Festival Bekudo Bono 2018, Ajang Tahunan Spektakuler dari Sungai Kampar

25 November 2018

Festival Bekudo Bono 2018 adalah sebuah event gelombang yang paling menantang, tidak berada di pantai seperti surfing pada umumnya, tapi jauh ke dalam Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.  

Gelombang air sungai yang kerap disebut Bono merupakan sebuah fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang menimbulkan ombak setinggi 3-6 meter yang tak putus, menggulung panjang hingga 50 kilometer, masuk jauh ke hulu sungai Kampar.

Festival yang resmi di buka di Lapangan Ruang Publik Kreatif Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, pada Jumat (23/11) malam lalu itu menghadirkan atraksi budaya khas Riau, Silat Api dan tarian melayu kreasi baru yang disebut dengan Tari Bono. Sementara Bono Surfing sendir baru di gelar pada hari Sabtu (24/11), sekitar pukul 11.00 WIB, yang mengambil lokasi di aliran Sungai Kampar di wilayah Teluk Meranti, Riau. 

Event yang dihadiri oleh Sekretaris Deputi Kemnpar RI, Dra. Riwud Mujirahayu, MPd, Wakil Bupati Pelalawan H. Zardewan MM, Kepala Dinas Pariwisa Riau, Fahmizal, ST, M.Si, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) H Tengku Mukhlis, dan beberapa pejabat terkait lainnya bertolak dari Pangkalan Kerinci dari Kantor Bupati Pelalawan.

Tiba di Teluk Meranti rombongan langsung menaiki speed boat untuk berangkat ke hilir Sungai Kampar menunggu Ombak Bono datang. Mengunakan tiga speed boat besar dan beberapa kapal kecil serta perahu karet, rombongan menuju Tanjung Membayang untuk menyaksikan gelombang Bono dengan jarak tempuh 30 menit dari pelabuhan Teluk Meranti.

Sementara para peselancar, tim juri, dan panitia melanjutkan perjalanan jauh ke hilir ke Tanjung Bebilah berdekatan dengan Blok F. Di perairan itu ombak Bono mulai terlihat dengan ketinggian dan lidah ombak yang bergulung-gulung. 

Dapat disaksikan para peselancar profesional dari mancanegara dan domestik menunjukan kepiawaiannya menunggangi gelombang dahsyat tersebut. Beberapa jam kemudian atraksi para surfer pun berakhir. Seremoni dilanjutkan di lapangan kantor Camat Teluk Meranti, Pelalawan. 

Dalam sambutannya, Sekretaris Deputi Kemenpar RI, Dra. Riwud Mujirahayu, MPd menyebutkan bahwa dirinya sangat terkesan dengan fenomena alam ombak Bono Sungai Kampar. “Saya menyaksikan sendiri gelombang besar tersebut dan cukup takjub melihat kejadian alam yang cuma bisa disaksikan di sungai Kampar ini. Fenomena unik ini, jujur saja menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang. Festival Bekudo Bono adalah the best event di Riau. Kenapa bisa seperti itu? Karena Kepala Daerah, Wakil Bupati, dan Kepala Dinas, sangat komitmen terhadap pariwisata,” katanya. 

Dijelaskan Riwud, komitmen CEO daerah sangat penting, agar dapat mendukung perekonomian masyarakat. “Prinsipnya, pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wisatawan dan tamu undangan yang hadir akan jajan. Itu yang membuat pariwisata terasa hingga ke akar. Dan beruntung Riau punya destinasi yang baik dan salah satu lokasi surfing yang hebat. Wisata Bono mungkin menjadi salah satu yang terbaik di dunia,” paparnya.

Dalam penutup sambutannya, Riwud juga menyatakan kesiapan Kemenpar untuk tak hanya membantu dari sisi publikasi ke mancanegara saja tapi juga membantu kebutuhan dalam proses pengembangan wisata ini untuk menaik perhatian para wisatawan dari berbagai penjuru dunia. – XPOSE INDONESIA/ AM

More Pictures

Last modified on Tuesday, 27 November 2018 12:57
Login to post comments