<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Usmar Ismail &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/usmar-ismail/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Nov 2022 03:14:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Usmar Ismail &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Pahlawan Nasional Usmar Ismail dan Para Pahlawan Kesiangan</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/pahlawan-nasional-usmar-ismail-dan-para-pahlawan-kesiangan/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/exclusive/pahlawan-nasional-usmar-ismail-dan-para-pahlawan-kesiangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2022 12:01:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[FFI Pahlawan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Usmar Ismail]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=12659</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/11/0-Wina-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="0 wina" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/11/0-Wina-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/11/0-Wina-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/11/0-Wina-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/11/0-Wina-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/11/0-Wina-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/11/0-Wina-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/11/0-Wina-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/11/0-Wina-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/11/0-Wina.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Tim Pengusul Sebelum Usmar Ismail dinobatkan secara resmi sebagai Pahlawan Nasional, kami Tim Pengusulnya yang terdiri dari saya (Wina Armada Sukardi), Akhlis Suryapati, Adi Surya Abdi, Maman Widjaya, dan Hidayat Sanggrara, lebih dahulu melakukan serangkaian simposium/panel diskusi/FGD dll di berbagai kota dan berbagai provinsi, untuk menjaring pendapat kalangan perfilman, ahli sejarah, dan tokoh masyarakat ikhwal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<pre class="wp-block-code"><code>Selasa besok, 22/11/2022, Festival Film Indonesia (FFI) bakal dihelat. Sengaja dipillih tanggal 22 supaya ada angka bagus. 

Salah seorang perintis dan pendiri FFI, tak lain tak bukan,  ialah Pahlawan Nasional Usmar Ismail. Selain seorang sineas handal, dia juga seorang wartawan, bahkan pernah menjadi ketua umum PWI kedua. Memang, membicarakan perfilman nasional Indonesia, tak mungkin tanpa menyebut nama Usmar Ismail. Film Indonesia  adalah Usmar Ismail. Dan Usmar Ismail adalah film Indonesia.    

Kebetulan  beberapa hari lalu, saya pas menemukan foto di file saya, sebuah foto seminar beberapa tahun silam, soal usulan Usmar Ismail  menjadi calon Pahlawan Nasional dari bidang perfileman.  Ada Prof. Salim Said. Ada Prof Alwi Dahlan. Ada saya dan lainnya.</code></pre>



<p></p>



<p><strong>Tim Pengusul</strong><br></p>



<p>Sebelum Usmar Ismail dinobatkan secara resmi sebagai Pahlawan Nasional, kami Tim Pengusulnya yang terdiri dari saya (Wina Armada Sukardi), Akhlis Suryapati, Adi Surya Abdi, Maman Widjaya, dan Hidayat Sanggrara, lebih dahulu melakukan serangkaian simposium/panel diskusi/FGD dll di berbagai kota dan berbagai provinsi, untuk menjaring pendapat kalangan perfilman, ahli sejarah, dan tokoh masyarakat ikhwal kepahlawanan Usmar Ismail, sekaligus tanggapan mereka terhadap usulan Usmar Ismail menjadi pahlawan nasional dari warga sipil, khususnya untuk bidang perfilman. Kesempatan itu juga kami pakai buat menambah lengkap bahan buat kami.<br></p>



<p>Gagasan mengusulkan Usmar Ismail tercetus oleh kawan-kawan dalam sebuah panataran/pelatihan kritik film di sebuah hotel bilangan Pecenongan. Setelah gagasan itu diaetujui, Adi Surya Abdi mengusulkan, supaya segera dibentuk personil timnya.”Harus sekarang juga kita tentukan nama-namanya,” katanya.<br></p>



<p>Panitia penataran/pelatihan kritik film berembuk. Cepat saja lima nama ditetapkan sebagai Tim. Semula Maman Widjaya, yang waktu itu Kepala Pusbang Film Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud agak segan dan menolak masuk dalam tim. Alasannya, dia seorang birokrat, nanti takut dituding aji mumpung.<br></p>



<p>Saya menampik alasan itu. “Justeru karena Pak Maman birokrat, kita membutuhkannya, agar kalau ada yang perlu difasilitasi oleh Pusbang Film dapat lebih mudah.” Sekain itu saya menambahkan, “Kalo ini berhasil tentu menjadi legency dari Kemendikbud!” Makanya, akhirnya , Maman Widjaya bersedia, dan terbukti kehadirannya memuluskan banyak keperluan memfasilitasi tim ini.</p>



<p><strong>Ketokohan Nasional</strong><br></p>



<p>Jika dilihat dari komposisi tim pengusul: saya dan Akhlis wartawan film dan kebudayaan. Adi Surya Abdi, sineas. Hidayat Sanggara, akademis, dan Maman Widjaya birokrat. Kelima anggota tim ini dihubungkan dengan garis merah sama-sama aktivis perfilman. Susunan yang relatif ideal.<br></p>



<p>Tanpa kami sadar, tak ada satu pun dari kami yang berasal dari Sumatera Barat, tempat asal Usmar Ismail. Ini bukti ketokohan Usmar Ismail sudah lintas daerah, alias sudah bersifat nasional. Tak ada sekat-sekat kesukuan lagi. Tak ada primodialisme.<br></p>



<p>Sejak terbentuk kami mengadakan serangkaian seminar/simposium/panel diskusi/FGD, terutama di daerah-daerah yang terkait dengan riwayat hidup Usmar Ismail dan kepahlawanan, seperti Jakarta, Padang, Bandung, Surabaya dan sebagainya. Dari setiap seminar/diskusi panel/workshol/FGD dll itu, kami memperoleh pernyataan dukungan agar Usmar Ismail dijadikan Pahlawan Nasional lengkap dengan tanda tangan para pesertanya.<br></p>



<p>Setelah itu, kami mencari, mengumpulkan, menyatukan dan mengolah segala dokumen yang diperlukan untuk membangun konstruksi: Usmar Ismail layak jadi Pahlawan Nasional. Kami juga menerbitkan buku-buku sumbangsih Usmar Ismail kepada bangsa dan negara yang kami jadikan dokumen penunjang. Tak heran seluruh dokumen yang kami serahkan kepada pihak berwenang, mencapai 13 box kontener plastik.<br></p>



<p>Tentu , tak ketinggalan kami juga membuat “naskah akademis” sebagai salah satu persyaratan yang penting. Mungkin lantaran saya sering diolok-olok secara bersahabat sebagai “anak sekolahan,” maka tim sepakat tugas penulisan naskah akademis ini, diserahkan kepada saya.</p>



<p><strong>Belum Ada Kepastian</strong><br></p>



<p>Setelah dikoordinasi, semua persiapan lengkap. Dokumen lengkap. Bukti-bukti pendukung lengkap. Buku-buku lengkap. Semua itu beres. Nah, barulah kami mengajukan usulan Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional sesuai dengan peraturan perundang-udangan yang berlaku seperti melalui Dinas Sosial Provinsi Jakarta. Lantas ke Kementerian Sosial, Tim Penilai Provinsi dan Pusat, Dewan Gelar sampai diputuskan presiden. Jadi, melalui prosedur formal, syarat-syarat formal dan tahapan-tahapan resmi pula.</p>



<p><br>Itu pun tidak lantas tahun berikut setelah usulan itu diajukan, langsung disetujui. Satu lagi, kami tidak pernah mengetahui, apakah usulan kami diterima atau tidak. Tidak ada kepastian Usmar Ismail benar-benar bakalan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional atau tidak. Semuanya belum pasti. Semua proses pembahasan usulan pahlawan nasional berlangsung terterup di antara para pihak yang berwenang. Sedangkan yang mengusulkan hanya dapat menanti kabarnya saja.<br></p>



<p>Tapi kami beruntung, seluruh syarat dan ketentuan untuk calon pahlawan nasional yang kami susun, telah memenuhi syarat, sehingg tidak dikembalikan lagi ke kami. Kalau syarat-syarat itu tidak atau belum terpenuhi, kami harus mengajukan ulang lagi pencalonan Usmar Ismail setiap tahun, dan maksimal dua kali. </p>



<p>Menurut ketentuan, sesudah dua kali nama yang kami usung selalu ditolak, tak boleh diajukan lagi. Kalau itu yang terjadi, bermakna, kandaslah upaya memperjuangkan Usmar Ismail sebagai calob Pahlawan Nasional. Sekali lagi kami beruntung kecermatan dan kelengkapan bahan yang kami ajukan telah memenuhi syarat. Kami sendiri berkeyakinan kuat, Usmar Ismail sudah memenuhi semua syarat yang diperlukan sebagai Pahlawan Nasional. Tinggal menunggu waktunya saja.<br></p>



<p>Dan benar. Setelah kami menanti empat tahun, barulah akhirnya Haji Usmar Ismail dikukuhkan secara resmi sebagai Pahlawan Nasional. Alhamdullilah.</p>



<p><strong>Ada Pahlawan Kesiangan</strong></p>



<p><br>Tentu, dalam pencalonan Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional, kami juga dibantu oleh beberapa orang yang secara lamgsung atau tidak langsung menyakinkan presiden, agar presiden mendukung usulan Usmar Ismail ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.</p>



<p><br>Cuma, ketika ada pihak yang dengan “jumawa” menyebut diri mereka ikut, bahkan sangat, berjasa dalam mengusung Usmar Ismail menjadi pahlawan nasional, kami cuma tersenyum kecut saja. Mereka merasa demikian dengan alasan mereka juga pernah suatu ketika menyatakan “mendukung Usmar Ismail sebagai pahlawan nasional. ” Pahadal pernyataan itu tanpa upaya atau tindakan konkrit sesuai perundangan yang berlaku. Lagi pula pernyataan itu tidak jelas ditujukan kepada siapa. </p>



<p>Prosedur formal saja mereka tidak faham, apalagi mekanisme pengajuan calon pahlawan nasional menurut perundang-undangan yang berlaku. Tapi mereka merasa merekalah yang tak kalah berjasanya menempatkan Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional. Siapa mereka? Tak perlulah disebut indentitasnya.<br>Ya begitulah, rupanya dalam semua bidang, termasuk dalam bidang perfilman, banyak juga para pahlawan kesiangan. <strong>XPOSEINDONESIA Foto: Dokumentasi</strong></p>



<p></p>



<p></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp; </p>



<p></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp; </p>



<p>&nbsp;&nbsp; </p>



<p>&nbsp;</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp; </p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/exclusive/pahlawan-nasional-usmar-ismail-dan-para-pahlawan-kesiangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">12659</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2022/11/0-Wina-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Usmar Ismail Dicalonkan Jadi Pahlawan Nasional</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/featured/usmar-ismail-dicalonkan-jadi-pahlawan-nasional/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/featured/usmar-ismail-dicalonkan-jadi-pahlawan-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2021 00:41:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Whats On]]></category>
		<category><![CDATA[100 Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Demi Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Usmar Ismail]]></category>
		<category><![CDATA[webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=5203</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="195" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-300x195.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-300x195.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-768x499.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-150x97.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-600x390.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-696x452.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-647x420.jpg 647w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1.jpg 770w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Dalam rangka peringatan Hari Film Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Demi Film Indonesia menyelenggarakan Webinar dengan judul “Songsong 100 Tahun Alm Usmar Ismail” Diskusi daring yang digelar Rabu, 17 Maret 2021 ini, dihadiri Yusman mewakili Ahmad Mahendra (Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru), juga sejumlah narasumber wanita terkenal sebagai bintang film senior antara lain [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam rangka peringatan <strong>Hari Film Nasional</strong>, <strong>Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan </strong>bersama<strong> Demi Film Indonesia</strong> menyelenggarakan Webinar dengan judul “<em>Songsong 100 Tahun Alm Usmar Ismail”</em></p>



<p><br>Diskusi daring yang digelar Rabu, 17 Maret 2021 ini, dihadiri Yusman mewakili Ahmad Mahendra (Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru), juga sejumlah narasumber wanita terkenal sebagai bintang film senior antara lain<strong> Lenny Marlina, Niniek L.Karim, Alice Iskak, dan Widyawati</strong>. Hadir pula<strong> Wina Armada, Yan Widjaya</strong> (Pengamat perfilman juga jurnalis senior).<br></p>



<p>Seperti diketahui, sejak empat tahun terakhir ini sudah terdengar kabar nama<strong> Usmar Ismail</strong> diusulkan untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional di bidang perfilman.</p>



<p><br>Yan Wijaya menyebut, Usmar Ismail pantas menerima pengukuhan itu. “Ia adalah Bapak Perfilman Indonesia, perintis dibuatnya film Indonesia dengan pekerja orang Indonesia, karya filmnya sangat kuat memperlihatkan warna Indonesia. Dua diantaranya adalah “Harimau Tjampa” dan “”Perempuan di Sarang Penyamun,” ungkap Yan.<br></p>



<p>Sebagai sutradara dengan visi Indonesia yang kuat, Usmar dikenal pula sebagai tokoh pencetak bintang. Salah satunya, Lenny Marliana yang dimunculkannya lewat film “Ananda” (1970), setahun sebelum Usmar wafat.“Sejak bisa main di film Usmar, nama saya langsung mendadak menjadi terkenal. Saya kemudian dapat tawaran main di berbagai film dan mendapat honor. Saya bisa menyekolahkan adik adik dan membantu keuangan keluarga,”ungkap Lenny<br></p>



<p>Sementara itu, Alice Iskak yang diajak Usmar main dalam film ‘”Big Village” mengenang sutradara itu. &#8220;Sebagai sosok yang the best,” ujarnya.<br>Widyawati mengenang Usmar Ismail sebagai sutradara yang tenang, santai tapi menghasilkan filmnya yang dahsyat.“Syuting dengan Pak Usmar itu selalu menyenangkan. Saya malah tidak perah berpikir soal honor. Maklum baru umur 17 waktu itu,” kata Widyawati yang bermain dalam film usmar berjudul “Holiday in Bali (1963) dan “Ja Mualaim” (1968)<br></p>



<p>Usmar Ismail wafat dalam usai sangat muda, 49 tahun. Dalam usia sependek itu, ia langsung terkenal sebagai sutradara produktif. Sepanjang hidup, ia tercatat telah memproduksi 25 judul film. Karya ini belum termasuk kumpulan puisi dan naskah drama.<br>Melihat perjalanan pendeknya yang sangat memukau, Widyawati berujar dengan yakin, “bahwa sesungguhnya Film Indonesia adalah Usmar Ismail, begitupun sebaliknya Usmar Ismail adalah Film Indonesia,” ujarnya.<br></p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-wina-siapkan-bukti-13-kontainer"><strong>Wina Siapkan Bukti 13 Kontainer</strong></h2>



<p>Wina Armada, wartawan senior dan pengamat film menyebut, sumbangsih Usmar Ismail dalam perfilman dan kebudayaan Indonesia sangat jelas jejaknya.<br></p>



<p>“Pertama, dia adalah perintis untuk semua hal di perfilman Indonesia. Usmar lah yang pertama meletakkan sinema Indonesia dibuat oleh orang Indonesia, kru orang Indonesia. Dan itu terlihat dalam film Indonesia pertama (&#8220;Darah dan Doa&#8221;) dan ceritanya menarik,&#8221; ujar Wina.<br></p>



<p>“Kedua, Usmar juga peletak sinema Indonesia di mata internasional, dia meletakkan sinema film Indonesia dikancah film internasional. Dia pejuang yang kemudian dilanjutkan oleh sineas-sineas lain,&#8221; ujar Anggota Dewan Pers itu.<br></p>



<p>Menurut Wina, karya yang dihasilkan Usmar Ismail adalah film-film bermutu yang juga disukai masyarakat. Pada zaman itu, karya Usmar mampu mengalahkan Amerika bahkan mampu membuat cemas negara Adidaya itu.<br></p>



<p>Wina sudah menyiapkan serangkaian bukti bahwa Usmar Ismail pantas menjadi pahlawan nasional. “Ada 13 kontainer yang diserahkan ke Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Doakan saja,” kata Wina yang bersama Akhlis Suryapati, Adi Surya Abdi dan lain-lain menjadi tim pengusul pemberian gelar pahlawan ini.<br></p>



<p>Niniek L.Karim menyebut setuju 1000 persen bila Usmar Ismail dikukuhkan menjadi pahlawan nasional. ”Karena memang beliau sangat berperan dalam merintis sekaligus mengembangkan perfilman yang ada di Indonesia,” ungkapnya. <strong>XPOSEINDONESIA/NS Foto: Dudut Suhendra Putra</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/featured/usmar-ismail-dicalonkan-jadi-pahlawan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5203</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-1-300x195.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="195" />	</item>
	</channel>
</rss>
