Print this page

Keindahan Sisa Tambang Kosmetik di Danau Kaolin 

03 August 2019
Keindahan Sisa Tambang Kosmetik di Danau Kaolin 

Panorama indah danau Kaolin sekilas mengingatkan kita pada  pesona Kawah Putih di Ciwidey, Bandung.  Danau Kaolin pun seringkali dijadikan spot foto favorit bagi wisatawan. Konon, air di danau Kaolin juga bermanfaat buat kulit.

Danau Kaolin terletak di Desa Nibung, Kabupaten Bangka Tengah,  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Merupakan danau yang menjadi saksi bisu kekayaan tambang di Bangka Tengah. Danau itu terbentuk dari ceruk besar bekas penggalian kaolin yang dieksploitasi besar-besaran di kawasan tersebut. Kini, ceruk besar yang mirip kubangan itu kemudian menjadi danau yang menarik wisatawan.

Uniknya, air di danau Kaolin berwarna biru muda dan dikelilingi daratan berwarna putih. Paduan warna yang menakjubkan untuk diabadikan dengan lensa kamera. Para wisatawan yang datang ke tempat ini rata-rata memang mengincar keindahan tersebut. Pastinya sebagai spot foto selfie atau untuk kebutuhan pre- wedding.

Kaolin sendiri adalah mineral yang biasa digunakan di industri kecantikan seperti kosmetik. Bukan cuma itu, kaolin juga digunakan pada pasta gigi, kertas dan yang lainnya. Kaolin banyak digunakan karena sifatnya yang halus, putih, kuat, serta daya hantar listrik dan daya hantar panas yang rendah.

Sesuai dengan nama bahan tambang yang ada di danau ini, danau Kaolin terbentuk dari bekas tempat pertambangan kaolin yang telah ditinggalkan. Dinding-dinding bekas lubang galian kaolin memiliki warna putih yang bersih, sehingga tampak seperti salju yang menempel di tanah.

Danau ini semakin memesona ketika berpadu dengan air yang berwarna biru toska. Air yang tertampung di dalam lubang-lubang bekas pertambangan kaolin tersebut diperkirakan berasal dari air hujan dan mata air yang berada di dasar bekas lubang galian pertambangan itu sendiri.

Satu diantara anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) danau ini,  Ari,  mengatakan di hari biasa antara Senin-Kamis, biasanya  danau kaolin mampu menyedot 300-350 wisatawan. Namun pada saat week end dalam satu hari wisatawan yang hadir  bisa membludak, mencapai  angka 700-900 wisatawan.

“Untuk masuk ke sini kita gak perlu mengeluarkan kocek dalam-dalam. Cukup membayar retribusi kebersihan sebesar Rp 5 ribu untuk kendaraan roda empat, Rp 10 ribu untuk bis, dan Rp 2 ribu untuk kendaraan roda dua. Memang saat ini belum ada tiket masuk per kepala, karena itu tadi, masih banyak yang harus dibenahi,” ujar Ari

Satu diantara para pengunjung   bernama Ismiati, dari Jakarta mengatakan, ia sengaja memanfaatkan cuti bersama rekannya untuk berkunjung ke beberapa destinasi wisata di Bangka Belitung.

Ismiati mengatakan, pemandangan yang disajikan oleh danau bekas galian timah ini sangat memukau, ditambah udara sore saat itu cukup sejuk membuat dirinya betah berlama-lama untuk berswafoto disana.

Danau Kaolin sendiri pelan-pelan juga berbenah dan mempercantik diri.  Seperti pada tanggal 29 Juli lalu,  di situ dibuka wahana baru yakni perahu bebek yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), pengunjung bisa menyewa perahu dengan berkeliling di danau ijo selama 25 menit dengan tarif Rp 25 ribu.

Pengunjung Danau Kaolin paling banyak didominasi wisatawan dari Jakarta dan Palembang sedangkan dari mancanegara banyak dikunjungi oleh wisatawan dari Negara Belanda, Malaysia, Tiongkok, Cina, Jepang, Jerman dan Belgia

Memiliki daya tarik yang unik dan berbeda dari lainnya, Danau Kaolin ini masuk sebagai nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019. Danau ini merupakan objek wisata mini berupa bekas lubang tambang dan sudah ada sejak tahun 70-an.

Masuk sebagai nominasi, danau ini dianggap berbeda karena merupakan objek wisata pertambangan dan layak untuk dipromosikan. API sendiri merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam upaya membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia. XPOSEINDONESIA/Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Monday, 05 August 2019 11:59
XPOSE INDONESIA
Login to post comments