<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Tugas LSF &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/tugas-lsf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2021 07:01:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Tugas LSF &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>LSF Kini : Bukan Tajam Gunting, tapi Tajam Pikiran</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/film/lsf-kini-bukan-tajam-gunting-tapi-tajam-pikiran/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/film/lsf-kini-bukan-tajam-gunting-tapi-tajam-pikiran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2015 02:52:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Anwar Fuadi]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Sensor Film]]></category>
		<category><![CDATA[Tugas LSF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://offair.id/xposeid/?p=1615</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="195" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-300x195.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-300x195.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-768x499.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-150x97.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-600x390.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-696x452.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-647x420.jpg 647w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran.jpg 770w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Lembaga Sensor Film&#160;&#160;&#160;(LSF)&#160; semakin hari semakin menghadapi&#160; tugas yang berat. Kini&#160; mereka hanya&#160; akan memiliki 17 anggota, terdiri atas 12 (dua belas) orang dari unsur masyarakat dan 5 orang unsur pemerintahan.&#160; Nama-nama anggota LSF yang baru&#160; sedang menunggu&#160; keputusan&#160;Presiden Jokowi, setelah sebelumnya disetujui oleh semua anggota&#160;Komisi I&#160; DPR. Sementara itu, dalam PP lama, jumlah anggota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><br>Lembaga Sensor Film&nbsp;&nbsp;</strong>&nbsp;<strong>(LSF)</strong>&nbsp; semakin hari semakin menghadapi&nbsp; tugas yang berat. Kini&nbsp; mereka hanya&nbsp; akan memiliki 17 anggota, terdiri atas 12 (dua belas) orang dari unsur masyarakat dan 5 orang unsur pemerintahan.&nbsp; Nama-nama anggota LSF yang baru&nbsp; sedang menunggu&nbsp; keputusan&nbsp;<strong>Presiden Jokow</strong>i, setelah sebelumnya disetujui oleh semua anggota<strong>&nbsp;Komisi I&nbsp; DPR</strong>.</p>



<p>Sementara itu, dalam PP lama, jumlah anggota LSF hanya ditetapkan maksimal sebanyak 45 orang. Dalam PP baru disebutkan bahwa anggota LSF ditetapkan dengan keputusan presiden untuk masa jabatan 4 tahun. Dalam PP lama, anggota LSF diangkat oleh presiden atas usul Menteri Penerangan untuk masa tugas 3 tahun.<br><br>Menurut catatan anggota LSF,&nbsp;<strong>Prof Dr. HM Ridwan Rais</strong>, yang dibacakannya dalam diskusi&nbsp;<em>&#8220;Meningkatkan Pertahanan dan Ketahanan Budaya Bangsa Melalui Sensor Film&#8221;,</em>&nbsp;di Gedung Film Jakarta, Kamis (2/7),&nbsp;&nbsp; “Tugas LSF adalah melakukan penyensoran terhadap film, reklame film yang akan diedarkan di bioskop maupun di televisi.”<br><br>Ridwan Rais&nbsp; juga menyebut sekarang ini terdapat 764 stasiun televisi, termasuk televisi lokal,&nbsp; dan&nbsp; terdapat 870 layar bioskop di seluruh Indonesia. “Di samping itu&nbsp; masyarakat juga masih mendapat&nbsp; tontonan dari CD yang bebas diperjualbelikan yang lolos dari jangkauan&nbsp; LSF,” katanya.<br><br>Ridwan&nbsp; menerangkan, tugas penyensoran&nbsp; dilakukan dengan melihat dari beragam sisi, antara lain agama,&nbsp; ideologi dan politik&nbsp; juga sosial budaya.<br><br>Khusus dari sisi sosial budaya, film bisa dinyatakan tidak akan lolos LSF apabila memuat adegan yang dapat merusak norma kesopanan umum, ejekan terhadap adat istiadat tertentu&nbsp; yang akan merugikan dan merusakan budi pekerti masyarakat.<br><br>Produser film&nbsp;<strong>Zairin Zain&nbsp;</strong>&nbsp;dalam forum yang sama mengatakan, jangankan untuk menyensor film layar lebar dan iklan, khusus untuk film televisi saja misalnya dengan jumlah stasiun TV sebanyak itu,&nbsp; dan jumlah anggota LSF yang ada,&nbsp; ia tidak yakin film stripping di televisi telah&nbsp; masuk penyensoran LSF sebelum tayang. “Sangat tidak mungkin waktunya terkejar. Syuting hari itu dan tayang juga di hari yang sama.”<br><br>Zairin tetap mendukung berdirinya LSF sebagai lembaga kontrol dan wujud kehadiran negara. “Semestinya dalam hal ini negara&nbsp; hadir untuk membantu orang film dalam hal tata edar perfilman, pengurangan pajak dan lain-lain.&#8221;<br><br>Di luar itu, Zairin melihat tugas LSF&nbsp; jika dilihat dari&nbsp; daftar segi penyensoran yang dibacakan Pak Ridwan Rais, &#8220;akan membuat orang jadi takut untuk bikin film,” katanya&nbsp;&nbsp;<br><br>Ia lantas mengurai soal persepsi akan batasan-batasan kesopanan menyangkut bahasa, Zairin mencontohkan film&nbsp;<em>“Kentut”</em>&nbsp;yang dproduksinya. Karya itu tidak kunjung memperoleh surat tanda lulus sensor karena judul dinilai mengganggu. Ia disarankan untuk menggantinya dengan buang angin atau kata lain. Namun, Zairin menolaknya.<br><br>“Dalam masalah sensor,&nbsp; saya tidak&nbsp; pernah menitipkan sensor film saya pada LSF, karena saya memiliki sensor sendiri!” ungkap&nbsp; produser film<em>&nbsp;“Alangkah Lucunya Negeri Ini”</em>, dan sinetron&nbsp;<em>&nbsp;“Para Pencari Tuhan”</em><br><br>Sementara itu,<strong>&nbsp;Hadiartomo, M.Sn</strong>, seorang Praktisi&nbsp; Film dan Pengajar di<strong>&nbsp;Institut Kesenian Jakarta</strong>, mengungkapkan, saat ini dibutuhkan pikiran yang tajam dalam melihat persoalan dan bukan gunting yang tajam.</p>



<p>“Era telah berubah ketika gunting sudah tidak boleh bicara, maka kemampuan argumentasi dengan menggunakan pikiran yang tajam&nbsp; dari setiap anggota sensor dalam memutuskan keputusannya harus&nbsp; dapat diakomodir berbagai pihak, terutama pihak produser dan penonton.&nbsp; Penyensoran&nbsp; dilaksanakan atas prinsip dialog.” katanya.&nbsp;<strong>XPOSEINDONESIA/NS Foto Dudut Suhendra Putra</strong><br><br><strong>More Pictures</strong></p>


<div style="min-height: 535px;; " class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_10b785ee-42e4-4dc2-9d1b-8115315fee87" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/01-DISKUSI-LSF-DSP-563e3ec0ef.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Zairi Zain, Produser Film dalam diskusi &#8220;Meningkatkan Pertahanan dan Ketahanan Budaya Bangsa Melalui Sensor Film&#8221;, di Gedung Film Jakarta, Kamis (2/7), XPOSEINDONESIA- Foto : Dudut Suhnedra Putra</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/02-DISKUSI-LSF-DSP-4a634bfe7d.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Anwar Fuadi (Ketua LSF) , Drs. Nyoman Widi Wisnawa, Hardiatomo, M.Sn, dan Zairi Zain XPOSEINDONESIA- Foto : Dudut Suhnedra Putra</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/03-DISKUSI-LSF-DSP-b9a3188075.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Ki-ka (Prof Dr. HM Ridwan Rais, Anwar Fuadi (Ketua LSF) , Drs. Nyoman Widi Wisnawa, Hardiatomo, M.Sn, dan Zairi Zain XPOSEINDONESIA- Foto : Dudut Suhnedra Putra</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/07-DISKUSI-LSF-DSP-e3dfee8755.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Anwar Fuadi (Ketua LSF) , Drs. Nyoman Widi Wisnawa, Hardiatomo, M.Sn, dan Zairi Zain XPOSEINDONESIA- Foto : Dudut Suhnedra Putra</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/film/lsf-kini-bukan-tajam-gunting-tapi-tajam-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1615</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2015/07/LSF-Kini-Bukan-Tajam-Gunting-tapi-Tajam-Pikiran-300x195.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="195" />	</item>
	</channel>
</rss>
