Senin, Februari 9, 2026

Aty Fadjariaty Pimpin Transformasi Amos Cozy Hotel & Convention Jakarta

Di tengah ketatnya persaingan industri perhotelan Jakarta, sosok Aty Fadjariaty tampil sebagai figur strategis di balik kebangkitan Amos Cozy Hotel & Convention Jakarta. Sejak awal Januari 2026, Aty resmi menjabat sebagai General Manager Amos Cozy Hotel & Convention, memimpin langsung transformasi hotel legendaris di kawasan Blok M tersebut menuju arah bisnis yang lebih fokus, adaptif, dan berkelanjutan.

Penunjukan Aty bukan tanpa alasan. Ia datang dengan rekam jejak panjang di industri perhotelan nasional, khususnya dalam menangani hotel-hotel yang berada pada fase transisi dan pemulihan. Sebelum bergabung dengan Amos Cozy, Aty sempat menjalani peran sebagai Management Consultant di Alur Hotel pada pertengahan 2025, di mana ia terlibat langsung dalam pendampingan manajemen, penguatan relasi mitra, serta perbaikan struktur operasional hotel di Bandung dan sekitarnya.

Pengalaman tersebut melengkapi perjalanan karier Aty yang sebelumnya menjabat sebagai Cluster General Manager di Moritz Hotels & Resorts, mengelola Moritz RSAB Harapan Kita dan Moritz Inn BSD. Pada periode ini, Aty dikenal memiliki kemampuan kuat dalam pengelolaan multi-properti, pelaporan keuangan korporasi, hingga manajemen proyek dengan kompleksitas tinggi. Bahkan, sebelum dipercaya sebagai cluster GM, ia lebih dulu memimpin Moritz Hotel RSAB Harapan Kita sebagai General Manager, menegaskan kapasitasnya dalam menangani hotel dengan karakter khusus dan tantangan operasional yang tidak sederhana.

Karier Aty juga ditempa melalui kepemimpinannya di sejumlah jaringan hotel nasional. Ia pernah menjabat sebagai General Manager Dafam Rio Bandung di bawah naungan Dafam Hotel Management, di mana fokus utamanya adalah penguatan P&L management, efisiensi biaya, serta optimalisasi pendapatan hotel di tengah dinamika pasar yang fluktuatif. Sebelumnya, Aty juga dipercaya memimpin Kyriad Hotel Airport Jakarta sebagai General Manager, menangani hotel dengan segmen transit dan bisnis yang menuntut kecepatan layanan, akurasi operasional, serta konsistensi standar internasional.

Seluruh pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat saat Aty mengambil kendali di Amos Cozy Hotel & Convention Jakarta. Ia memandang kebangkitan hotel ini tidak bisa hanya mengandalkan nostalgia atau lokasi strategis semata. Di bawah kepemimpinannya, Amos Cozy ditegaskan kembali sebagai hotel berbasis MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions), dengan kekuatan utama pada dua ballroom besar dan belasan ruang pertemuan berkapasitas fleksibel.

Jumlah kamar yang kini berada di kisaran 70 unit akibat penyesuaian fungsi ruang tidak dianggap sebagai keterbatasan. Aty justru melihatnya sebagai peluang untuk menyeimbangkan struktur bisnis, dengan menitikberatkan pada function room serta sektor makanan dan minuman yang memiliki potensi pertumbuhan lebih stabil. Segmen MICE tetap menjadi tulang punggung, namun ruang pertemuan juga dibuka luas untuk acara sosial, komunitas, hingga kegiatan UMKM, menjadikan hotel sebagai ruang publik yang hidup dan inklusif.

Keunggulan lokasi di kawasan Blok M, dengan akses langsung ke transportasi publik seperti MRT, turut dimaksimalkan. Aty secara strategis mulai membidik generasi muda dan komunitas urban sebagai segmen baru, baik untuk kegiatan maupun lini kamar. Paket tematik, konsep menginap singkat, serta kedekatan dengan pusat kuliner dan hiburan menjadi pendekatan yang disesuaikan dengan gaya hidup pasar saat ini.

Di sektor kuliner, Amos Cozy memilih jalur yang lebih berakar. Alih-alih sekadar mengikuti tren, Aty menegaskan kembali identitas rasa Indonesia autentik. Menu ayam goreng rempah dengan karakter rumahan diposisikan sebagai ikon, merepresentasikan pendekatan yang hangat, membumi, dan mudah diterima lintas segmen.

Saat ini, instansi pemerintah menjadi salah satu kontributor utama kegiatan hotel, dengan sejumlah pertemuan berskala besar yang bahkan membuat ruang pertemuan terisi penuh hingga hampir dua pekan. Fleksibilitas dalam penyusunan paket untuk pemerintah, korporasi, dan agen perjalanan menunjukkan pendekatan manajemen yang realistis dan adaptif.

Lebih dari sekadar mengejar angka, Aty Fadjariaty tengah membangun kembali kepercayaan, memori, dan relevansi Amos Cozy Hotel & Convention Jakarta. Di tangannya, hotel ini tidak hanya bangkit sebagai entitas bisnis, tetapi kembali menemukan perannya sebagai ruang pertemuan, ruang cerita, dan ruang harapan di tengah denyut kota Jakarta. XPOSEINDONESIA/IHSAN

Must Read

Related Articles