Industri distribusi perjalanan umroh di Indonesia memasuki babak baru. PT Kanomas Arci Wisata, perusahaan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai wholesaler business-to-business (B2B) produk umrah, resmi melepas jalur distribusi konvensional dan beralih ke sistem digital lewat peluncuran Kanomas Umroh & Leisure Distribution Platform berlabel Kunet.
Momen peluncuran yang mengusung tema “Shining Shimmering Kanomas” itu digelar di Kempinski Grand Ballroom, Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Ratusan mitra strategis hadir dalam acara tersebut, mulai dari perwakilan maskapai penerbangan, kedutaan besar, jajaran hotel, National Tourism Organization (NTO), travel agent, hingga awak media.
Kunet dirancang sebagai satu pintu yang menyatukan seluruh kebutuhan travel agent, mulai dari paket umroh, paket leisure internasional, tiket pesawat, hotel, visa, land arrangement, group series, private trip, sampai berbagai layanan pendukung perjalanan lainnya. Aplikasi ini sudah bisa diunduh di perangkat Android maupun iOS, sehingga mitra bisnis dapat mencari, memesan, membayar, hingga memantau transaksi secara real time tanpa harus berpindah-pindah sistem.
Direktur Utama PT Kanomas Arci Wisata Abdul Azziz mengatakan peluncuran platform ini tidak lepas dari dukungan pelanggan, mitra, dan rekan bisnis yang telah menemani perjalanan Kanomas selama bertahun-tahun. Menurutnya, momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik tolak untuk memperluas jaringan dan membuka peluang baru bagi seluruh pemangku kepentingan di industri perjalanan. “Kami percaya bahwa masa depan industri perjalanan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh bagaimana teknologi mampu menghubungkan seluruh pelaku industri dalam satu ekosistem yang efisien, transparan, dan saling menguntungkan,” lanjutnya.
Pandangan senada disampaikan Komisaris Utama Kanomas Mirfad Shabibi. Ia menilai pelanggan di era digital menginginkan layanan yang cepat, transparan, dan mudah diakses, sehingga perusahaan tidak bisa lagi sekadar mengikuti arus perubahan, melainkan harus ikut membentuk arah industri perjalanan ke depan. “Kami percaya perpaduan antara teknologi dan kolaborasi yang kuat akan melahirkan peluang-peluang baru yang bermanfaat bagi seluruh pihak.” katanya.
Peluncuran Kunet datang pada waktu yang tidak sembarangan. Berdasarkan penelusuran yang merujuk pada data otoritas Arab Saudi, Indonesia kini berada di posisi kedua dunia sebagai negara pengirim jemaah umroh terbanyak, hanya kalah dari Pakistan, dengan jumlah jemaah diperkirakan mencapai sekitar 1,8 juta orang sepanjang tahun lalu.
General Manager Kanomas Adi Saputra memaparkan bahwa lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten, menyumbang sekitar 1,25 juta jemaah dari total jemaah yang tercatat tahun lalu. Jawa Barat tercatat sebagai penyumbang terbesar dengan sekitar 330 ribu jemaah. Panjangnya antrean haji, menurut Adi, turut mendorong masyarakat memilih umroh sebagai alternatif ibadah ke Tanah Suci.
“Hari ini menjadi sebuah langkah nyata sekaligus langkah besar yang diambil oleh Kanomas. Selama beberapa tahun terakhir Kanomas dikenal sebagai wholesaler B2B untuk produk umrah. Kini kami mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar seluruh proses bisnis menjadi lebih efisien,” ujar Adi.
Yang menarik, pertumbuhan pasar justru paling deras terjadi di segmen kelas menengah, kelompok yang menurut Adi bukan tergolong kaya maupun miskin, namun memiliki keberanian berbelanja tinggi demi gaya hidup. Karakter konsumen yang mayoritas berasal dari kalangan pegawai ini digambarkannya lewat kebiasaan belanja mereka sehari-hari. Adi menambahkan, peluncuran platform ini menjadi langkah besar bagi perusahaan yang selama ini identik dengan bisnis wholesaler B2B produk umrah.

Bagi Kanomas, gagasan membangun sistem yang benar-benar terintegrasi sesungguhnya sudah dirancang jajaran komisaris Kanomas sejak lebih dari tiga tahun lalu, ketika proses bisnis umroh di perusahaan itu masih serba manual, mulai dari permintaan inventaris hingga konfirmasi transaksi.
Rencana tersebut baru terwujud setelah melalui diskusi panjang dengan para pemangku kepentingan dan mendapat dukungan penuh dari supplier maupun mitra travel, termasuk kesediaan mereka mengintegrasikan sistem masing-masing ke dalam sistem Kanomas. “Kalau diibaratkan, kita sudah punya bahan-bahannya, dan setelah semuanya tersedia akhirnya bisa kita satukan menjadi sebuah produk yang utuh.” ujar Adi menggambarkan proses tersebut.
Salah satu keunikan Kunet adalah sasarannya yang tidak hanya menyentuh travel agent berbadan usaha resmi. Platform ini juga membuka ruang bagi individu seperti ustaz, pimpinan majelis taklim, atau pemimpin komunitas pengajian yang memiliki banyak jemaah namun belum memiliki izin usaha travel.
Kelompok ini cukup memilih paket yang tersedia, bahkan bisa menempelkan identitas komunitasnya sendiri pada paket tersebut, dan otomatis memperoleh komisi dari setiap transaksi yang terjadi. Skema ini membuka peluang cuan baru bagi tokoh masyarakat yang selama ini kerap menjadi rujukan jemaah sebelum berangkat umroh, tanpa harus mengurus perizinan usaha travel dari nol.
Adi menegaskan, seluruh kebutuhan mitra kini tersedia dalam satu tempat yang bisa diakses lewat berbagai perangkat. “Semua kebutuhan sudah tersedia dalam satu tempat. Bisa diakses melalui handphone, komputer maupun perangkat lainnya sehingga proses menjadi lebih seamless. Platform tersebut kini telah tersedia dan dapat diakses melalui perangkat Android maupun iOS,” pungkasnya.
Dukungan Kanomas terhadap mitra tidak berhenti pada aplikasi. Perusahaan tengah menyiapkan function room di Gedung Kanomas Tower yang akan dipakai rutin dua kali seminggu untuk sesi edukasi bagi para mitra travel, mulai dari pembekalan manasik, manajemen bisnis umroh, edukasi dari maskapai penerbangan, hingga pengelolaan keuangan bersama pihak perbankan.
Dengan bekal pengalaman lebih dari dua dekade di industri travel konvensional yang dipadukan dengan pengalaman di perusahaan teknologi, Kanomas meyakini Kunet dapat menjadi jembatan antara supplier global dengan jaringan travel agent di seluruh Indonesia, sehingga tercipta proses bisnis yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi seluruh ekosistem industri perjalanan umroh dan leisure di Tanah Air. XPOSEINDONESIA/AM


