih.

Mereka berdua berharap, nada dan lirik puitis pada lagu ini akan melemparkan pendengar pada masa lalu, ketika mendengarkan radio di Jepang. Nuansanya itu lho, klasik dan khas bener.  Jadinya pertemuan, Enka dengan nuansa rock Ride A Pony, semoga menjadi perpaduan yang unik dan berbeda.

Well, lagu ini ditulis oleh Chihiro, sang gitaris. Dimana ia terinspirasi dari seorang kenalan yang punya kepribadian kuat dan selalu berusaha mencapai keinginannya dengan gigih. Chihiro memilih penggunaan Bahasa Jepang sebagai lirik, yang mungkin tidak umum. Dibungkus nada-nada yang kental musik tradisional Jepangnya.

Rasanya buat yang terkhusus menggemari lagu-lagu berlirik Bahasa Jepang, ‘Watashi Wa Egoist’, semoga bisa menarik hati dan telinga. Baik Chihiro maupun Neea ini berharap bahwa single ini dapat menjadi alternatif yang menyegarkan, karena ada suasana musik yang “tidak biasa”, bagi para penggemar musik umumnya. Lagu ini akan dirilis di semua digital-platforms mulai 29 Maret 2026 ini. Sukses ya, Ride a Pony. XPOSEINDONESIA/dM

Must Read

Related Articles