Setelah menarik perhatian lewat sejumlah rilisan yang berani dan tak kompromistis, Serdadu Sam kembali menegaskan posisinya di peta musik alternatif Indonesia melalui album penuh bertajuk Kronik. Album ini menjadi penanda fase kreatif paling personal dari proyek musik yang digawangi Kenny, sekaligus pernyataan artistik yang menolak tunduk pada pakem industri arus utama.
Nama Serdadu Sam sebelumnya dikenal lewat single “Kami Adalah Badai”, “Agrippina”, reinterpretasi berani atas karya klasik Harry Roesli “Setengah Tiang”, hingga “The Lady with the Sapphire in Her Eyes”. Namun melalui Kronik, Kenny melangkah lebih jauh dengan menghadirkan album konseptual yang dibangun sebagai rangkaian audio-naratif, bukan sekadar kumpulan lagu lepas.
Terdiri dari 13 trek, Kronik disusun layaknya bab-bab dalam sebuah buku hidup. Setiap lagu merekam fragmen kegelisahan batin, refleksi sosial, dan pencarian eksistensi manusia—mulai dari ambisi dan ketamakan, kegagalan, perpisahan, pertobatan, kehilangan, hingga bara semangat untuk terus bertahan dan memperjuangkan kehidupan yang lebih baik. Pendekatan ini menjadikan Kronik sebagai pengalaman mendengarkan yang utuh dan berlapis.
“Kronik adalah dokumentasi batin. Saya tidak sedang membuat album komersial, saya sedang menulis catatan untuk dipahami, oleh siapa pun yang pernah merasa sendiri, lelah, tidak berdaya dihantam kerasnya kehidupan, dan ditelan kekecewaan di tengah keramaian, namun tetap harus berjuang menjalani hidup yang terus berjalan,” ujar Kenny.
Materi album ini sejatinya telah dirancang sejak 2021. Proses penulisannya bertumpu pada pengalaman personal, hasil observasi sosial, serta kisah orang-orang terdekat di sekeliling Kenny. Hampir seluruh lagu ditulis dalam Bahasa Indonesia, kecuali “Setengah Tiang”, dengan pendekatan lirik yang naratif namun tetap puitis.
“Menulis dalam Bahasa Indonesia punya tantangan tersendiri. Saya berusaha menghindari klise, tapi juga tidak ingin terlalu bersayap,” kata Kenny.
Eksplorasi musikal dalam Kronik juga tampak dari keberanian Serdadu Sam menghadirkan lagu-lagu berdurasi tidak lazim. Salah satunya “Kalibut”, sebuah nomor progresif rock berdurasi lebih dari 12 menit yang mengangkat konflik Gaza sebagai latar cerita. Kenny secara sadar menolak batasan industri yang sering mengekang durasi dan struktur lagu.
“Saya tak ingin dibatasi aturan industri soal durasi. Cerita sebuah lagu selesai saat ia selesai—bukan saat timer berhenti,” tegasnya.
Salah satu momen penting dalam album ini adalah reinterpretasi “Setengah Tiang”, karya maestro musik Indonesia Harry Roesli. Dengan restu keluarga almarhum, Serdadu Sam menghadirkan ulang lagu tersebut dengan sentuhan brass dan pendekatan emosional yang kontekstual dengan zaman sekarang.
“Kami tidak ingin meng-cover. Kami ingin berdialog dengan masa lalu,” ujar Kenny.
Sementara itu, “Agrippina” yang sebelumnya dirilis dalam EP Rencana Tiga Belati—dan sempat masuk nominasi AMI Awards 2022 untuk kategori Karya Produksi Progressive Terbaik—menjadi fondasi estetika musik Serdadu Sam yang progresif, melankolis, dan eksperimental.
Album Kronik juga memuat single unggulan “Dan Akhirnya Selamanya”, kolaborasi dengan Bemby Gusti (drummer Sore Ze Band). Lagu ini merupakan pesan personal Kenny untuk kedua putrinya, tentang menerima hidup, menghadapi kekecewaan, dan menemukan makna dalam kebahagiaan yang disyukuri.
“Saya menganggap lagu ini sebagai My Way-nya Serdadu Sam,” kata Kenny.
Dalam proses produksinya, Kronik melibatkan deretan musisi dan kolaborator lintas generasi, antara lain Rama Moektio, Dave Lumenta, Bemby Gusti, Mondo Gascaro, Denny Chasmala, Fajar Adi Nugroho, Indro Hardjodikoro, Andre Dinuth, Adra Karim, Yai Item, hingga Moscow Metropolitan Session Orchestra. Album ini diproduksi di Studio 168, dengan Serdadu Sam dan Fay Ismail sebagai produser, mixing oleh Fay, serta mastering oleh Dimas Pradipta.
“Kolaborasi adalah pola kerja yang saya nikmati karena setiap musisi dapat menyuntikkan nyawa pada lagu-lagu saya,” ujar Kenny.
Ke depan, Serdadu Sam juga merencanakan showcase untuk memperkenalkan Kronik secara langsung kepada pendengar, sekaligus menyiapkan perilisan album ini dalam format fisik dan digital.
“Saya berharap album ini dapat memberikan pengalaman musikal yang berbeda kepada para pendengar yang bersedia meluangkan waktu untuk mendengarkan dan mengenal karya ini lebih jauh,” tutup Kenny.
Album Kronik dirilis melalui kerja sama dengan label rekaman demajors dan sudah dapat dinikmati mulai 16 Januari 2026 di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, TikTok Music, dan Langit Musik. XPOSEINDONESIA/IHSAN

