Kamis, Februari 5, 2026

MORA Group Siapkan Ekspansi 30 Properti dan Bangun Ekosistem Hospitality Terintegrasi

MORA Group menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain yang serius dalam pengembangan industri hospitality nasional dengan menyiapkan langkah ekspansi agresif namun terukur. Melalui penguatan jaringan hotel, kolaborasi global, serta pembangunan ekosistem bisnis yang saling terintegrasi, perusahaan ini menargetkan pengembangan hingga 30 properti dalam lima tahun ke depan dengan standar layanan yang konsisten dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Founder dan CEO MORA Group, Andhy Irawan, dalam acara HAM x MORA Group bertajuk “Seduluran Saklawase” yang digelar di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Acara ini menjadi momentum bagi MORA Group untuk memaparkan arah strategis perusahaan di tengah dinamika industri pariwisata dan perhotelan yang terus berkembang.

Saat ini, MORA Group mengelola enam hotel yang telah beroperasi di sejumlah destinasi strategis, serta enam proyek lainnya yang masih berada dalam tahap pengembangan. Dengan demikian, total terdapat 12 proyek properti yang dijalankan secara selektif, menyesuaikan potensi pasar dan karakter setiap wilayah.

Pada 2026, MORA Group dijadwalkan meresmikan dua hotel baru, masing-masing di Ciwidey, Bandung pada April dan di Palu, Sulawesi Tengah pada November. Setelah itu, ekspansi akan berlanjut ke sejumlah kota utama seperti Jakarta, Palembang, Balikpapan, dan Pasuruan, dengan target penyelesaian bertahap pada periode 2027 hingga 2028. Langkah ini mencerminkan strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan tanpa mengorbankan kualitas dan kesiapan operasional.

Dalam mendukung rencana ekspansi tersebut, MORA Group juga menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan capital asal Jepang yang berfokus pada investasi hotel bintang lima di Indonesia. Menurut Andhy, nilai investasi untuk satu proyek hotel bintang lima dapat mencapai sekitar Rp1 triliun, bergantung pada lokasi, harga lahan, dan kompleksitas konstruksi.

Melalui kolaborasi ini, MORA Group menargetkan pengembangan sekitar 500 hingga 700 kamar dengan fokus utama di Jakarta sebagai pusat bisnis dan pariwisata. Sementara itu, pengembangan di Surabaya dirancang dalam skala lebih terbatas, dan di Bali diarahkan pada konsep vila yang menyesuaikan karakter destinasi.

Tidak hanya memperkuat pasar domestik, MORA Group juga menyiapkan ekspansi internasional melalui joint venture di Arab Saudi, khususnya di Jeddah dan Mekkah, yang dinilai memiliki potensi besar seiring meningkatnya mobilitas wisata religi dan bisnis. Selain itu, perusahaan tengah menjajaki rencana akuisisi properti di Jepang serta peluang investasi di Dubai sebagai bagian dari strategi global jangka panjang.

Meski agresif dalam ekspansi, Andhy menegaskan bahwa MORA Group tidak semata mengejar pertumbuhan jumlah properti. Perusahaan lebih mengedepankan kualitas, konsistensi layanan, dan kesiapan sistem. “Dalam lima tahun ke depan, kami menargetkan minimal 30 properti, tetapi dengan standar yang benar-benar terjaga,” ujarnya.

Di luar bisnis perhotelan, MORA Group juga membangun ekosistem hospitality yang terintegrasi melalui sejumlah divisi pendukung. Divisi tersebut mencakup teknologi informasi, Food & Beverage (F&B), commercial services, konstruksi, hingga pengembangan sumber daya manusia melalui MORA Academy.

Pada lini teknologi, MORA Group mengembangkan sistem operasional berbasis dashboard terpadu yang memungkinkan pemantauan kinerja bisnis secara real-time, mulai dari absensi karyawan, pendapatan, hingga laporan operasional seluruh jaringan properti dan outlet. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Sementara itu, divisi F&B dikembangkan sebagai entitas independen melalui brand Hermier yang menyasar segmen generasi muda. Brand ini dirancang tidak hanya sebagai pendukung hotel, tetapi juga sebagai bisnis mandiri yang ditargetkan berekspansi ke bandara dan kota-kota besar di Indonesia.

Untuk memperkuat struktur perusahaan, MORA Group telah membentuk holding yang terdiri atas MORA Hospitality, MORA Technology, MORA Commercial, MORA Academy, MORA Capital, dan MORA Construction. Ke depan, perusahaan juga membuka peluang untuk berkembang menuju super holding yang menaungi berbagai lini bisnis secara lebih luas.

Menurut Andhy, fokus utama MORA Group saat ini adalah membangun sistem yang kuat, menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di setiap lini, serta memastikan seluruh unit usaha bergerak dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

“Visi kami bukan menjadi grup terbesar, melainkan menjadi perusahaan yang dipercaya para stakeholder. Kepercayaan adalah aset utama untuk membangun bisnis jangka panjang,” kata Andhy. XPOSEINDONESIA/IHSAN

Must Read

Related Articles