Sabtu, Januari 31, 2026

Solidaritas Lewat Nada: Konser Amal Gitaris untuk Negeri Himpun Rp874 Juta untuk Pemulihan Sumatera

Musik kembali membuktikan dirinya sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan empati dan aksi nyata. Hal itu terasa kuat dalam “Konser Amal Gitaris untuk Negeri: Donasi untuk Pemulihan Sumatera” yang digelar Kompas Gramedia di Studio 1 KompasTV, Jakarta, Senin (26/1/2026) malam. Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, konser ini menghadirkan kolaborasi lintas generasi musisi Tanah Air sekaligus menjadi ruang solidaritas publik untuk membantu pemulihan wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan longsor.

Sebanyak 18 gitaris, sembilan penyanyi, serta 15 pelukis bergabung dalam satu panggung kemanusiaan yang tidak hanya menyajikan pertunjukan musik, tetapi juga pameran dan lelang karya seni. Disiarkan secara langsung melalui KompasTV dan berbagai kanal live streaming KG Media, konser ini membuka partisipasi masyarakat dari berbagai daerah untuk ikut berdonasi dan terlibat dalam gerakan solidaritas nasional.

Sejumlah lagu yang telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia menggema sepanjang malam, mulai dari “Tarik Pukat”, “Kampuang Nan Jauh”, “Dan”, “Bendera”, “Damainya Cinta”, “Panggung Sandiwara”, hingga “Laskar Pelangi”. Harmoni gitar dan vokal dari berbagai latar generasi menghadirkan suasana reflektif sekaligus membangkitkan optimisme bahwa kepedulian sosial dapat lahir dari ruang-ruang budaya.

Deretan gitaris yang terlibat di antaranya Andre Dinuth, BAIM, Denny Chasmala, Dewa Budjana, Eet Sjahranie, Eross Candra, Gugun Blues Shelter, Ian Antono, Jubing Kristianto, Ridho Hafiedz, Tohpati, hingga Endah Widiastuti. Mereka berkolaborasi dengan para penyanyi seperti Dira Sugandi, Arda Hatna, Ipang Lazuardi, Nadhif Basalamah, Tantri Syalindri, Sandy Canester, Lea Simanjuntak, Nyak Ina Raseuki (Ubiet), dan Uap Widya, menghadirkan warna emosional yang kuat sepanjang konser.

Gitaris Endah Widiastuti menegaskan bahwa musik memiliki peran strategis dalam menyuarakan kepedulian sosial. Menurutnya, konser ini menjadi bukti bahwa musisi tidak hanya hadir sebagai penghibur, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab kemanusiaan. Melalui musik, empati dapat disampaikan dengan cara yang menyentuh dan menggerakkan banyak orang untuk berbagi.

Ajakan berdonasi terus disuarakan sepanjang konser, dengan seluruh dana yang terkumpul disalurkan melalui Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK). Donasi tersebut akan difokuskan untuk mendukung tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak, terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan. Ketua Yayasan DKK Gesit Ariyanto menjelaskan bahwa fase pemulihan jangka panjang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Ia menyebutkan bahwa DKK telah merencanakan pembangunan fasilitas pendidikan di Pidie Jaya dan Aceh Timur, serta tengah menjajaki penyaluran bantuan untuk infrastruktur pendidikan dan kesehatan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Arief Nugraha menambahkan, konser ini menjadi pengingat bahwa Sumatera masih membutuhkan dukungan berkelanjutan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Ia mengapresiasi seluruh musisi, seniman, donatur, dan komunitas yang terlibat, sekaligus menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan tingginya solidaritas masyarakat Indonesia.

Selain penampilan musik, pameran dan lelang karya seni yang digelar di selasar Studio 1 KompasTV turut menjadi bagian penting dalam penggalangan dana. Empat gitar yang ditandatangani seluruh musisi serta lukisan karya 15 seniman dilelang untuk publik. Pameran tersebut kemudian dilanjutkan di Bentara Budaya Jakarta pada 20–31 Januari 2026. General Manager Bentara Budaya & Communication Management Kompas Gramedia, Ilham Khoiri, menyampaikan bahwa seluruh hasil lelang disumbangkan sepenuhnya untuk pemulihan Sumatera, sebagai wujud kepedulian seniman terhadap isu kemanusiaan.

konser amal gitaris untuk negeri 03
konser amal gitaris untuk negeri 03

Hingga akhir konser, total donasi yang berhasil dihimpun dalam satu malam mencapai Rp874.335.764. Sebelumnya, DKK juga telah menggalang donasi publik sepanjang 28 November hingga 21 Desember 2025 dengan total Rp5,06 miliar, yang telah disalurkan melalui berbagai kolaborasi dengan lembaga dan komunitas kemanusiaan.

Kompas Gramedia memastikan penggalangan donasi untuk pemulihan Sumatera akan terus dibuka hingga 11 Februari 2026. Seluruh hasil donasi akan diumumkan secara transparan melalui kanal KG Media. Melalui konser amal ini, musik, seni, dan solidaritas kembali dipertemukan dalam satu tujuan: membantu Sumatera bangkit dan pulih bersama. XPOSEINDONESIA/IHSAN

Must Read

Related Articles