Kepulauan Bangka Belitung Terapkan  Protokol Kesehatan CHSE

12 September 2020

Kepulauan Bangka Belitung termasuk zona hijau Covid. Mayoritas destinasi  di sini adalah wisata alam terbuka. Namun  begitu penerapan  Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) di masa pandemic ini  tetap dinilai penting  dilaksanakan, agar wisatawan tetap aman saat berwisata. 

 

Demikian pendapat Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baperekraf, Hari Santosa Sungkari, saat “Sosialisasi CHSE Kepulauan Bangka Belitung", Jumat (11/09/2020),

"Meskipun di sini alam terbuka, namun protokol kesehatan berbasis CHSE harus tetap diterapkan, pelaku pariwisata dan wisatawan juga harus tetap mematuhi aturan. Sekarang itu bukan lagi bersih pangkal sehat, tapi bersih pangkal sejahtera," ujar Hari. 

Hari  lebih lanjut mengatakan demi menerapkan pentingnya physical distancing yang efektif, maka  jumlah wisatan yang datang  ke satu lokasi, tetap harus dikontrol, yaitu maksimal 50 persen dari daya tampung 

Dalam sosialisasi CHSE  ke Kepulauan Bangka Belitung tersebut turut hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Babel, M. Hendri; STP Bandung, Pudin Saepudin; Direktur Pengembangan Destinasi Regional 1, Oni Yulfian.

Di tengah sosialisasi diserahkan pula bantuan fasilitas CHSE dan dukungan pengembangan atraksi aksesibilitas, amenitas bagi destinasi wisata di Bangka Belitung yang diserahkan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni Darlan

Menurut Darlan, Kepulauan Bangka Belitung memang termasuk zona hijau COVID-19 namun diharapkan wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Bangka Belitung tetap harus menerapkan protokol kesehatan dengan benar dan disiplin. 

“Kami telah membuka destinasi wisata. Tapi kami juga berharap semua harus bersama-sama tertib menerapkan protokol CHSE. Dari sosialisasi CHSE ini kami juga harapkan dapat membantu memasyarakatkan gerakan berwisata aman di tengah masa pandemi,” ujar Darlan. 

Lebih lanjut, Darlan menyebut Kepulauan Bangka Belitung adalah destinasi wisata yang memiliki ciri khas yang berbeda dari destinasi wisata lainnya sehingga banyak menjadi favorit wisatawan.

“Pulau Belitung indah, sangat eksotis, pantainya tidak ditemukan di tempat lain. Budayanya punya ciri khas. Dan  Bangka Belitung itu seperti miniatur NKRI. Kami terdiri dari suku dan budaya berbeda, bahasa pun berbeda, tapi kita tidak mengalami gesekan sosial,” ujar Darlan.  XPOSEINDONESIA Foto : Biro Komunikasi Kemenparekraf

More Pictures

 

 

 

 

Last modified on Sunday, 13 September 2020 12:54
Login to post comments