Jakarnaval 2019 : Perlihatkan Wajah Baru  Jakarta

01 July 2019

Minggu sore cerah. Matahari  bersinar cerah dan kuat. Ribuan masyarakat  memadati jalan depan  Balai Kota Jakarta yakni,  jalan Merdeka Barat.  Karena hari ini,  30 Juni sejak pukul 15.30 WIB digelar  Jakarnaval 2019.

 

Masyarakat sengaja datang untuk melihat  karnaval budaya yang diikuiti oleh 3500 partisipan dan 65 kendaraan hias. Peserta pawai yang berjalan kaki, bergerak dari kompleks Balai Kota menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) kemudian berputar ke Monas. 

Sedangkan parade mobil hias,  bergerak dari komplek Balai Kota menuju bundaran HI kemudian lurus menuju jalan MH Thamrin dan jalan Sudirman. Rute ini dipilih untuk menunjukkan wajah baru Jakarta. 

Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Hari Wibowo  menyebut, peserta karnaval datang dari lima wilayah, satu kabupaten.

“Mereka datang dari beragam Komunitas, ada Komunitas Motor Besar, Sepeda Ontel, Badut, Kostum Karnaval, Barongsai dan Liong, Cosplay Anime, dan lain-lain.  Konvoi diiringi marching band, tari kolosal, seniman jumping stilts, parade pencak silat,  serta parade kendaraan kustom,” jelas Hari.

Karnaval yang memperlihatkan adanya keragaman budaya lokal juga budaya internasional  dari Arab, Korea, China yang terdapat di Jakarta ini berlangsung  sangat meriah. 

Masyarakat  di sepanjang jalan dengan anthusias membalas lambaian tangan dari peserta parade. Ada beberapa masyarakat yang malah ikut berjoget, mengikuti irama dangdut yang diperdengarkan dari mobil peserta. 

Salah satu peserta pawai, yang mewakili warga Jawa Timur yang tinggal di Jakarta,  yakni dari kawasan Bantaran Jakarta menampilkan atraksi  Reog Ponorogo. Mereka  berhasil mengajak Gubernur DKI  Jakarta Anies Baswedan  turun dari panggung kehormatan, untuk kemudian naik pada Reog.

Dalam pidato pembukaannya, Gubernur Anies menyebut   pawai budaya ini dibuat dalam rangka perayaan ulang tahun ke-492 Kota Jakarta yang mengambil tema “Wajah Baru Jakarta”.  

“Kita menyadari, wajah baru  bukan  sekadar tampilan fisik saja, tapi  juga tentang kebaruan  cara memandang , cara bekerja dan cara berpikir,” kata Anies 

Ia kemudian mengajak  warga untuk melihat dan memperhatikan adanya pembangunan  trotoar yang luas, lebar di mana-mana. 

“Maka  jangan pandang fisiknya saja. Di balik  itu ada pergeseran prioritas.  Kita  menyadari alat transportasi yang dimiliki oleh semua orang  adalah kaki. Dan jalan  yang dibangun adalah jalan untuk kaki  dan jalan untuk roda. Trotoar yang besar, bukan sekadar nampak indah  tapi juga digunakan sebagai ruang interaksi antar warga, di mana  warga bisa berkegiatan di sana,” lanjur Anies.

Anies juga menyebut rangkaian semua acara yang dilakukan hari ini, telah dimulai dari seluruh wilayah Jakarta, dan  berjalan dengan baik.  “Ini menandakan  bahwa Jakarta adalah kota yang aman, damai dan warganya terlibat  dalam seluruh  kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemrov Jakarta!” XPOSEINDONESIA- Teks dan Foto Dudut Suhendra Putra

More Pictures

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Last modified on Monday, 01 July 2019 11:08
Login to post comments