XPOSEINDONESIA.COM - XPOSEINDONESIA.COM - Hot Spot https://xposeindonesia.com Mon, 19 Aug 2019 15:07:11 +0700 Joomla! - Open Source Content Management en-gb Tomohon International Flower Festival Semakin Berkembang Terdukung KEK Likupang https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2722/tomohon-international-flower-festival-semakin-berkembang-terdukung-kek-likupang.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2722/tomohon-international-flower-festival-semakin-berkembang-terdukung-kek-likupang.html Tomohon International Flower Festival Semakin Berkembang Terdukung KEK Likupang
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut ajang Tomohon International Flower Festival (TIFF) akan semakin berkembang terdukung oleh pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus…

"Kapasitas bandara Sam Ratulangi akan diperbesar dari 2 juta menjadi 6 juta pertahun, pelebaran jalan dan tol agar investasi masuk ke KEK Likupang, dan adanya anjuran agar Pemda menonjolkan kekayaan budaya dengan menggelar event pariwisata," ujar Menpar Arief Yahya menegaskan kembali komitmen Presiden saat membuka Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2019, pada Kamis (8/8), di Tomohon, Sulawesi Utara.

Komitmen Presiden dalam pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara, terutama KEK Likupang bukan tanpa alasan. Sederet prestasi sukses membuktikan potensi pariwisata Sulawesi Utara, khususnya Tomohon di level internasional.

"Sejumlah prestasi telah dibuktikan Sulawesi Utara. Salah satunya, Sulawesi Utara meraih The Rising Destination of The Year 2019 dengan Absolute Growth kunjungan wisman tahun 2015-2018 sebesar 518 persen dan wisnus sebesar 90 persen," ujar Menpar.

Prestasi lain yang berhasil diraih Sulawesi Utara di antaranya Taman Nasional Bunaken memperoleh penghargaan sebagai The Most Beautiful Destination 2016 pada ajang Diving and Resort Travel Expo (DRT) dan Pulau Siladen mendapat penghargaan sebagai dan 201The Best Dive Centres and Resort in the World 2017  dan 2018 versi Dive Magazine.

Lebih lanjut, Event Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2019 disebut Menteri Pariwisata sebagai event bunga terbaik nasional. Dengan tema "The Greatest Love of All", TIFF 2019 digelar dengan total 32 kendaraan hias dari berbagai daerah di Indonesia dan perwakilan 5 negara sahabat (Nepal, Ukraina, Australia, Korea, dan Amerika Serikat).

"Selamat karena TIFF 2019 telah menjadi trending topic. Ini berarti perhatian masyarakat sedang terpusat ke Tomohon," ujar Menpar.

Berdasarkan tim kurator Kementerian Pariwisata, TIFF dipastikan kembali masuk ke dalam Calendar of Event 2020. "Bagi saya, TIFF merupakan event yang sangat layak karena sustain dan selalu ramai. TIFF adalah festival bunga terbaik nasional," jelas Menpar.

Menurut Walikota Tomohon Jimmy F. Eman, penyelenggaraan event tahunan TIFF diharapkan dapat berdampak baik terhadap sektor perekenomian dan kesejahteraan rakyat. Hal ini pun terbukti dari Absolute Growth Wisman Tomohon tahun 2015-2018 sebesar 517 persen dan wisnus sebesar 140 persen.

"Pemerintah Tomohon berkomitmen menjadikan pariwisata sebagai sektor utama karena Tomohon memiliki beraneka ragam objek pariwisata unggulan. TIFF merupakan kegiatan tahunan yg kami harap dapat berdampak meningkatkan sektor perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Tomohon. Berdasarkan evaluasi, TIFF dari tahun ke tahun semakin baik dalam penyelenggaraannya. Tahun depan kami harap TIFF 2019 dapat menjadi salah satu dari Top 10 event Kementerian Pariwisata," ujar Jimmy F. Eman.

Peluncuran varietas bunga lily Iriana, yang terinspirasi oleh nama ibu negara Republik Indonesia dan pemecahan rekor MURI melalui Tarian Ma’zani terbanyak yang diikuti oleh 1530 penari yang berprofesi sebagai guru juga menjadi agenda dalam TIFF 2019. XPOSEINDONESIA/Foto : Dok. Puskomlik Kemenpar

More Pictures

[widgetkit id=1843]

 

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Thu, 15 Aug 2019 11:32:33 +0700
Kalsel Diminta Tetapkan Ikon Destinasi Wisata Unggulan https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2720/kalsel-diminta-tetapkan-ikon-destinasi-wisata-unggulan.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2720/kalsel-diminta-tetapkan-ikon-destinasi-wisata-unggulan.html Kalsel Diminta Tetapkan Ikon Destinasi Wisata Unggulan
Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diminta untuk segera menetapkan ikon destinasi wisata unggulan untuk mempermudah upaya promosi sehingga lebih dikenal wisatawan.

Dalam kunjungan kerja ke Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel), Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menilai Kalsel mempunyai banyak potensi wisata yang bisa mencapai taraf kelas dunia.

"Kalsel jika ingin menjadi destinasi wisata dunia harus menentukan destinasi unggulan yang tepat," ujar Menpar saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah Kalimantan Selatan bertema Arah dan Kebijakan Pengembangan Pariwisata dalam Menyambut Visit Kalsel 2020 yang berlangsung di Hotel Best Western Banjarmasin pada Selasa (13/8).

Menurut Menpar, ada beberapa Top Destinasi Kalsel yang bisa dipromosikan menjadi wisata kelas dunia yaitu Geopark Meratus, kawasan Loksado, Pasar Terapung Lok Baintan, dan Susur Sungai Banjarmasin. Di antara destinasi-destinasi tersebut, Menpar menjagokan Pegunungan Meratus sebagai destinasi unggulan.

"Kalau yang dipilih adalah Pegunungan Meratus kita akan berjuang bersama mendapat UNESCO Global Geopark (UGG)," tegas Menpar.

Geopark Meratus sudah ditetapkan menjadi Geopark Nasional pada 30 November 2018 dan sedang diusahakan mendapat pengakuan dunia melalui pendaftaran UGG.

Namun, ia menyatakan apapun keputusannya, destinasi wisata unggulan pilihan Kalsel akan mendapat dukungan penuh dari Kemenpar.

Dalam pengembangan pariwisata Kalsel, Menpar meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperhatikan tiga hal.

"Mengembangkan destinasi rumusnya 3A yaitu Atraksi, Akses, dan Amenitas," ujar Menpar.

Pada kesempatan itu hadir 200 peserta dari Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kalsel dan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalsel dalam acara yang bertempat di Destinasi Pariwisata Kawasan Kiram Park Gunung Mawar Geopark Meratus Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.

Untuk sisi atraksi, Pemerintah Kalsel mulai gencar menyelenggarakan berbagai festival.

Sementara Deputi Bidang pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman melaporkan pada 2018 telah terlaksana 34 Festival di Kalimantan Selatan dengan 2 Festival unggulan yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) Kemenpar yaitu Festival Budaya Wisata Pasar Terapung dan Festival Wisata Loksado.

Sedangkan untuk sisi aksesibilitas, Menpar berharap Kalsel segera membangun bandara internasional dan lebih banyak lagi penerbangan langsung (direct flight).

Hal serupa juga diungkapkan oleh Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Rudy Resnawan.

Ia menyatakan bahwa pembenahan sarana dan prasarana terus berjalan khususnya dalam menyambut program Visit Kalsel 2020.

“Pembenahan pariwisata Kalsel terutama dari aspek destinasi, akses, dan amenitas sampai menjadi produk pariwisata layak jual memerlukan dana yang besar, sehingga perlu ada sinergitas antar Lintas Sektor,” ujar Rudy Resnawan.

Sementara itu, menurut Menpar, konsep paling cocok atau solusi terbaik untuk Kalsel adalah Pengembangan Nomadic Tourism, bisa berbentuk karavan dan area glamping.

“Untuk para pengusaha pertimbangkan Nomadic Tourism karena Kalsel punya banyak destinasi wisata alam,” saran Menpar kepada para pelaku industri pariwisata di Kalsel.

Pada 2017, jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Kalsel tercatat sebanyak 3 juta orang dan wisatawan mancanegara 14 ribu orang dengan target pertumbuhan tahun 2018 sebesar 10 persen untuk wisman dan 20 persen untuk wisnusXPOSEINDONESIA/Foto : Dok. Puskomlik Kemenpar 

More Pictures

[widgetkit id=1841]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Wed, 14 Aug 2019 13:26:38 +0700
 Pegunungan Meratus Kalsel  bakal Jadi Bagian Geopark Internasional UNESCO https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2719/pegunungan-meratus-kalsel-bakal-jadi-bagian-geopark-internasional-unesco.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2719/pegunungan-meratus-kalsel-bakal-jadi-bagian-geopark-internasional-unesco.html  Pegunungan Meratus Kalsel  bakal Jadi Bagian Geopark Internasional UNESCO
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyampaikan keinginannya agar Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi bagian dari Geopark Internasional UNESCO.

 

Menpar Arief Yahya saat kunjungan kerja ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Senin (12/8/2019) mengatakan Pegunungan Meratus akan melengkapi Kalsel sehingga memiliki semakin banyak produk wisata yang bisa dipromosikan bahkan hingga ke ranah global.

"Kalsel punya banyak potensi wisata, seperti Sungai Barito, Bekantan, budaya dan kuliner yang bagus. Pilihlah satu yang diunggulkan. Sementara kami sepakat ingin mengunggulkan wisata Pegunungan Meratus," ujar Menpar.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor menyatakan bahwa Pegunungan Meratus sudah sampai pada tahapan geopark nasional.

"Kami ingin meningkatkan status Pegunungan Meratus ke tahap internasional. Karenanya kami berharap mendapat dukungan dari Menpar," papar Sahbirin Noor.

Menpar menyatakan langkah pemerintah Kalsel mendaftarkan Pengunungan Meratus sebagai _UNESCO Global Geopark (UGG)_ tentu akan mendapat dukungan penuh dari Kemenpar.

"Saya merasa suatu objek wisata bisa mencapai kelas dunia jika kita memilih dengan tepat. Saya pernah tinggal di sini dan jatuh cinta dengan Pegunungan Meratus. Ketika melakukan perjalanan melalui jalur darat, saya sering berhenti di Meratus untuk menikmati suasana," ungkap Menpar.

Dalam memperkuat komitmen tersebut, Menpar menyatakan akan mengadakan pertemuan untuk membahas mengenai pembangunan pariwisata Kalsel pada Selasa, 13 Agustus 2019.

"Agar Kalsel jadi destinasi wisata dunia, tahun depan kita meluncurkan _Visit Kalsel 2020_, dan Kemenpar akan membantu dalam hal pemasaran, pengembangan destinasi, dan penyiapan SDM," ungkap Menpar.

Sebelumnya, ketika mengunjungi pasar terapung tradisional Lok Baintan yang sudah ada sejak zaman Kesultanan Banjar, Menpar juga mengusulkan untuk diadakannya atraksi pada hari-hari libur untuk menarik minat wisatawan.

"Misalnya setiap hari libur seperti Sabtu dan Minggu bisa diadakan atraksi di pasar terapung yang terkenal ini," usul Menpar usai menyaksikan tampilan parade perahu para pedagang.

Selain mengunjungi pasar terapung, Menpar juga melakukan aksi simbolis menaman pohon di Komplek Perkantoran Provinsi Kalimantan Selatan yang juga sekaligus berfungsi sebagai Miniatur Hutan Hujan Tropis (MH2T).

Aksi ini adalah bentuk dukungan Menpar terhadap pelestarian lingkungan. Kunjungan Menpar dilanjutkan ke Pusat Informasi Pariwisata dan Penggosokan Intan Martapura (PIPPI) Kalimantan Selatan, Komplek Pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS), dan Kawasan Ekowisata Tahura Sultan Adam. XPOSEINDONESIA/Foto : Dok. Puskomlik Kemenpar

 More Pictures

[widgetkit id=1840]

 

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Wed, 14 Aug 2019 12:54:58 +0700
177 Ribu Wisatawan Kujungi Dieng Culture Festival 2019  https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2714/177-ribu-wisatawan-kujungi-dieng-culture-festival-2019.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2714/177-ribu-wisatawan-kujungi-dieng-culture-festival-2019.html 177 Ribu Wisatawan Kujungi Dieng Culture Festival 2019 
Gelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2019 yang berlangsung pada 2-4 Agustus 2019 lalu dikunjungi 177 ribu wisatawan baik mancanegara atapun…

Ketua Panitia Dieng Culture Festival 2019 Alif Fauzi di Banjarnegara Rabu (7/8/2019) mengatakan, setiap tahun DCF mengalami peningkatan jumlah wisatawan.

“Selama event berlangsung ada 177 ribu wisatawan. Jumlah tersebut didominasi domestik, sementara yang mancanegara terdapat 930 wisatawan,” kata Alif.

Jumlah tersebut meningkat setiap tahunnya, tercatat pada 2017 ada 148 ribu wisatawan, tahun 2018 sebesar 158 ribu wisatawan.

Tiket masuk DCF tahun ini memang dijual lebih banyak dibandingkan tahun lalu, yakni 5.500 buah tiket, harga per-tiketnya sendiri mencapai Rp 360 ribu selama tiga hari festival berlangsung.

“Spending wisatawan rata-rata Rp400 ribu, kami perkirakan selama tiga hari ada perputaran uang sebesar Rp70,8 miliar,” kata Alif.

Tahun lalu, lanjut Alif perputaran uang tercatat sekitar Rp 58 miliar. Jumlah tersebut, lanjut Alif, sama dengan jumlah penjualan hasil panen kentang di Dieng selama satu tahun.

Terpisah, Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan Kesukseskan Dieng Culture Festival ke-10 memberikan dampak langsung terhadap perekonomian sekitarnya.

Masyarakat diharapkan bisa lebih baik dalam memberikan hospitality terhadap wisatawan baik wisatawan mancanegara ataupun nusantara.

"Kekayaan adat dan budaya daerah ini tentunya akan memperkaya keragaman adat dan budaya nasional perlu untuk dilestarikan," ujar Esthy. XPOSEINDONESIA/Foto : Dok. Puskomlik Kemenpar

More Pictures

[widgetkit id=1836]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Fri, 09 Aug 2019 12:34:06 +0700
Festival Morotai Tampilkan Daya Tarik Wisata Maluku Utara https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2712/festival-morotai-tampilkan-daya-tarik-wisata-maluku-utara.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2712/festival-morotai-tampilkan-daya-tarik-wisata-maluku-utara.html Festival Morotai Tampilkan Daya Tarik Wisata Maluku Utara
Festival Morotai berupaya menampilkan daya tarik wisata di Maluku Utara dan sekitarnya sebagai destinasi wisata yang mampu menghadirkan ikon monumental…

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Morotai di Maluku Utara, Rabu (7/8/2019) mengatakan Festival Morotai yang tahun ini menghadirkan acara puncak bertajuk Land Of Stories menjadi atraksi wisata tersendiri yang bisa menarik wisatawan.

"Saya sampaikan kepada Bupati untuk membuat ikon-ikon Perang Dunia II di Morotai," kata Menpar pada sambutannya di Acara Puncak Festival Morotai.

Rangkaian acara Festival Morotai 2019 diadakan di eks lokasi Sail Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada Rabu (7/8/2019).

Pulau Morotai merupakan satu museum besar Perang Dunia II. Satu hari sebelumnya, Menpar mengunjungi beberapa lokasi wisata di Morotai. Salah satunya yakni Museum Perang Dunia II dan Trikora.

Menurutnya, museum tersebut sangat menarik karena menyimpan sejarah pada masa Perang Dunia II serta masa pembebasan Irian Barat.

Menpar pun melihat antusiasme masyarakat dalam Festival Morotai yang masuk dalam Calender Of Event Tahun 2020.

“Dari Maluku Utara ada dua festival yang masuk dalam CoE 2019 yakni Festival Morotai dan  Festival Jailolo," lanjut Menpar.

Di sisi lain, sebagai faktor pendukung, Maluku Utara memiliki indeks kebahagiaan tertinggi di tingkat nasional. Diikuti oleh Sulawesi Utara dan Maluku sebagai peringkat kedua dan ketiga.

Menpar berpendapat, ketiga daerah ini memiliki ciri khas yang hampir sama yakni masyarakatnya menyukai seni seperti tarian dan nyanyian.

"Saran saya harus lebih banyak atraksi di Maluku Utara, khususnya Morotai. Tahun ini tercatat ada 20 event, maka tahun depan diusulkan ada 40 event. Artinya, tiap akhir pekan ada event. Semakin banyak event, maka pendapatan masyarakat akan meningkat sehingga pendapatan perkapita juga naik," kata Menpar.  

Festival Morotai merupakan sebuah festival yang digagas untuk mengenalkan pesona Indonesia Timur, baik sisi alam budaya dan masyarakatnya. Tahun ini, pertama kalinya Festival Morotai masuk dalam 100 Calendar of Events Wonderful, Kementerian Pariwisata.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos menyampaikan terima kasih pada Kementerian Pariwisata yang menetapkan Festival Morotai masuk dalam 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata.

Selain itu, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terutama para penampil Bambu Tada yang telah berlatih keras demi mempersiapkan tampilan terbaik untuk memecahkan rekor MURI.

"Masyarakat Morotai memiliki optimisme serta mau bekerja keras untuk memajukan Morotai. Kami sangat mengapresiasi semangat ini" lanjut Benny Laos.

Festival Morotai 2019 menampilkan ragam pertunjukan kesenian daerah, antara lain Musik Bambu Tada, berbagai tarian, dan nyanyian khas daerah. Acara disaksikan oleh ribuan warga masyarakat yang sangat antusias.

Festival Morotai sendiri terdiri atas rangkaian acara yang menyajikan enam event unggulan yang bertumpu pada daya tarik wisata alam (nature), wisata budaya (culture), dan wisata buatan manusia (man-made).

Keenam event tersebut adalah Parade Budaya dalam Bahari Pulau Morotai, Pekan Seni Morotai (lomba fotografi, lomba kerajinan tangan), Pekan Olimpiade Morotai (lomba dayung), Festival Musik dan Tari Tradisional, Lomba Mancing berskala internasional atau Fishing Morotai dan Festival Pesona Kirab Nusantara Morotai. XPOSEINDONESIA/Foto : Dok. Puskomlik Kemenpar

More Pictures

[widgetkit id=1835]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Fri, 09 Aug 2019 11:49:32 +0700
Perjalanan Menantang ke Geopark Belitung https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2710/perjalanan-menantang-ke-geopark-belitung.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2710/perjalanan-menantang-ke-geopark-belitung.html Perjalanan Menantang ke Geopark Belitung
Pulau Belitung merupakan bagian dari Provinsi Bangka Belitung (Babel) yang memiliki pukau dan keelokan wisata alam yang tak kalah dari…

 

Salah satu keunikan Pulau Belitung ialah adanya bebatuan granit yang berusia ratusan juta tahun. 

Ada pula berbagai peninggalan sejarah, khususnya pertambangan timah. Faktor-faktor tersebut membuat pemerintah, melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, menyetujui penetapan Geopark Belitung sebagai geopark nasional.

Geopark Pulau Belitung memiliki 12 geosite yang terletak di dua kabupaten, yakni Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. 

Salah satu yang paling populer ialah Open Pit Nam Salu, Kelapa Kampit, di Belitung Timur, dengan latar belakang sejarah pertambangannya.

Beberapa waktu lalu, XposeIndonesia ikut dalam Famtrim Exploring Bangka Belitung 2019 bersama berbagai media dan agent travel,  dan melihat  dari dekat bekas tambang timah  jaman Belanda itu. Terlihat danau berwarna hijau,   yang suguh menarik dan jarang kami temukan. 

Untuk mencapai geosite di kaki Gunung Kik Karak itu, kami menyusuri lereng gunung sejauh 400 meter dengan berjalan kaki yang masih berbatu dengan posisi menanjak. Dalam keadaan jalan santai  dibutuhkan  waktu  lebih kurang 30  menit utuk mencapai puncaknya.

Dari papan informasi yang terpasang di pinggir jalan, termuat  mengenai sejarah Open Pit.  Kita tinggal  menempelkan  handphone, dan  kemudian  melakukan scan barcode, untuk membaca informasi yang tertera di sana. 

Dari sejarahnya, Open Pit adalah penambangan timah  terbuka dan terdalam pertama, bukanya hanya di Pulau Belitung, melainkan juga di Indonesia.

Setelah mendapat kilasan sejarah Open Pit, kami melanjutkan perjalanan. Berbagai tumbuhan dan rindangnya pepohonan menyertai perjalanan kami. Jalanan rusak yang menanjak ditambah medan bebatuan berwana kuning kemerahan yang licin, membuat  kami wajib harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset. Ini memang perjalanan menantang, dibutuhkan kesiapan fisik prima untuk menaklukannnya.

Sampai di bagian puncak, terasa  putaran angin bertiup sangat kencang. Dibutuhkan kehati-hatian ekstra untuk  berdiri di posisi ini. Di kanan kiri terpasang rantai pengaman, agar wisatawan  tidak  terpeleset.

Awalnya, tambang ini dibuka oleh perusahaan tambang kongsi Tiongkok pada 1906 di era NV Billiton Maatschappij (BM).  

Penambangan pertama  tercatat sedalam 51 meter  dan ditemukan urat timah baru.  Dalam masa dua tahun pertama, tambah ini menghasilkan 1.617 pikul timah.

Kemudian, sejak 1945 operasi penambangan dilakukan Perusahaan Pertambangan Timah Belitung (PPTB) milik Pemerintah RI berkedudukan di Tanjung Pandan. Namun, berakhir pada 1985 dan kini menyisakan ceruk luas yang menganga dan menjelma danau.

Hermanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung mengatakan salah satu keunggulan pariwisata di Belitung adalah keberadaan geopark sebagai daya tarik wisata alam.

“Potensi geopark Belitong juga didukung oleh penetapan wilayah Tanjung Kelayang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Oleh karenanya, upaya pengembangan destinasi di kawasan Geopark Belitong harus menjadi kesatuan pembangunan kepariwisataan berbasis konservasi maupun edukasi di Belitung,” katanya. XPOSEINDONESIA/Foto : Dudut Suhendra Putra.

 

More Pictures

[widgetkit id=1833]

 

 

 

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Thu, 08 Aug 2019 12:13:56 +0700
Perluasan Aksesibilitas  Penting untuk Dorong Pariwisata Morotai https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2709/perluasan-aksesibilitas-penting-untuk-dorong-pariwisata-morotai.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2709/perluasan-aksesibilitas-penting-untuk-dorong-pariwisata-morotai.html Perluasan Aksesibilitas  Penting untuk Dorong Pariwisata Morotai
Menteri Pariwisata menegaskan pentingnya perluasan aksesibilitas untuk mendorong pengembangan wisata di Morotai, Maluku Utara, yang selama ini telah memiliki daya…

"Morotai adalah satu dari 10 destinasi wisata terbaik di Indonesia. Selain itu, banyak  penggemar wisata bahari yang datang ke tempat ini. Namun, aksesnya masih terbatas. Semoga tahun ini ada direct flight sehingga memperpendek jarak yang harus ditempuh para wisatawan," ucap Menpar Arief Yahya pada kunjungan kerja ke Morotai, Maluku Utara, (6/8/2019).

Menpar mengatakan, Morotai harus bisa menarik wisman potensial dari negara-negara Asia yang letaknya tidak jauh dari Indonesia. Selain itu, Morotai juga harus mampu menarik wisatawan dari dalam negeri.

"Kita harus menarik wisatawan dari Filipina, Taiwan, Singapura, China, Hongkong, Korea. Selain itu kita juga bisa menarik wisatawan dari Manado untuk melanjutkan perjalanan ke Morotai," lanjut Menpar.

Mengenai potensi wisatawan dari Manado, Menpar mengatakan bahwa kesediaan akses yang telah ada saat ini, yakni Manado - Ternate - Morotai dapat diteruskan seiring pengembangan potensi daerah dan peningkatan kunjungan wisatawan. Jika jumlahnya terus bertambah, maka jalur penerbangan langsung pun dapat dibuat oleh pihak maskapai.

Menurut Menpar, kesiapan aksesibilitas di Morotai bisa menjadi pintu masuk bagi para investor untuk melakukan investasi di bidang pariwisata. Jika bandara dan pelabuhan sudah siap, maka wisatawan akan berdatangan sehingga nilai investasinya juga meningkat.

Lebih lanjut mengenai potensi wisata Morotai, Menpar mengatakan, pihaknya mendukung agar daerah termasuk Morotai terus mengembangkan atraksi wisata yang menarik.

“Warga Maluku sebagian besar suka menari dan menyanyi, dari kebiasaan itu, kita bisa simpulkan daerah ini memiliki potensi festival yang bagus,” katanya. Hal yang perlu dilakukan adalah mencari nilai ekonomi dari potensi tersebut.

"Morotai harus memiliki atraksi yang unik dan bagus serta akses yang baik sehingga wisatawan berdatangan ke Morotai. Daerah ini menarik karena masyarakatnya memiliki indeks kebahagiaan yang tinggi. Kebiasaan mereka menyanyi dan menari merupakan hal baik yang bisa dikembangkan dalam bentuk festival rakyat" ucap Menpar.

Pada kunjungan kerja hari pertama itu, Menpar berkesempatan mengunjungi Museum Perang Dunia II dan Trikora yang terletak di Desa Wawama, Morotai. Museum ini dibangun untuk mengenang sejarah perjuangan tentara Indonesia dalam peristiwa pembebasan Irian Barat dalam operasi Trikora.

Selanjutnya, Menpar meninjau lokasi KEK Morotai yang masih dalam tahap pengerjaan. Kawasan ini memiliki luas area 1.101,76 ha dan merupakan pulau terluar di sisi timur laut Indonesia yang dekat dengan negara-negara ASEAN dan Asia Timur.

Selain itu, Menpar juga mendatangi Pulau Dodola, salah satu pulau di Morotai yang menjadi daya tarik wisatawan saat berkunjung. Menpar sekaligus meninjau fasilitas glamping dan spot selfi di tempat itu.

Pada malam hari, Menpar Arief Yahya menyaksikan pengukuhan Genpi Morotai oleh Bupati Pulau Morotai, Benny Laos. Setelah itu, agenda Menpar dilanjutkan dengan menandatangani prasasti Sahid Moloka'i Hotel di D'Aloha Resort. Dan di penghujung agenda hari ini, Arief Yahya menyaksikan dan memberikan hadiah dalam Kejuaraan Morotai Boxing Turnamen Tinju Amatir Bupati Cup 2019 di Museum Perang Dunia II dan Trikora. XPOSEINDONESIA/Foto: Dok. Puskomlik Kemenpar  

More Pictures

[widgetkit id=1832]

 

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Wed, 07 Aug 2019 16:37:02 +0700
Polewali Mandar International Folk & Art Festival Promosikan Budaya Sulbar kepada Wisman https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2705/polewali-mandar-international-folk-art-festival-promosikan-budaya-sulbar-kepada-wisman.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2705/polewali-mandar-international-folk-art-festival-promosikan-budaya-sulbar-kepada-wisman.html Polewali Mandar International Folk & Art Festival Promosikan Budaya Sulbar kepada Wisman
Annual Event Polewali Mandar International Folk & Art Festival (PIFAF) 2019 mempromosikan seni dan budaya masyarakat di Sulawesi Barat (Sulbar)…

 

PIFAF 2019 yang digelar di Arena Sport Center, Poliwali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), pada 1-7 Agustus 2019 dihadiri oleh tujuh negara diantaranya Korea Selatan, Ekuador, Ceko, India, Slovakia, Timur Leste, termasuk Indonesia.

Ketua Koordinator Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Raseno Arya, di Poliwali Mandar, Kamis (1/8/2019), mengatakan PIFAF merupakan event pertukaran budaya dan kesenian tradisional antar bangsa.

“Event ini bertujuan untuk mempromosikan seni budaya dan pariwisata Tanah Mandar di Sulbar ke wisatawan mancanegara (wisman),” katanya.

Ia mengatakan, pada penyelenggaraan PIFAF kali ini melibatkan 400 orang penari dari tujuh negara, Indonesia, Timor Leste, India, Korea Selatan, Republik Ceko, dan Slovakia.

Dalam kesempatan tersebut juga Raseno berpesan, agar penyelenggaraan PIFAF tahun mendatang tempat penyelenggaraan berdampingan dengan destinasi pariwisata yang ada di Poliwali Mandar. Terlebih lagi, event ini mendatangkan wisatawan mancanegara dari benua Asia dan Eropa.

“Untuk hari ini saja ada 150 pelaku seni dari mancanegara yang hadir dalam event PIFAF. Manfaatnya tentu sudah jelas, mereka pasti akan menceritakan pengalaman mereka datang ke Poliwali Mandar di kampungnya. Ini adalah bentuk promosi yang efektif dan dapat memangkas biaya promosi yang besar ke luar negeri,” ucap Raseno.

Sementara itu, Andi Ibrahim Masdar, Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), menyampaikan, agar Kabupaten Poliwali Mandar menjadi tuan rumah yang baik bagi para delegasi yang hadir serta mengevaluasi agar event PIFAF di tahun mendatang lebih sempurna lagi.

“Harapan saya pelayanan-pelayanan yang berkaitan langsung dengan para delegasi dari mancanegara terus ditingkatkan. Sehingga para tetamu yang menjadi delegasi ini tidak bosan di Poliwali Mandar. Dan, mereka yang tadinya hanya berkunjung sekali akan berkunjung kembali dua hingga tiga kali,” ungkap Gubernur Andi Ibrahim Masdar.

Gubernur Sulbar ini pun menaruh harapan besar pada para pelaku seniman dan budayawan daerah agar selalu menjaga dan melestarikan seni kebudayaan yang memiliki keaslian. “Kita harus bangga, bahwa dalam beberapa dekade ini Poliwali Mandar selalu tampil dalam ajang nasional dan selalu membanggakan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Andi Masri Masdar, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Poliwali Mandar, menyatakan harapannya agar para delegasi dari berbagai negara ini mendapatkan kesan ramah, aman dan nyaman. Dengan begitu kelak mereka pulang ke negara masing-masing dapat membawa pesan dan kenangan yang baik di Poliwali Mandar.

“Saya pun berharap para stakeholder pariwisata di Poliwali Mandar khususnya, industri perhotelan agar terus meningkatkan pelayanannya sehingga ke depannya kita mampu menampung delegasi lebih banyak lagi,” pungkas Andi Masri Masdar. XPOSEINDONESIA/Foto : Dok. Puskomlik Kemenpar

More Pictures

[widgetkit id=1830]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Tue, 06 Aug 2019 13:14:05 +0700
Dieng Culture Festival 2019 Mampu Genjot Pariwisata https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2704/dieng-culture-festival-2019-mampu-genjot-pariwisata.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2704/dieng-culture-festival-2019-mampu-genjot-pariwisata.html Dieng Culture Festival 2019  Mampu Genjot Pariwisata
Perhelatan event tahunan Dieng Culture Festival (DCF) 2019 mempromosikan pariwisata di wilayah Dieng Kulon, Jawa Tengah, dan sekitarnya kepada wisatawan.

Ketua Panitia Dieng Culture Festival Alif Fauzi di Dieng Kulon, Banjarnegara, Sabtu (3/8/2019), mengatakan ajang DCF juga dinilai mampu membawa dampak ekonomi dari sisi pariwisata bagi masyarakat Dieng Kulon di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

“Hingga memasuki tahun yang ke-10, event budaya yang menjadi agenda tahunan kalender pariwisata Indonesia itu nyatanya selalu menyedot kunjungan wisatawan ke Dieng,” katanya.

Banyak wisatawan memadati daerah berjuluk negeri atas awan dalam tiga hari acara itu digelar. Hal ini membuktikan DCF menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari berbagai penjuru daerah untuk datang.

Buktinya juga ratusan homestay di Dieng dan sekitar telah penuh terisi pada 2-4 Agustus 2019. Wisatawan bahkan telah memesan kamar sejak Januari 2019, jauh sebelum event ini diadakan.

“Pada tahun 2018, kami telah memperkirakan dengan Pemerintah Provinsi, Selama perhelatan DCF terhitung ada Rp58 miliar. Jumlah itu, sama dengan jumlah penjualan hasil panen kentang selama sata tahun,” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua Tim Pelaksana Calender of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty mengatakan, gelaran DCF ini memang sangat konsisten dan menjadi agenda wajib bagi wisatawan khususnya generasi milenial untuk menyaksikan event yang berada di ketinggian 2300 meter di atas permukaan laut itu.

“DCF ini menjadi sarana agar masyarakat turut merasakan dampak pariwisata juga. Semua diajak untuk menyukseskan DCF 2019 dan semua diajak untuk sadar pariwisata,” kata Esthy Reko Astuti.

DCF yang masuk satu dekade ini menyuguhkan beberapa atraksi yang ditunggu, mulai dari Senandung Atas Awan dimana beberapa artis seperti Gugun Blues Shelter, Pusakata, Djaduk Ferianto, dan Isyana Sarasvati.

Ada pula Festival Domba Batur, Java Coffee Festival, Sendra Tari Tradisional, pemotongan rambut gimbal, dan yang paling ditunggu adalah pelepasan lampion yang menjadi bagian dari Sky Lantern Festival.  

Aktivitas menyalakan lampion hingga menerbangkannya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke DCF. Namun informasi dari akun instagram resmi DCF @festivaldieng, Pelepasan Lampion kali ini menjadi yang terakhir setelah satu dekade DCF berlangsung.

“Terima kasih Indonesia, ini adalah tahun terakhir Dieng Culture Festival dengan lampion, tahun depan kita tidak akan menggunakan lampion lagi. Terima kasih yang telah mendukung kami kalian yang terbaik sampai jumpa di jazzatasawan 2020,” tulis @festivaldieng di halaman instastory nya. XPOSEINDONESIA/Foto : Dok. Puskomlik Kemenpar

More Pictures

[widgetkit id=1829]

 

 

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Tue, 06 Aug 2019 13:09:13 +0700
Bandara Raden Inten II Naik Status Jadi Internasional  https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2701/bandara-raden-inten-ii-naik-status-jadi-internasional.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2701/bandara-raden-inten-ii-naik-status-jadi-internasional.html Bandara Raden Inten II Naik Status Jadi Internasional 
Kenaikan status Bandara Raden Inten II menjadi bandara internasional diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Lampung.

 

“Naiknya status Bandara Raden Inten II menjadi bandara internasional harus bisa dimanfaatkan untuk menaikkan kunjungan wisman ke Lampung,” kata Tenaga Ahli Menteri Bidang Manajemen Calendar Of Event (CoE) Esthy Reko Astuty dalam acara launching dan press conference Lampung Krakatau Festival (LKF) ke-29 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Rabu sore (31/7/2019).

Kunjungan wisman ke Indonesia 80 persen menggunakan transportasi udara, utamanya penerbangan langsung ke destinasi wisata yang memiliki bandara internasional.

“Maka bandara internasional menjadi bagian penting dalam unsur 3A yakni aktraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Wisman lebih menyukai penerbangan langsung ke destinasi pariwisata yang memiliki fasilitas bandara internasional,” kata Esthy Reko Astuty.  

Esthy didampingi Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim pada kesempatan itu menjelaskan, untuk atraksi Lampung memiliki atraksi alam dan budaya yang sudah dikenal wisatawan dunia antara lain ada Gunung Krakatau dan Pusat Pelatihan Gajah di Way  Kambas. 

“Gunung Krakatau sudah lama dikenal wisatawan dunia. Belakangan ini Pantai Krui di Pesisir Barat, Lampung, juga sangat populer di kalangan para surfer sebagai lokasi surfing kelas dunia,” kata Esthy Reko Astuty.  

Sementara itu Wakil Gubernur Lampungm Chusnunia Chalim menyatakan Lampung sebagai pintu gerbang Sumatera sangat diuntungkan dari sisi posisi.

“Apalagi saat ini aksesibilitas melalui jalan darat sudah memadai dengan beroperasinya toll trans Sumatera yakni Bakauheni Lampung-Palembang, serta bertambahnya dermaga penyeberang ferry untuk penumpang eksekutif di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Semua ini akan mendorong kemajuan pariwisata Lampung,” kata Chusnunia Chalim.

Event budaya LKF ke-29 yang masuk dalam 100 Calender of Event (CoE) 2019 pada tahun ini penyelenggaraannya akan dipusatkan di Kota Bandar Lampung pada 23-25 Agustus 2019.

Dalam tiga hari tersebut akan ditampilkan 4 acara unggulan yaitu Pesona Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai yang ditampilkan saat pembukaan Lampung Krakatau Festival 2019.

Dilanjutkan dengan Expo Krakatau Lampung berupa bazaar kuliner dan suvenir serta pertunjukan kesenian khas Lampung. 

Selain itu trip Krakatau dengan naik kapal ferry dari dermaga penumpang eksekutif Bakauheni, Lampung. Acara trip Krakatau ini sekaligus untuk  memperingati peristiwa meletusnya Gunung Krakatau pada 26 Agustus 1883  yang sempat mengguncang dunia.

Dalam trip Krakatau akan membawa para peserta dalam kegiatan tour yang dimulai dari Kalianda ke Pulau Sebesi (pulau layak huni terdekat di dekat Krakatau) kemudian melihat Gunung Anak Krakatau dari atas kepal ferry.

Acara LKF 2019 diakhiri dengan kemeriahan Karnaval Budaya yang menampilkan pertunjukan seni dan budaya, pameran fotografi, serta pertunjukan permainan anak-anak tradisional. Selain itu acara Karnaval Tapis Lampung yang menampilkan daya tarik kain tradisional Tapis  dari berbagai daerah Lampung. XPOSEINDONESIA/Foto : Dok. Puskomlik Kemenpar

More Pictures

[widgetkit id=1827]

 

 

 

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Mon, 05 Aug 2019 10:21:00 +0700
Presiden Ingin Danau Toba diakui UNESCO Global Geopark https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2700/presiden-ingin-danau-toba-diakui-unesco-global-geopark.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2700/presiden-ingin-danau-toba-diakui-unesco-global-geopark.html Presiden Ingin Danau Toba diakui UNESCO Global Geopark
Presiden Joko Widodo menginginkan dan mendorong Taman Bumi (Geopark) Kaldera Toba di Desa Sigulatti, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut), agar…

 

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo ke kawasan destinasi prioritas pariwisata Danau Toba termasuk juga menyambangi Geopark Kaldera Toba, Rabu, (31/7/2019).

Setibanya di lokasi, Presiden dan Ibu Negara Iriana langsung masuk ke dalam gedung Taman Bumi. Di dalam gedung tersebut terdapat teater mini di mana Presiden menyimak penjelasan tentang sejarah terbentuknya Danau Toba berikut kearifan lokal setempat.

“Ya itu yang tugasnya nanti Pak Gubernur, Pak Bupati, termasuk juga nanti di Kementerian,” kata Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Menteri Pariwsata (Menpar) Arief Yahya menyampaikan, sertikasi UGG Danau Toba ditargetkan akan rampung tahun ini. Ia mengatakan UGG menjadi modal yang baik untuk mempromosikan ke luar negeri sekaligus pengakuan bahwa kawasan itu telah terstandar kelas dunia.

“Tahun ini UGG selesai. Bila sudah dapat UGG, maka kawasan Danau Toba akan bersih. Bila dikotori maka sertifkat UGG akan ditarik kembali sehingga masyarakat akan disiplin untuk menjaga kebersihan Danau Toba,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar juga mengatakan, dalam framework pengembangan destinasi itu maka Indonesia selalu menggunakan konsep 3A (Atraksi, Akses dan Amenitas). Dan jika ingin menjadi global player, harus menggunakan standar dunia,” katanya.

Di komponen akses, standar global itu diwujudkan dalam bentuk membangun bandara internasional di banyak tempat. Dan itu sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan pariwisata dì Danau Toba. Sementara untuk amenitas, ditandai dengan hadirnya hotel-hotel berbintang yang berkelas internasional diberbagai destinasi.

“Ketiga adalah atraksi yang juga harus kelas dunia,” ujar Menpar.

Kelas dunia yang dimaksud, kata Arief Yahya, adalah atraksi yang sudah mendapatkan pengakuan dunia atau diakui secara resmi dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga terpercaya dunia, seperti UNESCO.

“Di banyak tempat di dunia, UGG itu selalu memberi dampak yang signifikan terhadap wisatawan. Brandingnya langsung mendunia karena diakui oleh UNESCO, lembaga dunia,” katanya. XPOSEINDONESIA/Foto : Dok. Puskomlik Kemenpar

More Pictures

[widgetkit id=1826]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Mon, 05 Aug 2019 10:04:41 +0700
Keindahan Sisa Tambang Kosmetik di Danau Kaolin  https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2699/keindahan-sisa-tambang-kosmetik-di-danau-kaolin.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2699/keindahan-sisa-tambang-kosmetik-di-danau-kaolin.html Keindahan Sisa Tambang Kosmetik di Danau Kaolin 
Panorama indah danau Kaolin sekilas mengingatkan kita pada pesona Kawah Putih di Ciwidey, Bandung. Danau Kaolin pun seringkali dijadikan spot…

Danau Kaolin terletak di Desa Nibung, Kabupaten Bangka Tengah,  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Merupakan danau yang menjadi saksi bisu kekayaan tambang di Bangka Tengah. Danau itu terbentuk dari ceruk besar bekas penggalian kaolin yang dieksploitasi besar-besaran di kawasan tersebut. Kini, ceruk besar yang mirip kubangan itu kemudian menjadi danau yang menarik wisatawan.

Uniknya, air di danau Kaolin berwarna biru muda dan dikelilingi daratan berwarna putih. Paduan warna yang menakjubkan untuk diabadikan dengan lensa kamera. Para wisatawan yang datang ke tempat ini rata-rata memang mengincar keindahan tersebut. Pastinya sebagai spot foto selfie atau untuk kebutuhan pre- wedding.

Kaolin sendiri adalah mineral yang biasa digunakan di industri kecantikan seperti kosmetik. Bukan cuma itu, kaolin juga digunakan pada pasta gigi, kertas dan yang lainnya. Kaolin banyak digunakan karena sifatnya yang halus, putih, kuat, serta daya hantar listrik dan daya hantar panas yang rendah.

Sesuai dengan nama bahan tambang yang ada di danau ini, danau Kaolin terbentuk dari bekas tempat pertambangan kaolin yang telah ditinggalkan. Dinding-dinding bekas lubang galian kaolin memiliki warna putih yang bersih, sehingga tampak seperti salju yang menempel di tanah.

Danau ini semakin memesona ketika berpadu dengan air yang berwarna biru toska. Air yang tertampung di dalam lubang-lubang bekas pertambangan kaolin tersebut diperkirakan berasal dari air hujan dan mata air yang berada di dasar bekas lubang galian pertambangan itu sendiri.

Satu diantara anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) danau ini,  Ari,  mengatakan di hari biasa antara Senin-Kamis, biasanya  danau kaolin mampu menyedot 300-350 wisatawan. Namun pada saat week end dalam satu hari wisatawan yang hadir  bisa membludak, mencapai  angka 700-900 wisatawan.

“Untuk masuk ke sini kita gak perlu mengeluarkan kocek dalam-dalam. Cukup membayar retribusi kebersihan sebesar Rp 5 ribu untuk kendaraan roda empat, Rp 10 ribu untuk bis, dan Rp 2 ribu untuk kendaraan roda dua. Memang saat ini belum ada tiket masuk per kepala, karena itu tadi, masih banyak yang harus dibenahi,” ujar Ari

Satu diantara para pengunjung   bernama Ismiati, dari Jakarta mengatakan, ia sengaja memanfaatkan cuti bersama rekannya untuk berkunjung ke beberapa destinasi wisata di Bangka Belitung.

Ismiati mengatakan, pemandangan yang disajikan oleh danau bekas galian timah ini sangat memukau, ditambah udara sore saat itu cukup sejuk membuat dirinya betah berlama-lama untuk berswafoto disana.

Danau Kaolin sendiri pelan-pelan juga berbenah dan mempercantik diri.  Seperti pada tanggal 29 Juli lalu,  di situ dibuka wahana baru yakni perahu bebek yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), pengunjung bisa menyewa perahu dengan berkeliling di danau ijo selama 25 menit dengan tarif Rp 25 ribu.

Pengunjung Danau Kaolin paling banyak didominasi wisatawan dari Jakarta dan Palembang sedangkan dari mancanegara banyak dikunjungi oleh wisatawan dari Negara Belanda, Malaysia, Tiongkok, Cina, Jepang, Jerman dan Belgia

Memiliki daya tarik yang unik dan berbeda dari lainnya, Danau Kaolin ini masuk sebagai nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019. Danau ini merupakan objek wisata mini berupa bekas lubang tambang dan sudah ada sejak tahun 70-an.

Masuk sebagai nominasi, danau ini dianggap berbeda karena merupakan objek wisata pertambangan dan layak untuk dipromosikan. API sendiri merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam upaya membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia. XPOSEINDONESIA/Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

[widgetkit id=1825]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Sat, 03 Aug 2019 15:02:34 +0700
Pesona Pantai & Batu Granit di Tanjung Kelayang https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2698/pesona-pantai-batu-granit-di-tanjung-kelayang.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2698/pesona-pantai-batu-granit-di-tanjung-kelayang.html Pesona Pantai & Batu Granit di Tanjung Kelayang
Pulau Belitung memiliki banyak destinasi wisata yang indah. Selain pasir putihnya yang sangat terkenal itu, hal lain yang kita jumpai…

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengundang travel agent dan media, termasuk XposeIndonesia  untuk menyaksikan keindahaan pulau ini dalam acara Exploring Bangka Belitung dari 27 Juli-1Agustus 2019.  

Berikut tulisan dan rekaman foto Dudut Suhendra Putra dari XposeIndonesia yang memperlihatkan keindahan  Kepulauan Bangka Belitung. Kunjungan diawali dari dermaga Pantai Tanjung Kelayang dilanjutkan ke pantai-pantai di sekitarnya: Pulau Garuda, Pulau Pasir, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, dan Pulau Berlayar.

Dikelilingi Pantai Indah.

Salah satu pantai yang wajib dikunjugi  ketika datang ke Belitung adalah  Pantai Tanjung Kelayang. Berlokasi di sisi utara Pulau Belitung, persisnya di kecamatan Sijuk, sekitar 27 kilometer dari Tanjung Pandang yang merupakan ibu kota Kabupaten Belitung.

Seperti kita tahu, Pantai Tanjung Kelayang sejak tanggal 15 Maret 2016  lalu, ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui peraturan pemerintah Nomor 6 Tahun 2016. Salah satu fasilitas unggulan di pantai  ini adalah Island Hopping.

Pemandangan di pantai ini  benar-benar unik. Di sebelah barat terdapat batu-batu granit dengan berbagai macam ukuran. Sementara di sisi sebaliknya terlihat hamparan pasir putih yang sedap dipandang mata.

Kemudian perjalanan dilajutkan ke pulau Garuda, yang berjarak sekitar 10 menit menggunakan perahu dari Pantai Tanjung Kelayang. Dan yang menjadi primadona di pulau ini adalah batuan granit raksasa yang puncaknya menyerupai kepala burung Garuda.

Sayangnya, kita hanya bisa menikmati semua itu dari perahu, karena pulau ini tidak boleh disinggahi.  Lantaran  tepi pantai yang terlalu dangkal, sehingga kapal tidak  bisa bersandar dan meletakan jangkar.

Rute selanjutnya adalah berkunjung ke Pulau Berlayar. Selain luasnya yang tidak seberapa bila dibandingkan pulau-pulau di sekitarnya, batu-batuan granit di pulau ini juga tak terlalu besar.

Meski begitu, bukan berarti batuan granit di sini tak kalah indahnya dengan batuan granit yang pulau yang lain. Kenapa ini disebut Pulau  Pulau Berlayar?  Ternyata, karena salah satu batunya ada yang menyerupai layar kapal yang sedang berkembang jika dilihat dari kejauhan.

Rute berikutnya  sampailah di Pulau Pasir, sebuah daratan, yang hanya terdiri atas pasir halus yang seolah menyembul dari dasar lautan.

Waktu terbaik mengunjungi pulau ini adalah  saat pagi hingga siang hari, ketika air laut sedang surut. Karena jika semakin sore, pulau ini pela-pelan akan lenyap seiring dengan naiknya permukaan air laut.

Sesudah itu para peserta Famtrip dibawa ke Pulau Lengkuas. Ini merupakan destinasi wajib saat mengunjungi Pulau Belitung.

Di pulau ini  terlihat mercusuar yang masih aktif hingga sekarang. Selain mercusuar yang terlihat gagah, terdapat pula  hamparan batuan granit yang seolah berserakan di mana-mana. Di tengah-tengahnya ada titik yang disebut sebagai “Telaga Bidadari”, yang merupakan kolam alami yang baru akan terisi ketika laut tengah pasang.

Usai mengunjungi Pulau Lengkuas perjalanan dilanjutkan ke Pulau Kepayang. Banyak yang menyebut, pulau  ini cocok buat beristirahat sejenak dari aktivitas island hopping.

Di pulau ini, bisa dinikmati beragam menu makanan laut, sambil memandang hamparan pasir putih yang putih.

Selain jelajah pulau, wisatawan yang datang ke sini juga disuguhi spot snorkeling yang sangat indah, persisnya di Pulau Lengkuas, sayangnya para peserta Famtrip hari ini tidak melakukan kegiatan snorkeling.

Di setiap tahun, Pantai Tanjung Kelayang telah menjadi area singgah yacht dari berbagai negara. Mereka bukan hanya menikmati keindahan pantai, namun juga menikmati sajian kuliner lokal. Sunset (matahari terbenam) di Pantai Tanjung Kelayang juga sangat ditunggu-tunggu para wisatawan, apalagi pemandangannya makin mempersona dengan latar belakang perahu-perahu nelayan. XPOSEINDONESIA/Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

[widgetkit id=1824]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Fri, 02 Aug 2019 16:30:04 +0700
Menjemput Senja di Pantai Gusong Bugis Belitung https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2697/menjemput-senja-di-pantai-gusong-bugis-belitung.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2697/menjemput-senja-di-pantai-gusong-bugis-belitung.html Menjemput Senja di Pantai Gusong Bugis Belitung
Jika berkunjung ke Pulau Belitung, cobalah sekali-sekali mengunjungi kawasan destinasi baru yakni di Gusong Bugis. Kawasan ini memiliki sebuah pantai…

Gusong Bugis terletak di Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Untuk bisa berjalan-jalan di pantai, pengunjung harus berjalan tidak terlalu jauh karena lokasi pantai tepat berada di kawasan hutan mangrove dengan nama Belitung Mangrove Park. . Berjalan-jalan di bibir Pantai Gusong Bugis menjadi hal yang mengasyikkan. Selain karena pasirnya yang putih, ombak di pantai ini juga relatif tenang.

Memandang laut lepas saat senja menjadi aktivitas menyenangkan untuk dilakukan saat datang ke pantai ini. Pengunjung juga dapat menyaksikan keindahan fenomena alam saat matahari secara perlahan tenggelam di ujung laut dan memandangi langit yang berwarna kemerahan. Sebuah keindahan Tuhan yang tak  terganti. XPOSEINDONESIA/Dudut Suhendra Putra.

More Pictures

[widgetkit id=1823]

 

 

 

 

 

 

 

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Thu, 01 Aug 2019 11:32:58 +0700
Attractiveness Award 2019 Untuk Pariwisata Daerah Unggulan https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2691/attractiveness-award-2019-untuk-pariwisata-daerah-unggulan.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2691/attractiveness-award-2019-untuk-pariwisata-daerah-unggulan.html Attractiveness Award 2019 Untuk Pariwisata Daerah Unggulan
Sejumlah daerah dengan keunggulan pariwisata dianugerahi penghargaan dalam ajang Indonesia Attractiveness Award (IAA) 2019 yang berlangsung di Hotel Pullman Jakarta…

 

Ajang IAA yang digelar oleh Frontier Group bekerja sama dengan PT Tempo Inti Media Tbk tersebut memasuki tahun kelima dengan menempatkan sektor pariwisata, investasi, infrastruktur, dan pelayanan publik sebagai indikator penilaiannya. 

Menpar Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan IAA sebagai upaya mendorong kemajuan daerah di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten dengan menempatkan sektor pariwisata sebagai daya tarik dalam memajukan ekonomi daerah.

“Kemajuan sektor pariwisata di daerah akan membawa dampak pada meningkatnya investasi, pembangunan infrastruktur, dan pelayanan publik,” katanya.

Kemajuan tersebut telah dibuktikan oleh sejumlah daerah antara lain Banyuwangi, Kota Batu, dan Denpasar.

Kemajuan pariwisata dan infrastruktur juga dibuktikan di 10 daerah yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dikembangkan sebagai “Bali Baru” atau destinasi pariwisata kelas dunia.

Presiden Jokowi telah menetapkan 4 DPP yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas. 

Direktur Utama Tempo Inti Media Toriq Hadad mengharapkan penghargaan IAA 2019 dapat mendorong semangat kepala daerah (provinsi, kota, dan kabupaten) dalam melakukan pembangunan di daerah.

Pada kesempatan itu Toriq Hadad dan CEO Frontier Group Handi Irawan memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang sudah beberapa kali maupun yang baru pertama kali memperoleh penghargaan IAA.

CEO Frontier Group Handi Irawan menyatakan, daya tarik kemajuan di bidang pariwisata, investasi, infrastruktur, dan pelayanan publik digunakan sebagai indikator dalam Indonesia Attractiveness Index untuk mengukur kemajuan masing-masing daerah dengan kriteria berdasarkan dua indikator yakni PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto). “Dengan begitu perbandingan antar daerah bisa dilakukan setara berdasarkan kategori meliputi besar, sedang, dan kecil,” katanya.

Menpar Arief Yahya pada kesempatan itu menyematkan penghargaan untuk kategori platinum kepada masing-masing daerah terbaik dalam pariwisata, investasi, infrastruktur, dan pelayanan publik.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwana X , Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini,  dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Dalam ajang IAA 2019 diserahkan sebanyak 45 penghargaan untuk kategori gold dan platinum. Provinsi, kota, dan kabupaten yang menerima penghargaan untuk kategori platinum yakni,  Provinsi Besar; Jawa Timur (pelayanan publik dan pariwisata), Jawa Barat (investasi), DKI Jakarta (infrastruktur). Sedang;

Sumatera Barat (pelayanan publik), Daerah Istimewa Yogyakarta (pariwisata), Sulawesi Tengah (investasi), dan Aceh (infrastruktur). Kecil; Bengkulu (pelayanan publik), Sulawesi Utara (investasi), dan Kalimantan Utara (infrastruktur).

Kategori Kota Besar; Pekanbaru (Riau) untuk pelayanan publik; Surabaya (Jawa Timur) untuk pariwisata dan infrastruktur, dan Denpasar (Bali) untuk pariwisata.   

Kategori Sedang; Pontianak (Kalimantan Barat) untuk infrastruktur, Kota Jambi (Jambi) untuk pelayanan publik. Kecil; Payakumbuh (Sumatera Barat) untuk pelayanan publik, dan Batu (Jawa Timur) untuk pariwisata.

Sementara itu untuk kategori Kabupaten Besar;  Banyuwangi (Jawa Timur) untuk pariwisata dan infrastruktur. Sedang; Banggai (Sulawesi Tengah) untuk pelayanan publik, dan Kabupaten Morowali (Sulawesi Tengah) untuk investasi. Kecil; Bantaeng (Sulawesi Selatan) untuk pelayanan publik, dan Kabupaten Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara) untuk investasi. XPOSEINDONESIA/Foto : Dok. Puskomlik Kemenpar

More Pictures

[widgetkit id=1817]

 

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Thu, 25 Jul 2019 15:30:48 +0700
Kabupaten Alor Gelar Festival Panggil Ikan https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2687/kabupaten-alor-gelar-festival-panggil-ikan.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2687/kabupaten-alor-gelar-festival-panggil-ikan.html Kabupaten Alor Gelar Festival Panggil Ikan
Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Festival Panggil Ikan pada 19-25 Juli 2019 sebagai atraksi wisata berbasis kearifan budaya…

 

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Muh. Ricky Fauziyani di Jakarta, Minggu (21/7/2019) mengatakan, festival panggil ikan menjadi daya tarik tersendiri di Alor terlebih bagi wisatawan mancanegara (wisman).

“Alor merupakan destinasi wisata bahari populer di Indonesia. Potensi surga bawah laut ini masih sangat besar dan bisa menjadi masa depan sektor pariwisata dan maritim Indonesia, terlebih dengan spesies laut yang jarang ditemui di tempat lain,” katanya.

Kemenpar berkomitmen mendorong promosi berkesinambungan wisata bahari seperti di Alor agar lebih populer.

“Festival ini bisa mempercepat perkembangan pariwisata Alor sebagai surga diving sekaligus mempersiapkan Alor sebagai tujuan wisata baru di NTT, selain Labuan Bajo dan Danau Kelimutu,” kata Ricky.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur I Wayan Darmawa mengatakan festival yang sangat unik ini digelar langsung di alam bebas perairan Kabupaten Alor, dipandu seorang pawang ikan duyung atau jenis ikan yang juga dikenal dengan dugong.

“Festival memanggil ikan dugong ini baru pertama kali digelar, dikolaborasikan dengan berbagai atraksi seni budaya dan kuliner khas Alor,” katanya.

I Wayan Darmawa juga mengatakan, dugong merupakan salah satu spesies laut yang dilindungi serta belum banyak mendapat perhatian masyarakat.

“Selain memperkenalkan kekayaan flora dan fauna di perairan sekitar Pulau Alor, festival ini mengedukasi pengunjung untuk ikut menjaga kelestarian alam di wilayah tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Darmawa menjelaskan, untuk menyaksikan hewan mamalia ini pengunjung diantar seorang pawang dengan menumpang perahu menuju tempat memanggil sekawanan ikan dugong untuk mendekat.

Selama sepekan, festival juga diisi dengan berbagai acara seperti atraksi menenun, seni budaya, kuliner, jelajah alam baik darat maupun laut, gerakan kebersihan, aneka lomba, dan pameran UMKM.

Lalu ada juga ritual dan atraksi wisata alam dugong, gerakan Alor bersih dan bebas sampah, peresmian bank sampah, dan peletakan batu pertama pembangunan wisma wisata di Desa Wolwai, Alor.

Hari selanjutnya hingga sepekan pengunjung bisa menyaksikan wisata dugong dan berkunjung ke Kampung Adat Alor Besar, situs Alquran tertua, serta Kampung Adat Lalapang dan Takpala. XPOSEINDONESIA/Foto : Dok. Puskomlik Kemenpar

More Pictures

[widgetkit id=1813]

 

 

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Tue, 23 Jul 2019 15:38:35 +0700
Labuan Bajo Diharapkan Jadi Destinasi Wisata Premium https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2685/labuan-bajo-diharapkan-jadi-destinasi-wisata-premium.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2685/labuan-bajo-diharapkan-jadi-destinasi-wisata-premium.html Labuan Bajo Diharapkan Jadi Destinasi Wisata Premium
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berharap Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa menjadi destinasi ekowisata yang berkelas atau…

 

Menpar Arief Yahya saat membuka Kejuaraan Tinju Internasional Piala Presiden ke-23, pada Senin (22/7/2019) di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, mengatakan potensi pariwisata di Labuan Bajo sangat besar.

"Presiden berharap Labuan Bajo bisa menjadi destinasi pariwisata utama kelas dunia. Ini artinya 3A juga harus berkelas dunia. Dari atraksi Labuan Bajo terpilih sebagai Top 3 Best Snorkeling Places in The World dari CNN,” katanya.

Untuk aksesibilitas, kata Menpar, Bandara Komodo diharapkan dapat meningkat statusnya menjadi bandara internasional. Sementara, untuk amenitas, Labuan Bajo dapat secepatnya memiliki Integrated Tourism Masterplan.

“Labuan Bajo memang diarahkan untuk menjadi destinasi ekowisata yang berkelas. Artinya wisatawan yang berkunjung adalah wisatawan dengan tingkat belanja yang berkualitas atau tinggi," lanjut Menpar.

Untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata premium, sejumlah hal terkait 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) memang terus ditingkatkan.

Untuk atraksi misalnya telah dilakukan penataan wisata alam Taman Nasional Komodo, penataan Daya Tarik Wisata Budaya di Desa Liang Ndara, dan penataan Kawasan Batu Cermin.

Sementara terkait aksesibilitas telah dilakukan pengembangan dan peningkatan status Bandara Komodo menjadi Bandara Internasional, pembangunan Kawasan Marina Wisata dan Kawasan Pelabuhan Labuan Bajo, dan pembangunan Jalan Strategis Nasional Lintas Utara Flores (Labuan Bajo-Bari-Reo) serta Lintas Selatan (Labuan Bajo-Warloka-Wae Rebo).

Sementara itu dari segi amenitas, dilakukan pembangunan homestay di Desa Liang Ndara tempat lokasi pembangunan homepod, pembuatan desain dan rencana pembangunan toko suvenir di Puncak Waringin, pembangunan Research & Tourism Center, dan pembentukan Emergency Response Team.

Di sisi lain dilakukan pula pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pengolahan Sampah - Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) juga penambahan Armada Pengangkut Sampah, serta Gerakan Peduli Sampah, lalu pengusulan KEK Pariwisata Tana Naga dan Tana Mori di Manggarai Barat.

Kejuaraan Tinju Internasional

Penyelenggaraan ajang wisata olahraga seperti Kejuaraan Tinju Internasional Piala Presiden ke-23 juga menjadi terobosan dalam mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata premium dengan segmentasi event tersebut merupakan pasar khusus (niche market).

Kejuaraan Tinju Internasional Piala Presiden ke-23 yang diselenggarakan pada 22-28 Juli 2019 di Gorontalo Field, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, diikuti 138 peserta dari 28 negara (Afghanistan, Amerika Serikat, Australia, Vietnam, Italia, Hongkong, Makau, Ukraina, India, Korea Selatan, Kuwait, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Srilanka, dan Thailand). Para atlet tinju akan memperebutkan gelar juara pada 14 kelas yang terdiri dari 8 kelas putra dan 6 kelas putri.

Menpar menjelaskan melalui event olahraga berskala internasional, Labuan Bajo dapat terpromosikan secara global.

"Sport event memiliki dampak tidak langsung atau media value, dua kali lipat lebih besar daripada dampak langsungnya. Sebagai ilustrasi Pendapatan Sport Event diperoleh 60 persen dari TV Broadcasting atau media value, 30 persen dari penjualan merchandise atau suvenir dan iklan di lapangan, serta 10 persen dari penjualan tiket. Hal tersebut membuktikan, acara wisata olahraga (sport tourism event) dapat mendukung potensi pariwisata dari media value-nya atau nilai promosinya," jelas Menpar.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengapresiasi terpilihnya Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT sebagai tempat lokasi kejuaraan.

"Terima kasih atas kepercayaannya memilih NTT sebagai lokasi acara. Untuk pertama kali, Manggarai Barat menerima tamu-tamu atlet asing. Tahun depan bila kejuaraan ini diselenggarakan di NTT, saya harap Sumba bisa menjadi lokasi acara. Welcome to Komodo Island. Selamat datang kepada semua atlet dan official," ujarnya.

Sebagai destinasi super prioritas, Labuan Bajo telah menorehkan berbagai macam prestasi.

Salah satu prestasi terkait kenaikan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Labuan Bajo mencapai 134 persen dalam waktu 4 tahun, dari 2014 sebesar 38.891 wisman meningkat hingga 91.330 wisman pada 2018. XPOSEINDONESIA/Foto : Dok. Puskomlik Kemenpar

More Pictures

[widgetkit id=1811]

 

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Tue, 23 Jul 2019 15:12:54 +0700
Danau Toba Ditargetkan Sumbang Devisa Rp14 Triliun pada 2020 https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2681/danau-toba-ditargetkan-sumbang-devisa-rp14-triliun-pada-2020.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2681/danau-toba-ditargetkan-sumbang-devisa-rp14-triliun-pada-2020.html Danau Toba Ditargetkan Sumbang Devisa Rp14 Triliun pada 2020
Destinasi wisata Danau Toba ditargetkan mampu menyumbangkan devisa hingga Rp14 triliun pada 2020 sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas…

 

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat mengunjungi The Caldera Toba Nomadic Escape di Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis (18/7/2019), mengatakan setelah Rapat terbatas pada Senin (15/7/2019) lalu di Kantor Presiden, Jakarta, Pemerintah menggelontorkan angaran tambahan sebesar Rp6,4 triliun yang dibagi keempat destinasi super prioritas ke beberapa Kementerian/Lembaga pada 2020.

“Bila dirata-rata masing-masing destinasi mendapat Rp1,6 triliun. Namun Danau Toba diharapkan bisa lebih besar atau mendapat Rp2 triliun karena luas wilayahnya juga besar. Dengan investasi itu Danau Toba ditargetkan menghasilkan 1 juta wisman atau devisa 1 miliar dolar Amerika atau mencapai Rp14 triliun,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief juga menjelaskan, nilai investasi Rp2 triliun itu dianggap tidak seberapa bila dibandingkan dengan devisa yang mencapai Rp14 triliun pada 2020. Namun, Menpar tetap optimistis target tersebut akan tercapai.

Optimisme itu muncul saat Bandara Silangit yang tumbuh signifikan pada 2016 - 2017 mencapai 300 persen. Angkanya dari 90 ribu tumbuh menjadi 280 ribu penumpang.

“Dulu siapa yang mau mendarat di Silangit. Terbukti di tahun 2018 jumlahnya mencapai 480 ribu penumpang,” kata Menpar.

Untuk mewujudkan target itu semua, lanjut Arief Yahya, Pemerintah mendorong unsur Atraksi, Akses, dan Amenitas di Danau Toba agar berstandar internasional. “Target 1 juta wisatawan itu bisa tercapai bila semuanya sudah berstandar internasional,” katanya.

Dari sisi atraksi, salah satu danau vulkanik terbesar di dunia itu ditargetkan akan mendapat pengakuan internasional dari Unesco Global Geopark tahun ini. Sementara dari sisi Akses, infrastruktur bandara Silangit sudah siap menjadi bandara internasional. Untuk jalur darat, jalan tol dari Kualanamu-Tebing Tinggi diharapkan berlanjut hingga Parapat.

“Jalan outer ring road di sekitar Samosir dan sekitar Danau Toba juga sudah confirm, ada juga 4 pelabuhan semua confirm. Sementara untuk Amenitas sudah ada proyeksi investasi sebesar Rp6 triliun dari 7 investor” kata Menpar Arief. XPOSEINDONESIA/Foto : Dok. Puskomlik Kemenpar

More Pictures

[widgetkit id=1806]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Fri, 19 Jul 2019 11:50:27 +0700
Dominasi Tenun Sumba Timur pada Festival Sandalwood 2019 https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2671/dominasi-tenun-sumba-timur-pada-festival-sandalwood-2019.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2671/dominasi-tenun-sumba-timur-pada-festival-sandalwood-2019.html Dominasi Tenun Sumba Timur pada Festival Sandalwood 2019
Festival Sandalwood 2019 yang resmi dibuka pada Kamis (11/7) menghadirkan warna warni tenun Sumba. Beragam motif ditampilkan seperti motif tenun…

Beragam motif tenun bisa dijumpai di setiap sudut venue, karena seluruh stand memajang tenun. Tak hanya penjual dan peserta yang hadir , namun mayoritas pengunjung mengenakan tenun khas Sumba.

Prosesi pembukaan diawali dengan Tari Ninggu Harama yang menjadi gerak tari penyambutan para tamu. Ada juga sajian lagu-lagu khas Sumba Timur dengan iringan Jungga. Setiap aksi budaya tersebut disambut dengan Kalakak yakni yel-yel khas Sumba. 

Lalu ada juga penampilan Fashion Show bermotif tenun oleh 12 orang milenial Sumba Timur.

“Festival Sandalwood 2019 menjadi event bersejarah. Sebab, beragam tradisi budaya ditampilkan. Saat ini tenun Sumba Timur terus menjadi daya tarik wisata. Tenun Sumba Timur makin maju dengan tradisi yang dilestarikan. Apalagi, masyarakat Sumba Timur sudah menenun sejak lama,” kata Bupati Sumba Timur, Gidion Mbiliyora.

Memberikan pendapatnya, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calender of Event (CoE), Esthy Reko Astuti mengatakan bahwa tradisi budaya Sumba masih dipertahankan dengan sangat bagus di sini, seperti tenun. Tenun Sumba Timur sangat terkenal karena motifnya sangat unik. Secara historisnya juga sangat mengispirasi,” terangnya.

Sumba Timur memiliki sekitar 5 motif tenun, dan beberapa diantaranya merupakan motif yang sakral. Sebab, pada zaman dahulu motif tenun ini hanya boleh digunakan oleh raja atau kaum bangsawan seperti Kaliuda dan Kambera. 

Motif Kaliuda memiliki ciri utama warna merah, meski juga dikembangkan dasar biru dn corak utamanya simbol Sumba, seperti Njara (Kuda) dan Manu (Ayam).

Dalam perkembangannya, Motif Kaliuda juga mengadopsi corak Penyu. Corak Penyu menjadi simbol kebesaran. Untuk corak Njara menggambarkan kekuatan dan karakter tegas masyarakat. Corak Manu menjadi simbol penghidupan. 

Motif Kaliuda menggunakan pewarnaan alami. Warna merah diambil dari akar Mengkudu (Kombu) yang diramu dengan daun Loloba. Ada juga penggunaan minyak kemiri dan dicampur kulit mangga. Setelah direndam lagi, bahan baku tenun lalu dijermur dan ditreatment serupa.

Sementara motif sakral lainnya adalah Kambera yang pada zaman dahulu, motif ini hanya boleh dikenakan raja dan bangsawan. Secara umum ada 3 corak, seperti Rusa, Ayam, dan Patularatu. Untuk corak Patularatu melambangkan kebesaran dari karakter raja dan para bangsawan. Lalu, motif Kambera didominasi oleh warna biru. Warna ini diperoleh dari Daun Nila (Wora). Kambera banyak dijumpai di daerah Marada, Lambatapu, Kalu, dan Prailiu.

Untuk atraksi unik lainnya, wisatawan bisa melihat dari dekat proses pembuatan tenun di Festival Sandalwood 2019, juga bisa ikut belajar. - XPOSEINDONESIA Teks dan Foto :  AM

More Pictures

[widgetkit id=1797]

 

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Mon, 15 Jul 2019 18:23:03 +0700
Festival Sandalwood 2019, Hadirkan Ragam Budaya Sumba https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2670/festival-sandalwood-2019-hadirkan-ragam-budaya-sumba.html https://xposeindonesia.com/travel/hot-spot/2670/festival-sandalwood-2019-hadirkan-ragam-budaya-sumba.html Festival Sandalwood 2019, Hadirkan Ragam Budaya Sumba
Event tahunan Festival Sandalwood 2019 berjalan cukup sukses. Festival ini mendapatkan apresiasi besar dari publik. Selain cukup sohor, event ini…

 

Dilangsungkan pada 10-12 Juli 2019, event ini dibagi menjadi 2 bagian besar. Pertama sebagai rangkaian festival yang diawali "Expo Tenun Ikat Sumba" (11/7)  yang ditempatkan di Lapangan Pahlawan, Waingapu, Sumba Timur. Lalu keesokan harinya berlangsung Parade Kuda Sandal (12/7) yang digelar di Savana Puru Kambera, Kanantang, Sumba Timur.

Pada pembukaan festival ini ditampilkan ratusan penenun yang melakukakan kegiatan tenun secara kolosal yang melibatkan lebih dari 200 penenun. Para penenun yang seluruhnya didominasi kaum ibu tersebut tampak antusias mengikuti acara ini. 

Stand bazar yang cukup banyak juga menampilkan tenun dan pernak pernik karya asli Sumba. Lewat warna-warna alam yang ditampilkan, tampak apik menghiasi pembukaan festival ini.

Dalam sambutannya Bupati Sumba Timur, Gidion Mbiliyora menyatakan bahwa lewat event ini wisatawan bisa mengeksplorasi Tenun Ikat dan Kuda Sandal. Ada banyak keunikan yang ditawarkan di sini. Apalagi, Kuda Sandal ini asli Sumba dan menjadi ikon. Sebab, Sumba menjadi satu-satunya tempat di Indonesia yang menjadi tempat hidup Kuda Sandal,” ujar Gidion.

Dalam tanggapannya Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calender of Event (CoE), Esthy Reko Astuti menyampaikan bahwa Festival Sandalwood 2019 ini merupakan event luar biasa. "Peminatnya sangat besar, baik pada dunia maya maupun secara riil. Event ini punya potensi besar untuk mendatangkan wisatawan,” terangnya.

Kuatnya magnet event ini terlihat dari okupansi hotel dan mengacu informasi Dispar Sumba Timur tingkat okupansi hotel sehari jelang event mencapai 90%. Dari pergerakan wisatawan di Sumba Timur saat ini, dominasi hingga 90% merupakan wisnus. Untuk slot wisman sekitar 10% didominasi wisman dari Perancis dan Italia.

“Pergerakan wisatawan pada event Festival Sandalwood 2019 positif untuk perekonomian Sumba Timur. Kami berharap, nilai transaksi yang dihasilkan bisa optimal. Dengan begitu, masyarakat akan mendapat manfaat langsung dari event,” jelas Esthy lagi.

Secara mutu, Festival Sandalwood 2019 mendapatkan apresiasi dari Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Ia menegaskan, event akan mengangkat potensi lain dari Sumba Timur. “Sumba Timur ini sangat indah. Festival ini tentu menjadi media branding optimal. Setelah ini, beragam potensi di Sumba Timur akan optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang besar,” ungkap Menpar.

“Daya tarik besar dimiliki Festival Sandalwood 2019 dikarenakan warna budaya yang cukup dominan di sini. Festival ini memang selalu dinanti dan sangat potensial mendatangkan wisatawan. Saat ini okupansi hotel di Sumba Timur sudah maksimal,” kata Kadispar Sumba Timur, Umbu Maramba Meha. Ia melanjutkan bahwa event ini akan terus memiliki masa depan bagus di masa mendatang. – XPOSEINDONESIA Teks dan Foto : AM

 More Pictures

[widgetkit id=1796]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Hot Spot Mon, 15 Jul 2019 17:56:04 +0700