Forwaparekraf Melonggok Keraton Cirebon 

28 August 2020

Untuk melihat kesiapan destinasi wisata dalam menyongsong adaptasi kebiasaan baru (AKB) di tengah pandemi COVID-19, Forum Wartawan Pariwisata Ekonomi dan Kreatif (Forwaparekraf) melakukan Press Tour dan Seri Diskusi ke Kota/Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung sepanjang mulai 27-30 Agustus 2020.

 "Lewat  kegiatan ini, kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat  tentang kesiapan Provinsi Jawa Barat   dan para pimpinannya dalam menyambut kunjungan wisatawan," kata Johan Sompotan Ketua Forwaparekraf di Cirebon, Kamis, 27/08.

Menurut Johan pembukaan sektor pariwisata di Jawa Barat menjadi pemberitaan yang menarik. "Kami jadi mengetahui sejauh mana persiapan yang telah dilakukan," ujarnya.

Press Tour dan Seri Diskusi  menurut Johan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, agar selama kegiatan bisa berjalan sesuai anjuran yang ada. “38 orang wartawan yang ikut  serta dalam kegiatan ini wajib melakukan Rapit Test Antibody  dan menyertakan surat keterangan dokter  yang menyatakan hasil test non reaktif,” ungkapnya. 

Ada Wastafel Portable dalam Lingkungan Keraton 

Forwaparekraf Press Tour dan Seri Diskusi  di hari pertama  diarahkan ke  kota Cirebon Kuningan. 

Seperti diketahui,  Cirebon selama ini dikenal sebagai salah satu kota di Jawa Barat yang sangat kental unsur sejarah dan budaya. Terlebih, wilayah ini merupakan bagian dari sebuah Kasepuhan Cirebon yang masih memegang erat budaya secara turun temurun.

Keraton Kasepuhan  saat ini sesungguhnya masih dalam keadaan berduka. Raja mereka yakni Sultan Sepuh XIV Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat meninggal dunia pada Rabu, 22 Juli 2020. 

“Ya, betul, kami masih dalam masa berkabung. Sebelum dimakamkan di kompleks pemakaman Astana Gunung Jati Cirebon, Sultan Sepuh disemayamkan di pendopo ini,” ungkap Raden Muhammad Hafid Permadi, Kepala Bagian Pemandu Keraton Kasepuhan Cirebon ketika XposeIndonesia  mengkonfirmasi tentang wafatnya Raja Adipati Arief Natadiningrat.

Tahta Keraton Kasepuhan Cirebon kini berganti kepada  PRA Luqman,  putra mahota dari almarhum Sultan Sepuh XIV, “Prosesi pergantian tahta Sultan Sepuh XV akan dilakukan secara adat. Namun menunggu hingga masa berkabung lewat,” kata  Muhammad Hafid.

Lebih lanjut, Pemandu Keraton Kasepuhan Cirebon ini  menjelaskan  bahwa,  terdapat empat struktur utama yang menyangga berdiri Kasepuhan Cirebon  dengan kokoh.

"Empat struktur utama  itu adalah Masjid sebagai pusat dakwah dan pendidikan masyarakat, Pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat, Alun-alun sebagai pusat aktifitas seni dan budaya masyarakat serta Keraton sebagai pusat pemerintahan Keraton," jelasnya 

Dengan sentralnya peranan Keraton Kasepuhan Cirebon ini di tengah masyarakat, tentu sangat pantas bila Keraton yang arsitektur gedung-gedungnya terpengaruh sentuhan khas Jawa Kuno dan Eropa ini, dianggap sebagai simbol kebangkitan pariwisata Kota Cirebon.

Untuk tetap menjaga arsitektur bangunan, selain dilakukan perawatan rutin, Keraton  juga menggandeng berbagai pihak untuk dapat berkolaborasi melestarikan peninggalan sejarah dan budaya di dalamnya.  Tidak ketinggalan  Keraton juga berkolaborasi dengan program pendukung dalam penerapan protokol kesehatan.

"Saat ini ada beragam Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta dan BUMN membantu melestarikan bangunan Keraton serta mendukung fasilitas protokol kesehatan, seperti misalnya dengan penyediaan wastafel portable di berbagai titik di Keraton," ia menerangkan.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon, Wandi Sofyan menegaskan kota Cirebon sangat memperhatikan protokol kesehatan di berbagai destinasi wisata, khususnya di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon.

"Kami terapkan protokol kesehatan di setiap destinasi wisata Kota Cirebon. Ada program '3M' yang terdiri dari Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan. Seluruh langkah protokol ini dilakukan karena potensi wisatawan berasal dari kawasan zona merah," ujarnya.

Sementara itu, dalam rangka mendukung digitalisasi pariwisata di Kota Cirebon, “telah diluncurkan sebuah aplikasi yang dapat memudahkan wisatawan meng-update informasi pariwisata Kota Cirebon yang bernama Cirebon Wistakon yang dapat di-install via Google Play Store,” ujar Wandi. XPOSEINDONESIA Teks dan Foto : Dudut Suhendra Putra

 

More Pictures

 

 

Last modified on Friday, 28 August 2020 08:46
Login to post comments