Pesona Pantai & Batu Granit di Tanjung Kelayang

02 August 2019

Pulau Belitung memiliki banyak destinasi wisata yang indah. Selain pasir putihnya yang  sangat terkenal itu, hal lain yang kita jumpai di pantai-pantai Belitung adalah hamparan batuan granit raksaksa yang memesona.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengundang travel agent dan media, termasuk XposeIndonesia  untuk menyaksikan keindahaan pulau ini dalam acara Exploring Bangka Belitung dari 27 Juli-1Agustus 2019.  

Berikut tulisan dan rekaman foto Dudut Suhendra Putra dari XposeIndonesia yang memperlihatkan keindahan  Kepulauan Bangka Belitung. Kunjungan diawali dari dermaga Pantai Tanjung Kelayang dilanjutkan ke pantai-pantai di sekitarnya: Pulau Garuda, Pulau Pasir, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, dan Pulau Berlayar.

Dikelilingi Pantai Indah.

Salah satu pantai yang wajib dikunjugi  ketika datang ke Belitung adalah  Pantai Tanjung Kelayang. Berlokasi di sisi utara Pulau Belitung, persisnya di kecamatan Sijuk, sekitar 27 kilometer dari Tanjung Pandang yang merupakan ibu kota Kabupaten Belitung.

Seperti kita tahu, Pantai Tanjung Kelayang sejak tanggal 15 Maret 2016  lalu, ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui peraturan pemerintah Nomor 6 Tahun 2016. Salah satu fasilitas unggulan di pantai  ini adalah Island Hopping.

Pemandangan di pantai ini  benar-benar unik. Di sebelah barat terdapat batu-batu granit dengan berbagai macam ukuran. Sementara di sisi sebaliknya terlihat hamparan pasir putih yang sedap dipandang mata.

Kemudian perjalanan dilajutkan ke pulau Garuda, yang berjarak sekitar 10 menit menggunakan perahu dari Pantai Tanjung Kelayang. Dan yang menjadi primadona di pulau ini adalah batuan granit raksasa yang puncaknya menyerupai kepala burung Garuda.

Sayangnya, kita hanya bisa menikmati semua itu dari perahu, karena pulau ini tidak boleh disinggahi.  Lantaran  tepi pantai yang terlalu dangkal, sehingga kapal tidak  bisa bersandar dan meletakan jangkar.

Rute selanjutnya adalah berkunjung ke Pulau Berlayar. Selain luasnya yang tidak seberapa bila dibandingkan pulau-pulau di sekitarnya, batu-batuan granit di pulau ini juga tak terlalu besar.

Meski begitu, bukan berarti batuan granit di sini tak kalah indahnya dengan batuan granit yang pulau yang lain. Kenapa ini disebut Pulau  Pulau Berlayar?  Ternyata, karena salah satu batunya ada yang menyerupai layar kapal yang sedang berkembang jika dilihat dari kejauhan.

Rute berikutnya  sampailah di Pulau Pasir, sebuah daratan, yang hanya terdiri atas pasir halus yang seolah menyembul dari dasar lautan.

Waktu terbaik mengunjungi pulau ini adalah  saat pagi hingga siang hari, ketika air laut sedang surut. Karena jika semakin sore, pulau ini pela-pelan akan lenyap seiring dengan naiknya permukaan air laut.

Sesudah itu para peserta Famtrip dibawa ke Pulau Lengkuas. Ini merupakan destinasi wajib saat mengunjungi Pulau Belitung.

Di pulau ini  terlihat mercusuar yang masih aktif hingga sekarang. Selain mercusuar yang terlihat gagah, terdapat pula  hamparan batuan granit yang seolah berserakan di mana-mana. Di tengah-tengahnya ada titik yang disebut sebagai “Telaga Bidadari”, yang merupakan kolam alami yang baru akan terisi ketika laut tengah pasang.

Usai mengunjungi Pulau Lengkuas perjalanan dilanjutkan ke Pulau Kepayang. Banyak yang menyebut, pulau  ini cocok buat beristirahat sejenak dari aktivitas island hopping.

Di pulau ini, bisa dinikmati beragam menu makanan laut, sambil memandang hamparan pasir putih yang putih.

Selain jelajah pulau, wisatawan yang datang ke sini juga disuguhi spot snorkeling yang sangat indah, persisnya di Pulau Lengkuas, sayangnya para peserta Famtrip hari ini tidak melakukan kegiatan snorkeling.

Di setiap tahun, Pantai Tanjung Kelayang telah menjadi area singgah yacht dari berbagai negara. Mereka bukan hanya menikmati keindahan pantai, namun juga menikmati sajian kuliner lokal. Sunset (matahari terbenam) di Pantai Tanjung Kelayang juga sangat ditunggu-tunggu para wisatawan, apalagi pemandangannya makin mempersona dengan latar belakang perahu-perahu nelayan. XPOSEINDONESIA/Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Friday, 02 August 2019 16:38
Login to post comments