Upaya mengangkat kembali kejayaan Jalur Rempah sebagai identitas maritim Indonesia kini dikemas dalam pengalaman wisata eksklusif. The Apurva Kempinski Bali resmi meluncurkan program Spice Route Voyage, sebuah perjalanan mewah selama tujuh hari yang mengajak wisatawan menelusuri jejak perdagangan rempah Nusantara dengan kapal pinisi tradisional. Program ini digelar melalui kolaborasi strategis bersama Yacht Sourcing dan dijadwalkan memulai pelayaran perdana pada April 2026.
Peluncuran ini menjadi bagian utama dari kampanye tahunan resor bertajuk Powerful Indonesia: Spice Route Legacy, sekaligus menegaskan posisi resor bintang lima tersebut sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan kemewahan, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik dan mendalam.
Selama ribuan tahun, Indonesia dikenal sebagai pusat rempah dunia. Komoditas seperti cengkeh, pala, lada, dan cendana menjadikan kepulauan ini terhubung dengan peradaban besar di Asia hingga Eropa, membentuk jaringan perdagangan global jauh sebelum era penjelajahan modern. Narasi sejarah inilah yang kini dihidupkan kembali dalam bentuk perjalanan tematik yang memadukan eksplorasi budaya, sejarah, dan kemewahan.
Dalam program ini, tamu akan menjalani pelayaran selama lima hari menggunakan kapal schooner pinisi kayu yang dibuat secara tradisional oleh pengrajin Indonesia. Rute perjalanan dirancang secara musiman dan mencakup destinasi-destinasi legendaris Jalur Rempah seperti Maluku Utara Ternate dan Tidore sebagai Kepulauan Cengkeh, Kepulauan Banda yang terkenal sebagai penghasil pala dunia, hingga wilayah Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur yang memiliki sejarah kuat sebagai pusat kerajaan maritim.
Setelah pelayaran, pengalaman berlanjut dengan menginap dua malam di Nusantara Presidential Villa di kawasan resor. Paket darat ini dirancang eksklusif untuk maksimal enam tamu dan mencakup layanan premium, mulai dari sarapan harian, layanan penjemputan mewah, jamuan makan malam bertema kerajaan yang terinspirasi perdagangan rempah, Afternoon Tea, sesi koktail bertema Jalur Rempah di L’Atelier by Cyril Kongo, hingga perawatan relaksasi di Apurva Spa.
General Manager The Apurva Kempinski Bali, Vincent Guironnet, menegaskan bahwa peluncuran program ini merupakan bagian dari visi jangka panjang resor dalam menghadirkan kemewahan yang memiliki makna budaya. Menurutnya, peran hotel tidak hanya sebagai tempat menginap, tetapi sebagai jembatan bagi tamu untuk terhubung dengan warisan besar kepulauan Indonesia.
Kolaborasi dengan Yacht Sourcing juga memperkuat nilai keberlanjutan dan pelestarian budaya maritim. Perusahaan yang berdiri di Bali pada 2016 tersebut dikenal sebagai salah satu operator rekreasi laut terkemuka yang berkomitmen menjaga tradisi pembuatan kapal pinisi sekaligus memberdayakan komunitas pelaut dan pengrajin lokal. Pendiri dan CEO Yacht Sourcing, Boumedienne Senous, menekankan bahwa kemewahan masa depan adalah pengalaman yang memberikan manfaat bagi alam, budaya, dan masyarakat setempat.
Sinergi kedua brand sebenarnya telah terjalin sebelumnya, termasuk melalui penyelenggaraan gala dinner eksklusif di Black Stone Yacht Club pada 2024 yang menampilkan kurasi menu dari chef berpengalaman Michelin dari Koral Restaurant. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi pengembangan pengalaman tematik berskala lebih besar seperti Spice Route Voyage.
Tahun 2026 juga menandai tujuh tahun perjalanan The Apurva Kempinski Bali dalam membangun identitas sebagai destinasi luxury hospitality berbasis budaya. Melalui kampanye Powerful Indonesia: Spice Route Legacy, resor menghadirkan rangkaian aktivasi sepanjang tahun yang mencakup pengalaman gastronomi, seni, kebugaran, dan eksplorasi budaya yang berakar pada narasi Jalur Rempah.
Peluncuran program ini sekaligus menjawab tren global di sektor pariwisata premium, di mana wisatawan kelas atas kini semakin mencari pengalaman yang autentik, personal, dan imersif, bukan sekadar fasilitas mewah. Dengan memadukan layanan kelas dunia dan integritas budaya, The Apurva Kempinski Bali menargetkan segmen pelancong yang menginginkan perjalanan bermakna sekaligus eksklusif.
Reservasi untuk Spice Route Voyage telah dibuka, dengan keberangkatan perdana dijadwalkan mulai April 2026. Program ini diharapkan menjadi salah satu ikon baru wisata bahari premium Indonesia sekaligus memperkuat narasi Jalur Rempah sebagai warisan dunia yang hidup kembali melalui pengalaman modern. XPOSEINDONESIA/IHSAN



