Jumat, Maret 6, 2026

Ren Bakery Hadir di Kelapa Gading, Tawarkan Sensasi Roti Bergaya Chinese dengan Cita Rasa Autentik

Tren bakery di Jakarta terus berkembang, namun tidak banyak yang menghadirkan konsep roti dengan sentuhan cita rasa tradisional Tiongkok. Melihat peluang tersebut, Hendra Yubianto menghadirkan Ren Bakery (05/03/26), sebuah bakery dengan konsep Chinese modern yang menawarkan berbagai pilihan roti dengan rasa khas yang jarang ditemukan di pasaran.

Ren Bakery merupakan bagian dari grup usaha yang juga menaungi beberapa brand kuliner lain. Melalui brand baru ini, Hendra mencoba memperkenalkan variasi roti dengan inspirasi rasa dari kuliner Chinese yang selama ini lebih dikenal dalam hidangan dimsum.

“Bakery sebenarnya sudah banyak, tetapi yang benar-benar menghadirkan rasa Chinese traditional flavor masih sangat sedikit. Biasanya menu seperti ini lebih banyak ditemukan di dimsum, bukan di bakery,” ujar Hendra Yubianto saat ditemui dalam acara pembukaan Ren Bakery.

Ia menjelaskan, sejumlah menu yang dihadirkan memiliki cita rasa khas yang cukup unik, seperti Chicken Charsiu Bun, Chicken Pepper Bun, hingga Hong Kong Bolo Bun dengan isian chicken charsiu. Perpaduan roti dengan isian gurih tersebut menjadi salah satu ciri khas yang ingin ditonjolkan Ren Bakery.

Selain itu, tersedia pula berbagai varian roti lain seperti Ren Bin Mochi yang menjadi salah satu menu favorit pelanggan. Secara keseluruhan, Ren Bakery menawarkan sekitar 20 varian roti dengan karakter rasa yang berbeda-beda, mulai dari gurih hingga manis.

Tidak hanya dari sisi menu, konsep interior Ren Bakery juga dirancang untuk menghadirkan nuansa Chinese yang tetap terasa modern. Desain ruangan dibuat minimalis dengan sentuhan warna dan elemen dekorasi yang mencerminkan budaya Tiongkok.

Menariknya, identitas brand Ren Bakery juga tercermin dari logo yang digunakan. Hendra menjelaskan bahwa logo tersebut terinspirasi dari bentuk atap rumah, yang melambangkan kehangatan dan suasana rumahan. Konsep ini juga terlihat pada desain kemasan produk yang menampilkan pola menyerupai genteng rumah, sebagai simbol kehangatan dan kebersamaan.

Dalam hal kualitas produk, Ren Bakery menekankan penggunaan bahan baku yang berkualitas. Hendra menegaskan bahwa seluruh roti dibuat tanpa bahan pengawet dan menggunakan tepung impor dari Jepang.

“Kami tidak menggunakan pengawet sama sekali. Kalau disimpan di suhu ruang, roti bisa bertahan sekitar tiga hari. Kalau disimpan di kulkas bisa dua sampai tiga minggu,” jelasnya.

Selain roti, Ren Bakery juga menghadirkan berbagai pilihan minuman yang cukup unik. Salah satunya adalah Kopi YinYang, minuman yang memadukan kopi dengan teh oolong, sehingga menghasilkan rasa yang berbeda dari minuman kopi pada umumnya. Perpaduan tersebut menciptakan sensasi mirip milk tea, namun tetap memiliki karakter kopi yang kuat.

Menu minuman lainnya juga tersedia dalam berbagai varian untuk melengkapi pengalaman menikmati roti di Ren Bakery.

Untuk harga, roti di Ren Bakery dibanderol mulai dari Rp16 ribu hingga Rp35 ribu, dengan ukuran yang cukup besar dibandingkan roti pada umumnya. Sementara minuman dijual dengan kisaran harga Rp20 ribu hingga Rp35 ribu.

Dalam momentum pembukaan outletnya, Ren Bakery juga menghadirkan sejumlah promo menarik bagi pelanggan. Salah satunya adalah promo beli lima roti gratis satu yang berlaku hingga pertengahan bulan. Selain itu, pelanggan yang memberikan ulasan di Google juga berkesempatan mendapatkan egg tart gratis.

Hendra mengungkapkan bahwa Kelapa Gading dipilih sebagai lokasi outlet pertama karena kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat kuliner di Jakarta Utara dengan masyarakat yang cukup familiar dengan makanan bergaya Chinese.

“Kami merasa pasar di Kelapa Gading cukup terbuka untuk konsep ini. Ke depan tentu kami ingin mencoba memperkenalkan Ren Bakery ke wilayah lain juga,” kata Hendra.

Selain cocok sebagai camilan sehari-hari, berbagai menu di Ren Bakery juga dapat dinikmati sebagai sarapan maupun teman bersantai di sore hari. Salah satu menu yang cukup unik adalah cakwe yang disajikan bersama susu kedelai, yang terinspirasi dari tradisi kuliner di Hong Kong dan Taiwan.

Menu tersebut bahkan disebut cukup cocok untuk dinikmati saat berbuka puasa karena memiliki rasa manis yang ringan.

Dalam pengembangan menu, Ren Bakery juga didukung oleh tim yang memiliki latar belakang pendidikan kuliner internasional, termasuk pengalaman belajar di Prancis. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendukung kualitas dan inovasi menu yang dihadirkan.

Melalui konsep bakery dengan sentuhan cita rasa Chinese yang autentik, Ren Bakery berharap dapat menghadirkan pengalaman kuliner yang berbeda bagi pecinta roti di Jakarta. XPOSEINDONESIA/IHSAN

Must Read

Related Articles