Selasa, Januari 13, 2026

Glenn, Dia adalah …. The Last Punk? Bisa Jadi!

Glenn Anthony Nelwan, begitu nama lengkapnya. Rocker, penuh tato. Dan he is real frontman.  Sosoknya bila di atas panggung, ah Sid Vicious? Sort of. Yang jelas bandnya memang dikasih nama, The Vicious Boys. Dan emang Punk Rockers tulen.

Glenn Vicious eh manksudnya, Glenn and The Vicious Boys. Ia mendirikan grupnya tersebut pada 17 September 2020. Sebelum itu, ia pernah memiliki band lain. Antara lain, ada Trasher bersama Didit Saad. Lalu juga ada SHID, bersama Arry Roxx. Zaman band-bandnya itu, saat sering nongkrong di Pid Pub, Pondok Indah.

Well, ia mengaku terinspirasi dengan para legenda punk memang. Tentu saja Sex Pistols pertama. Tapi dia juga mengidolakan Misfits. Juga Social Distortion. Sampai The Stroke. Dan The Clash.

Jadi, musik grupnya memang berbau band-band yang inspired dia banget itu. Musiknya terbilang sangat kental aroma punk yang agresif, total dan menggebu-gebu. Penuh semangatlah. Dan tentu saja ada suasana rebel dan kritik sosial yang bertebaran.

Tato-tato gw menunjukkan kerebelan gw? Ah ga juga. Tapi gw emang suka tato. Begitu ceritanya. Etapi, bicara tato bro Glenn, tato pertama elo itu kapan dibikinnya? Dia menjawab dengan cepat, sekitar 1989. Gambar tato pertamanya adalah…. Cornelia Agatha! Di lengan kirinya. Ceritanya mereka dekat bangetlah saat itu.

Oh, peceren maksudnya bro? Yoa, begitu jawabnya. Ceritanya, masak gw ditantang. Kalau kamu berani dan emang sayang coba tattoo muka gw. “Lha dia masak nantang gw bro. Hahaha. Gw langsung bilang, siapa takut? Jadi dah!” Berarti masih ada sampai sekarang?

Glenn tertawa lebar. Sebenarnya udah ga kelihatan lagi. Udah dia make-up, dan akhirnya jadinya sekarang, gambar cewek Indian! Hehehe. Soalnya, masa pacarannya kan sudah lewat. Mereka sudah hidup masing-masinglah…. Tapi kami tetap berteman baik, lanjut Glenn lagi.

Sebagai bukti adalah, Cornelia Agatha bersedia mendukung rekaman album terbarunya. Lia, mengisi dengan pembacaan puisi karya Rendra, yang dipilihnya sendiri. Ternyata Lia juga cukup mengikuti terus perjalanan bermusiknya. Dan saat Glenn iseng mengajaknya, Lia langsung bersedia.

Punk dan tattoo. Balik ke tato ya bro. Seluruh badan elo ditato kah? Iya, jawab Glenn. Semua, tetapi hanya bagian depan. Di bagian belakang sih ga ada bro. Dia memang senang tato. Saat bikin tato pertama selesai dan bagus….eh kelihatannya ia jadi ketagihan.

Menyoal album terbarunya, ia dan teman-temannya sepakat memilih judul JIU. Artinya, atau bacanya Kiu. Ada 9 lagu dan situasi albumnya juga memperlihatkan 9 simbol yang kuat, dari kehidupan. Peluru misalnya, Knuckle atau kepalan tangan besi, uang, juga burung Merpati. Dan launchingnya, berupa release party, sengaja dipilih tanggal 9 Januari.

Mengenai ke 9 lagu yang ada dalam album terbaru mereka, Glenn menjelaskan keseluruh lagu untuk sisi musiknya ditulisnya sendiri. Sementara lirik lagu, diselesaikan barengan para pemusiknya. Mereka adalah Phitoy dan Bayu, double-guitarist. Lalu ada Rico (drummer) dan Nicky, sebagai bassist.

Kemudian apa pendapat Glenn tentang scene Punk Rock dewasa ini di Indonesia ini? Ada yang berbedakah dengan skena di masa sebelumnya? Menurut Glenn, Punk itu kan komunitas, yang semuanya setara. Bedanya, kalau saat ini ada gap, ada perbedaan-perbedaan. “Tapi masih sama sih perjuangannya,”sambung Glenn.

Glenn lantas memberi contoh juga pada proses pengerjaan album terbarunya. Dia dan bandnya menggarap album tersebut di Bali. Prosesnya panjang banget dan, berdarah-darah. Dan di sana, sambung Glenn, mereka didukung atau disupport kalangan punk di Bali.

Berarti berbeda sih memang terjadi perbedaan-perbedaan. Semoga tidak lantas menjadi pertikaian-pertikaian. Semoga tidak dan memang tidaklah, ucap Glenn. Kedepannya eksistensi punk rock tidaklah bisa dipandang sebelah mata.

Karena menurut Glenn, dan ia meyakini betul, bahwa terjadilah proses evolusi terhadap perkembangan musik punk di Indonesia. Evolusi untuk menjadi lebih baik. Tak bisa dipandang sebelah matalah, sambungnya.

And Glenn, The Last Punk till you die, maksudnya apa sih? Glenn menganggukkan kepalanya mantap. Well, “it’s my job also to make punk rock elite. Jadi, I’m standing here even I’m the last punk. Ga papa. Tetap teruslah. Itu icon yang dia buat sendiri, untuk memotivasi dirinya.

Mengenai album Jiu, dengan didukung video klipnya, “Drama”. Lagu tersebut sudah bisa didengar di berbagai platform digital yang ada. Kemudian klip “Drama”, sudah bisa ditonton pada kanal youtube.

Agresifitas musik dari Glenn and the Vicious Boys masih terasa ada. Walau mungkin tak lagi terlalu menggebu-gebu. Glenn menyebutnya ada proses pendewasaan. Mungkin bisa berarti kompromistis pada selera kebanyakan? Bisa jadi tidak. Tapi kalaupun pendewasaan itu berarti mereka masuk pada selera bermusik yang “lebih menyenangkan”, mengapa tidak?

Tidak seagresif dan sekeras sebelumnya? Secara eksplisit tidaklah kentara. Tapi harus diakui musik mereka terasa betul menjadi sedikit lebih “bersahabat”. Terkesan musiknya lebih bisa dikonsumsi oleh lebih banyak orang.

Glenn & The Vicious Boys
Glenn & The Vicious Boys

Tapi muatan kritik sosial tetap mereka andalkan. Bertebaran di semua lagunya. Kritik sosial terhadap pemerintah dan negara. Bahwasanya, negeri kita saat ini masih belum baik. Teristimewa dari sisi penegakan hukumnya. Hukum masih belumlah adil untuk seluruh lapisan masyarakat, jelas Dlenn di ujung perbincangan.

Sukses untuk Glenn dan teman-temannya! Keep Rockin’, dude. Tetaplah ekspresif, bila on stage! XPOSEINDONESIA/dM

Must Read

Related Articles