Print this page

Festival Sandalwood 2019, Hadirkan Ragam Budaya Sumba

15 July 2019
Festival Sandalwood 2019, Hadirkan Ragam Budaya Sumba

Event tahunan Festival Sandalwood 2019 berjalan cukup sukses. Festival ini mendapatkan apresiasi besar dari publik. Selain cukup sohor, event ini sendiri mampu menggerakan perekonomian Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. 

 

Dilangsungkan pada 10-12 Juli 2019, event ini dibagi menjadi 2 bagian besar. Pertama sebagai rangkaian festival yang diawali "Expo Tenun Ikat Sumba" (11/7)  yang ditempatkan di Lapangan Pahlawan, Waingapu, Sumba Timur. Lalu keesokan harinya berlangsung Parade Kuda Sandal (12/7) yang digelar di Savana Puru Kambera, Kanantang, Sumba Timur.

Pada pembukaan festival ini ditampilkan ratusan penenun yang melakukakan kegiatan tenun secara kolosal yang melibatkan lebih dari 200 penenun. Para penenun yang seluruhnya didominasi kaum ibu tersebut tampak antusias mengikuti acara ini. 

Stand bazar yang cukup banyak juga menampilkan tenun dan pernak pernik karya asli Sumba. Lewat warna-warna alam yang ditampilkan, tampak apik menghiasi pembukaan festival ini.

Dalam sambutannya Bupati Sumba Timur, Gidion Mbiliyora menyatakan bahwa lewat event ini wisatawan bisa mengeksplorasi Tenun Ikat dan Kuda Sandal. Ada banyak keunikan yang ditawarkan di sini. Apalagi, Kuda Sandal ini asli Sumba dan menjadi ikon. Sebab, Sumba menjadi satu-satunya tempat di Indonesia yang menjadi tempat hidup Kuda Sandal,” ujar Gidion.

Dalam tanggapannya Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calender of Event (CoE), Esthy Reko Astuti menyampaikan bahwa Festival Sandalwood 2019 ini merupakan event luar biasa. "Peminatnya sangat besar, baik pada dunia maya maupun secara riil. Event ini punya potensi besar untuk mendatangkan wisatawan,” terangnya.

Kuatnya magnet event ini terlihat dari okupansi hotel dan mengacu informasi Dispar Sumba Timur tingkat okupansi hotel sehari jelang event mencapai 90%. Dari pergerakan wisatawan di Sumba Timur saat ini, dominasi hingga 90% merupakan wisnus. Untuk slot wisman sekitar 10% didominasi wisman dari Perancis dan Italia.

“Pergerakan wisatawan pada event Festival Sandalwood 2019 positif untuk perekonomian Sumba Timur. Kami berharap, nilai transaksi yang dihasilkan bisa optimal. Dengan begitu, masyarakat akan mendapat manfaat langsung dari event,” jelas Esthy lagi.

Secara mutu, Festival Sandalwood 2019 mendapatkan apresiasi dari Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Ia menegaskan, event akan mengangkat potensi lain dari Sumba Timur. “Sumba Timur ini sangat indah. Festival ini tentu menjadi media branding optimal. Setelah ini, beragam potensi di Sumba Timur akan optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang besar,” ungkap Menpar.

“Daya tarik besar dimiliki Festival Sandalwood 2019 dikarenakan warna budaya yang cukup dominan di sini. Festival ini memang selalu dinanti dan sangat potensial mendatangkan wisatawan. Saat ini okupansi hotel di Sumba Timur sudah maksimal,” kata Kadispar Sumba Timur, Umbu Maramba Meha. Ia melanjutkan bahwa event ini akan terus memiliki masa depan bagus di masa mendatang. – XPOSEINDONESIA Teks dan Foto : AM

 More Pictures

Last modified on Monday, 15 July 2019 18:13
XPOSE INDONESIA
Login to post comments