Bakcang & Lamang Raih Rekor MURI di Padang

10 June 2019

Bakcang (makanan khas Tionghoa), dan Lamang Balua (Makanan khas Minang) berhasil memecahkan rekor  dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).  Peristiwa ini terjadi dalam Festival Bakcang dan Lamang Baluo digelar di Kawasan Kota Tua, Jalan Batang Arau, Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

 

 

Festival yang digelar pada 6-7 Juni 2019 itu mencatatkan rekor pembuatan Bakcang dan Lamang Baluo terbanyak. Sebanyak 10 ribu Bakcang dipamerkan di atas gerobak hias berkepala naga. Sedangkan 10 ribu Lamang Baluo berada di atas gerobak hias berkepala kerbau. Kedua makanan tersebut dibagikan kepada wisatawan yang datang.

 

Keberhasilan Kota Padang untuk mencatatkan namanya  diutarakan oleh Senior Manager MURI Awan Rahargo dalam festival tersebut di Padang, Jumat (7/6/2019).

 

“Festival budaya di Kota Padang ini telah berhasil meraih rekor MURI sekaligus telah dicatat sebagai rekor atas kreasi atas hasil karya anak bangsa Indonesia,” katanya.

 

Pada kesempatan yang sama, Anggota Tim Pelaksana Calender of Event (CoE) 2019 Kementerian Pariwisata Raseno Arya mengatakan untuk pertama kalinya, dua budaya yang berbeda antara Tionghoa dengan Minang disatukan dalam upaya memecahkan rekor MURI.

 

“Selain mencatatkan rekor MURI. Festival ini diharapkan bisa menjadi contoh keberagaman dalam kerukunan dan menjadi pertama di Indonesia,” ujar Raseno Arya.

 

Raseno juga menyebutkan, festival ini rencananya akan digelar setiap tahun dan dijadikan kalender pariwisata nasional. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemkot Padang untuk menyelenggarakan kegiatan yang dapat menarik wisatawan berkunjung ke Padang tiap tahun.

 

“Semua ada di sini, ini menunjukan persatuan dan kesatuan Indonesia dan event ini akan masuk ke dalam Calender of Event 2020. Apalagi ini menjadi event pertama pada libur lebaran, sehingga kian memperkaya keindahan Indonesia,”ujar Raseno.

 

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meminta kepada seluruh masyarakat jangan melihat jumlahnya namun hakekat penghargaan tersebut menandakan perbuatan untuk Indonesia di mata dunia.

 

“Kegiatan ini untuk melestarikan dan menjaga budaya melalui jalur kuliner untuk senantiasa dirasakan oleh masyarakat Indonesia bukan hanya di Kota Padang saja,” ujar Irwan Prayitno.

 

Yang patut diperhatikan lainnya adalah Sumatera Barat kaya akan kulinernya, meskipun dalam etnik Minagkabau dan Tionghoa memiliki banyak perbedaan yang kaya akan ciri khas justru itu menjadi kelebihan dari Sumatera Barat termasuk kuliner Lamang Baluo dan Bakcang Ayam. “Apalagi, kuliner ini bisa menjadi aset yang harus dijaga karena hasil dari nenek moyang kita yang muncul dari kreatifitas masyarakat,” ulasnya bangga.

 

Di kesempatan yang sama Walikota Padang Mahyeldi mengatakan festival ini memang bertujuan untuk menarik wisatawan datang ke Padang. Untuk itu, jadwal pelaksanaannya bertepatan dengan libur Lebaran.

 

“Festival ini menunjukan adanya kerukunan yang luar biasa antara etnis Tionghoa dengan Minang di Padang. Mereka sudah lama hidup rukun berdampingan. Festival ini menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 15 ribu orang dari etnis Tionghoa maupun lainnya,” ujar Mahyeldi. XPOSEINDONESIA

 

More Pictiures

Last modified on Monday, 10 June 2019 11:11
Login to post comments