Sabtu, Januari 31, 2026

Perbedaan antara Rayen Pono dan Bebi Romeo

Segala Perbedaan Itu…..

Membuatmu Jauh Dariku. Biarlah Sang Waktu Menjaga Cintamu….. Nyalakanlah Api Cinta Membakar Ragu Yang Ada…Ku Kan Selalu Setia… Hingga Saat Tiba…

Lagu ini, terdapat pada album bertitel Sendiri Dulu, yang dirilis tahun 2001. Dibawakan secara lumayan syahdu oleh Ari Lasso. Perlu diketahui, album Sendiri Dulu sejatinya adalah album perdana solo-project dari Ari Lasso.

Pada pemunculan di saat itu, lagu ini terbilang lumayan sukses mengharu-biru para penggemar musik tanah air. Apalagi saat itu, notabene Ari Lasso bisa dibilang semacam new rising star dalam skena musik Indonesia. Mulai laris-larisnyalah, kira-kira begitu.

Lantas lagu itu tetiba “ditawarkan” pada seorang penyanyi pria dengan suara yang tak kalah bagus dari Ari Lasso. Lagu karya Bebi Romeo ini datang padanya dan lagu ini menjadi lagu pertama karya Bebi Romeo yang menjadi isi dari album, kabarnya kelak bertema karya terbaik Bebi Romeo.

Jadi begitulah ceritanya, terang penyanyi bertubuh lumayan tinggi ini yang memiliki nama lengkap, Rayendie Rohy Pono. Lagu “Perbedaan” lantas menjadi lagu pertama yang dirilis. Sebagai single perdana dari rencana album karya lagu-lagu Bebi Romeo. Lagu ini diproduce sendiri oleh Rayen Pono, dan proses rekaman sebenarnya telah dilakukan pada bulan Juni di tahun silam, mengambil tempat di Nusa Hitam Soul Studio.

Nama Rayen Pono sebelum ini dikenal lewat kelompok vocal, Pasto, Duo tersebut lalu hiatus sejak tahun 2010. Dan sebenarnya di tahun silam, 2025, Pasto bersepakat untuk come-back to the business. Mereka telah bersepakat jalan lagi, melanjutkan perjalanan bermusiknya.

Pasto malah kini tengah bersiap untuk tour. Dimana tour tersebut diberi nama PASTO Pasti  Kembali Tour 2026. Menurut rencana akan dimulai pada tanggal 25 April di Surabaya.

Rayen Pono dalam pengembaraannya di skena music, secara solo paska Pasto, telah menghasilkan Be My Self Again, yang dirilis tahun 2012. Dan kemudian melahirkan karya apiknya bersama Semesta Records, Empat Puluh. Album yang juga menandakan usia 40 tahunnya tersebut dirilis pada tiga tahun yang lalu, 2023.

Ada satu hal yang menarik dari sosok penampilan seorang Rayen Pono, kelahiran Jakarta pada 30 Januari 1983 ini. Suara bulat dengan aksentuasi jelas, timbre nya terbilang bersih. Ia sesungguhnya memiliki modal “bagus dan benar” untuk berhasil sebagai seorang penyanyi. Untuk lantas mencapai tingkat popularitas maksimal di saat sekarang ini, yang mana ia memulai karir menyanyinya dari tahun 2002.

Rayen yang sebenarnya cukup mencuri perhatian lewat beberapa single-nya, salah satunya adalah “Puncak Asmara”. Lagu yang pernah dipopulerkan oleh mendiang Utha Likumahuwa  pada jelang akhir tahun 1980-an, di daur ulang dengan melibatkan pula rapper Saykoji.

Pada waktu berikut, mari kita tunggu bersama album terbaru dari ayah 3 orang anak yang semuanya putra itu. So, Rayen Pono sukses selalu. Tuhan berkati. XPOSEINDONESIA/dM

Must Read

Related Articles