Minggu, Februari 22, 2026

SPIRIT artinya Semangat. Yang Penting, Semangat Dululah….

Bagaimanapun ceritanya, memang hidup ini memerlukan Spirit. Spirit untuk terus menjalani kehidupan, tetap jalan terus. Maju terus pantang mundur. Tak lekang dimakan waktu. Seperti itulah.

Dan adalah seorang bernama Eramono Soekaryo. Yoi, doski musisi. Pemain keyboard. Juga song-writer. Juga berkumis. Kerapkali tersenyum dari atas panggung. Senyumnya penanda akan adanya Spirit a.k.a Semangat. Begitu ya, Era? Iya deh, mendingan Eramono saja yang menjawabnya.

Tapi perjalanan Eramono di khasanah musik Indonesia sudah lumayan panjang. Di pertengahan 1980-an, dia muncul ke permukaan. Sebagai salah satu musisi Indonesia, yang berkesempatan menimba ilmu musik di sekolah musik kesohor dunia, Berklee College of Music, Boston, Massasuchets, USA.

Di periode pertengahan 1980-an itu, Eramono kembali dari Berklee di Boston itu bersamaan dengan jingle-maker, musisi Rezky Ratulangi-Ichwan. Ada juga dalam waktu berdekatan, Aminoto Kosin. Setelah itu, tak lama kemudian, pulang dan selesai kuliah juga, Rita Silalahi. Dan diikuti banyak musisi muda lainnya.

Nah menariknya, pada waktu tersebut mendadak sontak, sekolah musik Berklee itu langsung begitu bergengsinya. Terutama di dunia musik Indonesia. Sekolah hebatlah gitu ceritanya. Mahal tentu saja, Amrik cuy, tapi lulusannya terjamin dong! Image-nya model begitulah.

Kembali ke sosok Eramono. 1985 kembali ke tanah air. Setahun kemudian ia membentuk Spirit Band. Dengan drummer, alm. Dhadhi Sufiyadi, bassis Tito Soemarsono. Dan gitaris Youngki Ramelan. Mereka dibentuk untuk mengikuti kontes band paling bergengsi di zaman itu, Light Music Contest.

Dan hasilnya, mereka menjadi runner-up atau juara kedua. Nomer wahidnya di saat itu adalah Emerald Band. Mereka tampil lumayan menggigit, terasa lumayan siap mencakar. Sebenarnya mereka sih lumayan baguslah. Tapi memang masalahnya di saat itu kebetulan saja sih, Emerald Band dinilai dewan juri, masih lebih bagus. Itu saja.

Pada 1987, Spirit Band kemudian menghasilkan debut album rekaman. Dengan formasi sudah berganti. Masuk Dewa Budjana (gitaris), Ilyas Muhadji (bassist), Didiek SSS (flute/saxophone), Djudju Hartono (kibordist). Tentu saja, Eramono tetap leader, drummer tetap Dhadhi Sufiyadi. Vokalis adalah Kemala Ayu.

Tapi sisi vokal, ada bintang tamu alm. Helmie Indrakesuma (dari Chaseiro, Hydro) dan alm. Vicky Vendy (Drive One Band). Album ini juga didukung 2 additional musician yang adalah alumni Berklee College of Music, Doddy Sukaman (programmer, digital sampling) dan alm. Narendra Herdianto (drum-machine).

Album ini lumayan berbunyi di pasar musik, dengan 2 lagunya sempat populer di waktu itu, “Ilusi” dan “Bayang Bayang Semu”. Kemudian pada 1992, Spirit merilis album kedua, Mentari. Dengan perubahan formasi lagi. Eramono dengan Dewa Budjana dan Didiek SSS tetap mendukung.

Bassis menjadi, Bintang Indrianto. Sementara alm. Uce Haryono, menjadi drummer. Masuk Rita Silalahi sebagai kibordist. Sementara vokalisnya adalah alm. Deddy Permana Sakti. Album ini menghasilkan single-hits, yang rada country, “Mentari”, yang juga dijadikan judul album.

Setelah itu, Spirit seolah “mati suri”. Ya sebenarnya kan memang mau ga mau berhenti jadinya, dikarenakan kesibukan seluruh musisi dan penyanyinya. Dan barulah sampai pada puluhan tahun kemudian. Yes, kagak kira-kira dah band ini “bobo”-nya. Pada 2026, Spirit muncul lagi.

Dibangkitkan lagi oleh Eramono, ya so pastilah. Dan Eramono membongkar habis seluruh personal grup ini, dan mengajak para musisi muda. Enerji-enerji baru, tenaga muda segar. Ada putra Eramono sendiri, sebagai gitaris, Adrian Eramono. Lalu, Moody Wijaya (bassist), Markov Sembel (saxophone), Archieta Aditya (drummer).

Untuk vokal, Eramono menyertakan Lili Amelia. Juga kerapkali didukung 2 additional-vocalist, Andrea Ratu Panigoro dan Gilby Al Fathir. Musiknya tetap pada nuansa Spirit, seperti sebelumnya, tetapi dengan semacam interpretasi baru. Diharapkan peran para musisi muda, yang sekarang bermain dalam Spirit, akan membuat musik Spirit bakal terasa lebih fresh dan update.

Harapan Eramono, semoga saja, musiknya Spirit dapat diterima para penggemar musik muda usia di waktu sekarang ini. Memang diniati serius oleh Era. Ada proses regenerasi juga pada para penggemarnya. Pengennya, diteruskan, dan diseriuskan. Eramono juga memperkenalkan management baru Spirit Band, yaitu dari OhMyJazzproduction.

Well, good luck brother Eramono! Sedikit saran, lebih sering barengan aja, latihan lebih gencar juga pasti bakal bikin lebih bagus lagi. Ditunggu kiprah seterusnya, semangattts gaes! XPOSEINDONESIA/dM

Must Read

Related Articles