<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>YPPUI &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/yppui/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Mar 2023 04:40:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>YPPUI &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Diskusi YPPUI &#038; Kemendikbudristek : Film Bukan Hanya Hiburan, Perlu Memuat Budaya</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/event/diskusi-yppui-kemendikbudristek-film-bukan-hanya-hiburan-perlu-memuat-budaya/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/exclusive/event/diskusi-yppui-kemendikbudristek-film-bukan-hanya-hiburan-perlu-memuat-budaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2023 04:27:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi “Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pendidikann dan Kebudayaan Ristek]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Pusat Perfilman Usmar Ismail]]></category>
		<category><![CDATA[YPPUI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=13887</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="300" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/03/Benny-Benke-Slamet-Rahardjo-dan-Bene-Dion-Dalam-Diskusi-300x300.jpeg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="benny benke slamet rahardjo dan bene dion dalam diskusi" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/03/Benny-Benke-Slamet-Rahardjo-dan-Bene-Dion-Dalam-Diskusi-300x300.jpeg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/03/Benny-Benke-Slamet-Rahardjo-dan-Bene-Dion-Dalam-Diskusi-1024x1024.jpeg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/03/Benny-Benke-Slamet-Rahardjo-dan-Bene-Dion-Dalam-Diskusi-150x150.jpeg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/03/Benny-Benke-Slamet-Rahardjo-dan-Bene-Dion-Dalam-Diskusi-1536x1536.jpeg 1536w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/03/Benny-Benke-Slamet-Rahardjo-dan-Bene-Dion-Dalam-Diskusi-2048x2048.jpeg 2048w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/03/Benny-Benke-Slamet-Rahardjo-dan-Bene-Dion-Dalam-Diskusi-24x24.jpeg 24w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/03/Benny-Benke-Slamet-Rahardjo-dan-Bene-Dion-Dalam-Diskusi-48x48.jpeg 48w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/03/Benny-Benke-Slamet-Rahardjo-dan-Bene-Dion-Dalam-Diskusi-96x96.jpeg 96w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Yayasan Pusat Perfilman Usmar Ismail (YPPUI) &#160;bekerjasama dengan Kementerian Pendidikann dan Kebudayaan Ristek menggelar diskusi menarik bertajuk “Film Indonesia, Karya Budaya, Inspirasi Indonesia” , Selasa, (28/03/2023). Diskusi&#160; yang digelar dalam rangka merayakan&#160; Hari Film Nasional 2023 itu menghadirkan dua generasi perfilman yang berbeda zaman, yakni &#160;aktor dan sutradara senior Slamet Rahardjo dan Bene Dion Rajagukguk, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Yayasan Pusat Perfilman Usmar Ismail (YPPUI) &nbsp;</strong>bekerjasama dengan Kementerian Pendidikann dan Kebudayaan Ristek menggelar diskusi menarik bertajuk “Film Indonesia, Karya Budaya, Inspirasi Indonesia” , Selasa, (28/03/2023).</p>



<p>Diskusi&nbsp; yang digelar dalam rangka merayakan&nbsp; Hari Film Nasional 2023 itu menghadirkan dua generasi perfilman yang berbeda zaman, yakni &nbsp;aktor dan sutradara senior<strong> Slamet Rahardjo</strong> dan <strong>Bene Dion Rajagukguk</strong>, (penulis,komika, sekaligus sutradara film <em>Ngeri-Ngeri Sedap</em>)</p>



<p>Acara berjalan&nbsp; dengan dikendalikan &nbsp;wartawan senior <strong>Benny Benke</strong> berlangsung menarik dan interaktif.</p>



<p>Di awal acara, <strong>Pong Hardjatmo </strong>menyisip membawakan dua puisi karyanya berjudul Monas dan Korupsi.</p>



<p>Paparan &nbsp;pertama&nbsp; diskusi&nbsp; dimulai dari Bene Dion yang mengungkapkan proses kreatif pembuatan film <em>Ngeri-Ngeri Sedap</em> yang mengambil latar cerita berdasarkan budaya Batak.</p>



<p>Dion &nbsp;mengaku&nbsp; memilih tema film ini, “karena sebagai orang &nbsp;Batak, saya ingin memberikan penghormatan kepada suku saya,” ungkap Bene Dion.</p>



<p>Dan Bene &nbsp;menyadari, sebelum &nbsp;menggarap <em>Ngeri-Ngeri Sedap</em>, memang sudah ada beberapa film berlatar belakang Batak. &nbsp;</p>



<p>“Tetapi dia belum mampu memberikan pertunjukan budaya &nbsp;yang akurat dan bisa mudah dipahami oleh orang bukan dari Batak. Sekaligus bisa menjadi tontonan yang menarik dan menghibur.” kata Dion. &nbsp;</p>



<p>Dalam pandangan Dion, sebuah film sejatinya bukan hanya sebuah tontonan yang sekadar semata-mata menghibur.</p>



<p>“Film memang sarana hiburan, jadi&nbsp; kita sebagai pembuat harus berpikir bagaimana membuat tontonan menghibur yang &nbsp;juga memiliki nilai-nilai,” kata Dion.</p>



<p>Dalam film drama komedinya tu, Bene Dion menggarap &nbsp;&nbsp;drama yang penuh dengan budaya , bahkan juga konflik sebuah keluarga. “Itulah konsep yang saya pakai untuk menggarap Ngeri-Ngeri Sedap,” ungkap Dion</p>



<p>Ia pun terkejut dengan euforia yang terjadi di mana masyarakat suku Batak datang berbondong-bondong ke Bioskop menyaksikan filmnya.</p>



<p>Diskusi Perfilman ini kali ini diikuti &nbsp;pula oleh para Alumni SDM Citra, yang saat ini aktif menjadi pekerja film baik di Perusahaan Film maupun Televisi, serta insan perfilman lainnya, terlihat makin seru.</p>



<p>Sementara itu, Slamet Rahardjo yang tampil setelah itu menambah wawasann peserta diskusi tentang &nbsp;engertian konsep budaya &nbsp;dalamfilm.</p>



<p>Slamet sangat mendukung &nbsp;pola &nbsp;kerja Dion untuk &nbsp;tidak ragu-ragu membuat film dengan latar budaya Indonesia. Meski itu jelas &nbsp;sangat tidak mudah.</p>



<p>Contohnya,&nbsp; Kata Slamet. “Ketika saya harus berperan menjadi Teuku Umar, saya yang orang Jawa medok, &nbsp;harus bisa fasih berbahasa Aceh. Untuk itu saya harus mempelajarinya langsung pada masyarakat dengan tidur di hutan dan bergaul bersama mereka!” ujar Slamet.</p>



<p>Dan &nbsp;Slamet sangat memuji apa yang dilakukan Dion.</p>



<p>“Bagi Dion,&nbsp; ia hanya ingin membuat film yang dekat dengan masyarakatnya. &nbsp;Dan inilah yang membuat film Indonesia bisa jadi tuan rumah di negerinya sendiri.”ungkap Slamet Rahadjo.</p>



<p>Kedekatan budaya &nbsp;dengan si pembuat film itulah yang harus ditonjolkan.</p>



<p>Dan bagi Slamet,&nbsp; para sineas &nbsp;harus bangga dengan film karyanya yang berasal dari keresahan serta sudut pandangnya.</p>



<p>“Itulah yang akan membuat sebuah karya film menjadi menarik dan mudah dimengerti.” <strong>XPOSEINDONESIA  Foto : Didang Sasmita</strong></p>


<div style="min-height: 535px;; " class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_c96c1341-5bcd-4a78-a069-aab97f467c68" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/03/Benny-Benke-Slamet-Rahardjo-dan-Bene-Dion-Dalam-Diskusi-1.jpeg" alt="benny benke slamet rahardjo dan bene dion dalam diskusi 1" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">benny benke slamet rahardjo dan bene dion dalam diskusi 1</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/03/PembicaraModerator-dan-peserta-diskusi.jpg" alt="pembicaramoderator dan peserta diskusi" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">pembicaramoderator dan peserta diskusi</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/exclusive/event/diskusi-yppui-kemendikbudristek-film-bukan-hanya-hiburan-perlu-memuat-budaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">13887</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2023/03/Benny-Benke-Slamet-Rahardjo-dan-Bene-Dion-Dalam-Diskusi-300x300.jpeg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="300" />	</item>
	</channel>
</rss>
