Tanjung Lesung & Selat Sunda  Sudah Aman Dikunjungi

02 April 2019

Tanjung Lesung di Pandeglang  kembali bergerak.  Tiga bulan pasca terjadi tsunami Pemerintah  daerah dan pusat bergerak membagun kembali  daerah tersebut dengan segera. 

 

Pada saat tsunami terjadi sekitar  20 hotel rusak dengan taksiran kerugian  lebih dari Rp 150 miliar.  Selain kerugian fisik, bencana tersebut menyebabkan efek domino berupa pembatalan kunjungan wisatawan hingga 10 persen. Sebelum dilanda tsunami, tingkat hunian atau okupansi hotel dan penginapan di kawasan wisata Anyer, Carita, dan Tanjung Lesung mencapai 80–90 persen. 

Kini,  setelah kondisi  aman  dan terkendali,  Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara ke kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung di Pandeglang, mencapai satu juta orang setiap tahun.

Untuk mendatangkan wisatawan mancanegara pembangunan bandara dinilai menpar diperlukan di Banten. “Ada akses jalan tol karena dapat mempersingkat perjalanan wisatawan menjadi hanya dua jam saja .”ujar Menpar dalam jumpa pers di Tanjung Lesung Senin (1/4/2019)

Status daerah bencana pasca bencana seperti Tanjung Lesung, Banten yang terdampak tsunami Selat Sunda, memiliki pengaruh besar terhadap kunjungan wisatawan. Dalam hal ini media diharapkan bisa ikut berperan dalam menyebarluaskan kabar bahwa Tanjung Lesung dan Selat Sunda, kini  aman untuk dikunjungi.

Menurut Menpar, setelah bencana tsunami Selat Sunda terjadi, okupansi hotel di Banten termasuk Anyer yang tidak terkena dampak menjadi rendah. Rata-rata okupansi hotel di Banten termasuk Tanjung Lesung hanya mencapai 10-30%.

Tanjung Lesung sebagai KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) seluas 1500 hektar mulai beroperasi Februari 2015 melalui Peraturan Pemerintah Nomer 26 Tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung Kawasan ini dikelola oleh PT Jababeka Group Tbk melalui anak usahanyan PT Banten West Java (BWJ).

Untuk memikat wisatawan datang  ke Tanjung Lesung, sudah dipersiapkan berbagai program menarik. “Kita sedang mengembangkan program wisata pantai juga wisata desa. Selain itu kita juga mempersiapkan berbagai amenitas seperti beach club Lalasa,” ujar Presiden Direktur PT Banten West Java Purnomo Siswoprasetijo selaku pihak pengelola KEK Tanjung Lesung.  XPOSEINDONESIA  Teks dan Foto Dudut Suhendra Putra

More Pictures

 

Last modified on Tuesday, 02 April 2019 17:41
Login to post comments