Ayo ke Belitung di Akhir Tahun 2020

16 November 2020

Desember  bakal datang,  liburan ahir tahun  2020 bakal menjelang, sementara pandemic Covid 19 diharapkan perlahan semakin menyurut. 

Untuk menyambut  datangnya l,iburan Natal, dan Tahun Baru Pemerintah Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung melakukan berbagai terobosan dan inovasi guna mendatangkan kunjungan wisatawan baik mancanegara dan domestik ke daerah itu sampai akhir 2020.

Pemerintah Kabupaten Belitung telah melakukan berbagai promosi dengan memanfaatkan peran influencer dan Youtuber untuk membagikan informasi seputar pariwisata Belitung yang layak dikunjungi  karena aman dan nyaman,  Sambil menebar hastag #diIndonesia aja

Beltung sendiri memiliki sejumlah  destinasi yang tak kalah dari Bali. Sejumlah Pantai yang menawan serta  telah mengadopsi protokol kesehatan yang ketat dan didukung zona hijau atas Pandemi Covid 19.  

Bupati Belitung H. Sahani Saleh, S.Sos mengatakan,  Pemda bersama para pelaku usaha wisata di Belitung, siap menyambut kedatangan wisatawan akhir tahun. Dan merasa sangat optimis,  Belitung layak dikunjungi karena aman dan nyaman bagi pengunjung.

“Kami menerapkan protokol kesehatan yang ketat, di seluruh sektor pariwisata mulai hotel, rumah makan, kedai kopi, destinasi wisata hingga pemandu wisata hingga driver,” katanya dalam Seminar bersama Forwaparekraf Minggu (5/11/2020).

Sahani menegaskan optimisme dalam menerima kunjungan wisatawan karena pemerintah sudah melakukan sosialisasi dengan mengundang seluruh pelaku wisata di Kabupaten Belitung saat diberlakukan adaptasi kebiasaan baru pada Juli 2020.

"Kami bahu membahu bersinergi serta melakukan langkah strategis dalam menangani pandemi Covid19 di sektor pariwista," tegas Sahani.

Sementara itu Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenperaf), Edy Wardoyo mendorong pelaku industri wisata hotel untuk melakukan sertifikasi protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability).

Menurut Edy, “sertifikasi CHSE merupakan hal penting untuk diterapkan oleh industri pariwisata demi memulihkan kepercayaan wisatawan. Agar wisatawan merasa aman dan nyaman," kata Edy.

Menurut Edy,  tahapan program sertifikasi CHSE yang dibiayai Kemenparekraf layak dimiliki, terlebih  tak ada biaya  yang dibebankan biaya kepada pengelola destinasi dan usaha pariwisata.

“Program sertifikasi ini gratis, namun Kemenparekraft secara berkala akan memantau dan melakukan audit terhadap pelaksanaan CHSE itu sendiri,” tukasnya. XPOSEINDONESIA Teks dan Fotto : Dudut Suhendra Putra

 

More Pictures

Last modified on Monday, 16 November 2020 10:05
Login to post comments