<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Trie Utami &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/trie-utami/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jun 2025 04:59:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Trie Utami &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Fame: Trio Bersuara Solo yang Bikin “Pengertian” Hidup Kembali</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/new-release/fame-trio-bersuara-solo-yang-bikin-pengertian-hidup-kembali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 02:26:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Baliyanto WK]]></category>
		<category><![CDATA[Fame]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[Ressa Herlambang]]></category>
		<category><![CDATA[Ronny Waluyta]]></category>
		<category><![CDATA[Trie Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=31745</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/sebuah-meja-di-rumah-trie-utami-tempat-beragamide-sekaligus-canda-tertuang-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="sebuah meja di rumah trie utami tempat beragamide sekaligus canda tertuang" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/sebuah-meja-di-rumah-trie-utami-tempat-beragamide-sekaligus-canda-tertuang-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/sebuah-meja-di-rumah-trie-utami-tempat-beragamide-sekaligus-canda-tertuang-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/sebuah-meja-di-rumah-trie-utami-tempat-beragamide-sekaligus-canda-tertuang-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/sebuah-meja-di-rumah-trie-utami-tempat-beragamide-sekaligus-canda-tertuang-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/sebuah-meja-di-rumah-trie-utami-tempat-beragamide-sekaligus-canda-tertuang-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/sebuah-meja-di-rumah-trie-utami-tempat-beragamide-sekaligus-canda-tertuang-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/sebuah-meja-di-rumah-trie-utami-tempat-beragamide-sekaligus-canda-tertuang-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/sebuah-meja-di-rumah-trie-utami-tempat-beragamide-sekaligus-canda-tertuang-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/sebuah-meja-di-rumah-trie-utami-tempat-beragamide-sekaligus-canda-tertuang.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Wajah Trie Utami, Ronny Waluya, dan Ressa Herlambang dalam video musik berformat AI belakangan ini rajin melintas di berbagai media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Trie Utami, Ronny, dan Ressa membentuk kelompok bernama Fame—bersama Baliyanto WK, musisi yang juga bertindak sebagai produser dan arranger. Mereka membawakan lagu “Pengertian” ciptaan mendiang Alex Kembar Grup. Lagu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Wajah Trie Utami, Ronny Waluya, dan Ressa Herlambang dalam video musik berformat AI belakangan ini rajin melintas di berbagai media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Trie Utami, Ronny, dan Ressa membentuk kelompok bernama Fame—bersama Baliyanto WK, musisi yang juga bertindak sebagai produser dan arranger. Mereka membawakan lagu “Pengertian” ciptaan mendiang Alex Kembar Grup. Lagu ini sempat hits pada tahun 1990-an lewat suara Harvey Malaihollo dengan aransemen Erwin Gutawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pengertian” yang dahulu dinyanyikan solo oleh Harvey kini dibawakan ulang oleh tiga penyanyi tersebut. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri, baik bagi mereka maupun bagi Baliyanto WK sebagai arranger.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tantangan terberatnya adalah pembagian suara, karena masing-masing penyanyi punya <em>range</em> vokal berbeda. Untung ada Trie Utami yang ahli untuk membedah ini,” ungkap Baliyanto, ayah dua anak ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Trie Utami aias Iie, yang bertindak sebagai <em>vocal designer</em>, sengaja mengarahkan Ronny dan Ressa untuk tetap mengeluarkan ciri khas masing-masing. Konsep Fame memang bukan sebagai grup vokal atau trio konvensional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Konsep kami dalam Fame adalah bernyanyi solo tapi bertiga, dengan tetap mengeluarkan karakter masing-masing. Aku minta Ronny berada di suara halus yang tidak pernah dikeluarin, sementara Ressa dipertahankan kemudaannya, tapi harus tumpul. Tidak terlalu tajam, sehingga lagu itu menjadi sangat <em>soft</em>. Apalagi Mas Bali telah mengaransemen lagu ini dengan sangat indah!” ungkap Iie.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jelas Pengurusan Hak Cipta</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Niat awal untuk merilis single perdana Fame sebenarnya sempat diarahkan untuk memakai lagu baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Trie Utami punya banyak lagu. Tapi dari percakapan dalam rapat, Ressa mencetus ide, lebih baik menggunakan lagu yang sudah ternama,” ungkap Ronny.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baliyanto pun menyetor lagu “Pengertian”, karya dari Alex Korengkeng yang merupakan pamannya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Iie, Baliyanto sudah lama berkeinginan mengaransemen ulang lagu ini. “Karena itu lagu om-nya dan ia termasuk saksi hidup dari proses penciptaan lagu ini,” ungkap Iie.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pilihan Fame untuk membawakan lagu “Pengertian” juga didorong oleh kemudahan dalam pengurusan hak cipta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena saya tinggal mengontak istri Om Alex, bikin kesepakatan, bayar dan langsung beres,” ujar Bali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Iie menambahkan bahwa pengurusan hak cipta memang menjadi prioritas utama. “Terlebih di tengah situasi sekarang, di mana para pencipta berkonflik dengan penyanyi dan berujung ke ranah hukum!” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fame sendiri baru terbentuk sekitar setahun lalu, bermula dari seringnya keempat personelnya tampil live bersama di TikTok. Iie, Ronny, dan Baliyanto mengaku mulai mendalami pola siaran TikTok setelah bergaul dengan Ressa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Eh, belum sampai setahun, malah sekarang lebih jago Kang Ronny,” ungkap Ressa sambil memuji.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski baru seumur jagung dan dikenal suka bercanda di luar musik, Fame sudah melahirkan karya kreatif yang membanggakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Via TikTok, kita tengah menggelar acara <em>Indonesia Singing Academy</em>, sebuah kompetisi menyanyi yang menjadi event terbesar di TikTok. Acara ini bukan hanya menghibur, tapi juga mengedukasi,” tutup Ronny. <strong>XPOSEINDONESIA/NS Foto Dudut Suhendra Putra</strong></p>


<div style="min-height: 535px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_1a10c397-e82f-46e2-bb0b-4ad87d321724" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/baliyantoi-wk.jpg" alt="baliyantoi wk" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">baliyantoi wk</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/ronny-waluya.jpg" alt="ronny waluya" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">ronny waluya</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/ressa-herlambang.jpg" alt="ressa herlambang" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">ressa herlambang</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/trie-utami.jpg" alt="trie utami" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">trie utami</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">31745</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/sebuah-meja-di-rumah-trie-utami-tempat-beragamide-sekaligus-canda-tertuang-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Klaten Etno Jazz Sawah 2024, Padukan Harmoni Musik &#038; Alam dalam Sebuah Gerakan Lestari untuk Kedaulatan Air &#038; Ketahanan Pangan</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/on-stage/klaten-etno-jazz-sawah-2024-padukan-harmoni-musik-alam-dalam-sebuah-gerakan-lestari-untuk-kedaulatan-air-ketahanan-pangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2024 15:35:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[On Stage]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Setiawan Basuni]]></category>
		<category><![CDATA[Etnik Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[Klaten Etno Jazz Sawah 2024]]></category>
		<category><![CDATA[KOmunita Jazz Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Smara Tantra]]></category>
		<category><![CDATA[Trie Utami]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Jazz]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=25579</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/poster-acara-klaten-erno-jazz-sawah-2024-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="poster acara klaten erno jazz sawah 2024" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/poster-acara-klaten-erno-jazz-sawah-2024-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/poster-acara-klaten-erno-jazz-sawah-2024-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/poster-acara-klaten-erno-jazz-sawah-2024-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/poster-acara-klaten-erno-jazz-sawah-2024-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/poster-acara-klaten-erno-jazz-sawah-2024-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/poster-acara-klaten-erno-jazz-sawah-2024-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/poster-acara-klaten-erno-jazz-sawah-2024-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/poster-acara-klaten-erno-jazz-sawah-2024-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/poster-acara-klaten-erno-jazz-sawah-2024.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Etnik Jazz, Kedaulatan Air dan Ketahanan Pangan, serta Kesadaran Rural-Urban Sebelum menyebar ke kota-kota besar di Amerika pada awal abad 20, jazz lahir dari komunitas yang dihempas kesulitan ekonomi dan sosial masyarakat rural-pedesaan. Ruang refleksi masyarakat agraris yang sehari-hari bekerja di sawah dan ladang. Dan, jazz memperkuat ikatan komunitas, menyatukan individu dalam perayaan dan sarana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Etnik Jazz, Kedaulatan Air dan Ketahanan Pangan, serta Kesadaran Rural-Urban</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum menyebar ke kota-kota besar di Amerika pada awal abad 20, jazz lahir dari komunitas yang dihempas kesulitan ekonomi dan sosial masyarakat rural-pedesaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ruang refleksi masyarakat agraris yang sehari-hari bekerja di sawah dan ladang. Dan, jazz memperkuat ikatan komunitas, menyatukan individu dalam perayaan dan sarana hiburan setelah penat kerja di sawah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika bergerak ke wilayah urban, jazz diadaptasi dan dipengaruhi oleh gaya hidup yang lebih dinamis dan kompleks di perkotaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menjadi lebih eksperimental, modern, dan berteknologi canggih. Menjadi simbol kebebasan dan inovasi, namun tetap membawa semangat kolektif yang diadopsi dari pedesaan. Semangat ini tampak dari improvisasi yang lantas menjadi elan vital jazz.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jazz dapat dilihat sebagai metafora bagi kehidupan agraris, di mana petani membutuhkan improvisasi dalam pengelolaan tanam dengan kondisi alam yang berubah-ubah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Klaten Etno Jazz Sawah memperlihatkan sinergi sektor pertanian dan unsur penting air serta budaya dalam mempertahankan kedaulatan pangan. Dengan kolaborasi yang elok dengan sektor pertanian, jazz dapat menjadi bagian penting dari gerakan budaya yang mendukung keberlanjutan dan ketahanan pangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengambil bentang alam sub Das Pusur, tepatnya di Umbul Besuki dengan mata air beningnya dan dikelilingi sawah yang menyejukkan mata, Klaten Etno Jazz Sawah dipersembahkan pada hari Minggu, 17 November 2024 mulai pukul 12.00 hingga 17.30 atau selesai sebelum Magrib.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menampilkan bintang tamu <strong>Trie Utami, Vertigong with Silir Wangi, Smara Tantra, Keroncong Jazz Lastarya, Komunitas Jazz Indonesia, Musik Air by Memet Chairul Slamet, Gejok Lesung Sekar Melati </strong>dan<strong> Drumband SDN Ponggok.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Agus Setiawan Basuni </strong>dari<strong> WartaJazz – </strong>sebuah ekosistem Jazz di Indonesia yang menjadi inisiator Klaten Etno Jazz Sawah menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah sebuah ikhtiar menyatukan stakeholder ekonomi kreatif untuk saling bersinergi mengantisipasi terbukanya peluang dengan koneksitas Klaten lewat jalan tol ditengah dua kota yang punya magnet budaya dan wisata luar biasa Yogyakarta dan Solo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Klaten terkenal lewat Beras Delanggunya. Kami ingin mendorong sinergi antara musik Etno, Jazz dan Sawah”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ajakan ini disambut dengan antusias oleh <strong>Juneadhi Mulyono</strong>, Lurah <strong>Desa Ponggok</strong> yang viral lewat wisata airnya. “Kolaborasi menjadi kata kunci ditengah dunia yang serba tak menentu. Dengan saling mendukung Wisata dan Pertanian, semoga kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat sekaligus jadi ajang<em> ”</em> ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang sama diamini oleh <strong>Yusuf Murdani</strong> dari Komunitas <strong>Petani Muda Klaten</strong>, “Pertanian memiliki pola yang mirip dimana improvisasi harus kerap dilakukan manakala menghadapi cuaca, pasar atau teknologi maka Petani harus mampu beradaptasi”, ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bentuk adaptasi ini didukung pula oleh <strong>Daniel Timbul, </strong>seorang artpreneur asli Klaten dari<strong> Seroja Indonesia, </strong>yang menggali dan mengembangkan potensi desa lewat kelas artistiknya yang menjadi bagian dari Road to Klaten Etno Jazz Sawah. “Kami ingin potensi yang ada di manfaatkan dan dimaksimalkan. Dengan penggunaan material yang terabaikan dan ramah lingkungan melahirkan karya-karya artistik berbasis sumberdaya lokal”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara<strong> Rama Zakaria,</strong> menyampaikan dukungan <strong>AQUA Klaten </strong>soalperlunya integrasi pengelolaan bentang alam sub DAS Pusur, dimana Klaten Etno Jazz Sawah akan mengambil setting lokasi acara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">”Mengelola sumber daya air erat kaitannya dengan Kedaulatan Pangan, pendekatan kami secara ekosistem agar sumber air ini tetap lestari”.<strong></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Acara ini merupakan kolaborasi WartaJazz, Komunitas Petani Muda Klaten, Desa Wisata Ponggok, Seroja Indonesia, bersama AQUA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Turut didukung oleh Pemerintah Kabupaten Klaten, Lestarilah Indonesia dan Grand Tjokro Hotel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">HTM sebesar IDR. 20.000,- sudah termasuk fasilitas berenang di Umbul Besuki &amp; merchandise beras bisa didapatkan dengan melakukan pemesanan melalui link s.id/etnojazz <strong>XPOSEINDONESIA  Foto Dokumentasi</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25579</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/poster-acara-klaten-erno-jazz-sawah-2024-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
		<item>
		<title>Krakatau Hidupkan Kembali Jazz 80-an Lewat Lintas Melawai</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/krakatau-hidupkan-kembali-jazz-80-an-lewat-lintas-melawai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2024 16:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[On Stage]]></category>
		<category><![CDATA[Dwiki Dharmawan]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Lesmana]]></category>
		<category><![CDATA[jazz Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[konser Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Melawai]]></category>
		<category><![CDATA[musik 80-an]]></category>
		<category><![CDATA[Trie Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=24558</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="199" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_05-300x199.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Krakatau Band" decoding="async" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_05-300x199.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_05-1024x678.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_05-768x509.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_05-634x420.jpg 634w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_05-1268x840.jpg 1268w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_05-150x99.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_05-600x398.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_05-696x461.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_05-1068x708.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_05.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Event tahunan &#160;Lintas Melawai&#160; tahun kedua diselenggarakan di kawasan sekitaran Melawai (Blok M &#38; Sekitarnya) diadakan di Taman Kota Peruri – Blok M Jakarta Selatan. Berbeda dengan tahun lalu yang diselenggarakan di kawasan parkiran Blok M Plaza &#38; Blok M Square. Di tahun ini,  panitia lintas Melawai menampilkan grup  jazz legendaris Krakatau,  yang menjadi salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Event tahunan &nbsp;Lintas Melawai&nbsp; tahun kedua diselenggarakan di kawasan sekitaran Melawai (Blok M &amp; Sekitarnya) diadakan di Taman Kota Peruri – Blok M Jakarta Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan tahun lalu yang diselenggarakan di kawasan parkiran Blok M Plaza &amp; Blok M Square.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tahun ini,  panitia lintas Melawai menampilkan grup  jazz legendaris <strong>Krakatau,  </strong>yang menjadi salah satu ikon musik  terdepan di genre Jazz dan Pop kreatif – istilah yang populer di era 80an, muncul di hari kedua 12 Oktober 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu penampilan yang paling ditunggu-tunggu di event ini adalah grup jazz legendaris <strong>Krakatau</strong>. Grup ini dijadwalkan tampil sore hari, namun akhirnya naik panggung pada pukul <strong>19.30</strong> di hari ketiga acara, 13 Oktober 2024 dengan formasi&nbsp;<strong>Indra Lesmana</strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>Dwiki Dharmawan</strong>&nbsp;pada Keyboard,&nbsp;<strong>Trie Utami</strong>&nbsp;pada vokal,&nbsp;<strong>Gilang Ramadhan</strong>&nbsp;(drum) dan dua pemain additional yakni&nbsp;<strong>Barry Likumahuwa</strong>&nbsp;(Bass) yang menggantikan posisi&nbsp;<strong>Pra B Dharma</strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>Andre Dinuth</strong>&nbsp;yang menggantikan posisi alm.&nbsp;<strong>Donny Suhendra</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Krakatau membawakan lagu lagu populer mereka seperti “Gemilang&#8221;, &#8220;Dirimu Kasih&#8221; , &#8220;Kembali Satu” dan lainnya. Nomor instrumen wajib yang dibawakan oleh Krakatau tentu saja lagu “Haiti” ciptaan Dwiki Dharmawan dari album pertama Krakatau (1987). Terlihat Indra Lesmana dan Dwiki Dharmawan memainkan hand keyboard ke tengan panggung dan disambut tepuk gemuruh penonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Haiti&#8221; memang menjadi salah satu lagu  instrumental  dari Krakatau yang  paling melekat dalam pendegaran penonton.    Para penonton dan penikmat musik yang menyaksikan penampilan Krakatau berharap kelompok ini&nbsp; bisa kembali membuat karya &nbsp;baru baru bahkan melalukan konser, dengan formasi ini, maupun jika bisa formasi awal di mana Pra B Dharma bergabung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita lihat saja apakah&nbsp; Krakatau&nbsp; bakal bisa &nbsp;mewujudkan harapan penggemarnya. <strong>XPOSEINDONESIA Foto Muhamad Ihsan</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">More Pictures</h2>


<div style="min-height: 535px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_5d9d67e4-d98f-4867-936a-7209fc0cfdea" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_08.jpg" alt="Krakatau Band" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Krakatau Band</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_01.jpg" alt="Krakatau Band" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Krakatau Band</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_02.jpg" alt="Krakatau Band" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Krakatau Band</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_03.jpg" alt="Krakatau Band" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Krakatau Band</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_04.jpg" alt="Krakatau Band" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Krakatau Band</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_05.jpg" alt="Krakatau Band" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Krakatau Band</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_06.jpg" alt="Krakatau Band" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Krakatau Band</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_07.jpg" alt="Krakatau Band" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Krakatau Band</figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24558</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2024/10/krakatau-band_05-300x199.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="199" />	</item>
		<item>
		<title>Hand Bouquet untuk Trie Utami : Srintil Monolog Musikal</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/travel/culture/hand-bouquet-untuk-trie-utami-srintil-monolog-musikal/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/travel/culture/hand-bouquet-untuk-trie-utami-srintil-monolog-musikal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2019 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[ArtSwara Production.]]></category>
		<category><![CDATA[Srintil]]></category>
		<category><![CDATA[Srintil Tembang Duka Seorang Ronggeng]]></category>
		<category><![CDATA[Trie Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://offair.id/xposeid/?p=894</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="195" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2019/03/Hand-Bouquet-untuk-Trie-Utami-Srintil-Monolog-Musikal-300x195.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2019/03/Hand-Bouquet-untuk-Trie-Utami-Srintil-Monolog-Musikal-300x195.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2019/03/Hand-Bouquet-untuk-Trie-Utami-Srintil-Monolog-Musikal-768x499.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2019/03/Hand-Bouquet-untuk-Trie-Utami-Srintil-Monolog-Musikal-150x97.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2019/03/Hand-Bouquet-untuk-Trie-Utami-Srintil-Monolog-Musikal-600x390.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2019/03/Hand-Bouquet-untuk-Trie-Utami-Srintil-Monolog-Musikal-696x452.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2019/03/Hand-Bouquet-untuk-Trie-Utami-Srintil-Monolog-Musikal-647x420.jpg 647w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2019/03/Hand-Bouquet-untuk-Trie-Utami-Srintil-Monolog-Musikal.jpg 770w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Memasuki usia setengah abad,&#160;Tri Utami&#160;(penyanyi utama dari kelompok band&#160; Krakatau)&#160; &#160;memulai&#160; babak baru dalam kariernya,&#160; dengan terpilih dan dipercaya tampil pertama kali di panggung teater untuk berperan monolog dalam drama bertajuk “Srintil Tembang Duka Seorang Ronggeng, produksi&#160;ArtSwara Production. Srintil&#160; sendiri diadaptasi dari novel&#160; terkenal karya&#160;Ahmad Tohari, bertajuk Ronggeng Dukuh Paruk yang dirilis pada&#160; tahun 1982.&#160; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Memasuki usia setengah abad,&nbsp;<strong>Tri Utami</strong>&nbsp;(penyanyi utama dari kelompok band&nbsp; Krakatau)&nbsp; &nbsp;memulai&nbsp; babak baru dalam kariernya,&nbsp; dengan terpilih dan dipercaya tampil pertama kali di panggung teater untuk berperan monolog dalam drama bertajuk “Srintil Tembang Duka Seorang Ronggeng, produksi&nbsp;<strong>ArtSwara Production</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Srintil</strong>&nbsp; sendiri diadaptasi dari novel&nbsp; terkenal karya&nbsp;<strong>Ahmad Tohari</strong>, bertajuk Ronggeng Dukuh Paruk yang dirilis pada&nbsp; tahun 1982.&nbsp; Srintil adalah&nbsp; seorang ronggeng di Dukuh Paruk, sebuah desa kecil di&nbsp; Banyumas yang miskin dan terpencil. Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi karena cantik dan menggoda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam&nbsp; kemasan teater yang akan&nbsp; dipentaskan di Teater Salihara pada 27 dan 28 April 2019 itu, ArtSwara Production dengan Eksekutif produser&nbsp; Maera Panigoro,&nbsp; Dian HP (Produser), Iswadi Pratama (sutradara), Sitok Srengenge (Penulis Skenario), dan Eko Supriyanto (Penata Tari)&nbsp; mempercayakan peran Srintil tersebut&nbsp; pada Trie Utami yang selama ini terkenal sebagai penyanyi yang sangat ekspreksif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Peran baru ini bukan hanya akan memperpanjang jenis kesenian dalam&nbsp; curriculum vitae saya, tapi juga menambah&nbsp; pengetahuan, dan lebih penting lagi&nbsp; untuk dunia kesenian yang saya geluti,” kata Trie Utami&nbsp; alias Iie di Rumah Kertanegara,&nbsp; Jakarta,&nbsp; Kamis (14/3).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Iie diproyeksikan akan melakukan monolog, menyanyi, berakting dan menari sepanjang 70-90 menit. Ia akan memerankan tokoh Srintil secara rangkap dalam 3 karakter ;&nbsp; muda, dewasa dan tua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya menerima kepercayaan&nbsp; ini, seperti menerima hand&nbsp; bouquet atau parcel yang mesti saya jaga dengan baik!” lanjut Iie.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-monolog-musikal">Monolog Musikal</h3>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Iswadi Pratama</strong>&nbsp;menyebut&nbsp; Srintil dalam pementasan teater yang&nbsp; disutradarainya&nbsp; akan melaraskan empat matra kesenian,&nbsp; yaitu seni peran,&nbsp; seni musik,&nbsp; seni lukis (skenografi)&nbsp; dan seni tari</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi dalam pertunjukan ini, penonton&nbsp; akan mendapatkan sajian musik, lagu, seni peran,&nbsp; koreografi didukung&nbsp; juga oleh skenografi&nbsp; yang&nbsp; semuanya kita maksudkan&nbsp; untuk melayani dan memuliakan teks,” kata Iswadi Pratama</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah beberapa kali pertemuan dan memasuki latihan reading, Iswandi mengaku langsung memuji&nbsp; sang tokoh utama; Trie Utami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mbak Iie&nbsp; itu sudah membaca novel Srintil sejak lama.&nbsp; Imajinya tentang Srintil sudah ada di bawah sadarnya. Jadi, begitu&nbsp; &nbsp;ketika kita reading,&nbsp; dia seperti dengan cepat&nbsp; bisa masuk dalam suasana teks. Walaupun belum berakting&nbsp; penuh!”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eko Suriyanto yang dipasang&nbsp; sebagai penata tari menyebut,&nbsp; dirinya dalam project ini tidak&nbsp; akan&nbsp; menciptakan tarian dan juga tidak akan mengajari Iie&nbsp; dalam hal menari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Melainkan saya akan memanggil memori tarian yang sudah ada di dalam diri Iie.&nbsp; Karena ia sangat menguasai tari Sunda juga Bali.&nbsp; Improvisasi&nbsp; gerakannya&nbsp; sangat oke!” ujar Eko memuji. “Mungkin, hanya di bagian awal, saya akan memberikan gerakan Banyumasan,&nbsp; tari Lengger. Untuk mancing saja.”</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-barat-dan-timur-digabung">Barat dan Timur Digabung</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menguatkan dan memperindah&nbsp; jalan cerita,&nbsp;<strong>Dian HP&nbsp;</strong>&nbsp;sengaja memilih&nbsp;&nbsp;<strong>Ava Victoria</strong>, sebagai penata musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ava&nbsp; ini sangat berbakat juga perempuan yang langka. Saya&nbsp; sengaja melibatkan dia. Kenapa bukan saya yang mengerjakan musiknya? Wah, saya sudah terlalu sering. Kini, waktunya melakukan regenerasi. Dan memberikan tongkat estafet pada yang lebih muda!” kata Dian&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ava sendiri mengaku gemetar dan stres menerima&nbsp; pekerjaan yang dikelilingi banyak nama senior yang sudah memiliki jam terbang tinggi dan dipanggilnya dengan sebutan Ibu, Bapak atau Tante dan Om itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya merasa&nbsp; seperti tengah mengikuti kuliah 16 SKS&nbsp; ketika menerima pekerjaan ini,” katanya merendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun meski begitu, Ava mengaku sudah mempersiapakan 12 lagu baru karyanya, di luar musik thema.&nbsp; &nbsp; “Ada satu tembang&nbsp; lama,&nbsp; tentang&nbsp; tembang tolak bala. Semacam mantra.&nbsp; Ini aku konsultasikan dulu&nbsp; ke musisi tradisi Banyumas, biar ngak salah,” kata Ava.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk penggunaan alat musik, Ava akan menyandingkan alat musik tradisi dan barat&nbsp; “Nantinya,&nbsp; kami&nbsp; akan tampil&nbsp; secara live. Ada 10 musisi, terdiri dari 6 pemain&nbsp; tradisi,&nbsp; yang akan memainkan calung,&nbsp; saron, kendang, gong, suling, rebab. Kemudian&nbsp; ada&nbsp; musisi pop yang memainkan&nbsp; piano, bass, sequancer, keyboard&nbsp; dan cello!” jelas Ava&nbsp; &nbsp;yang sudah berpengalaman menjadi music director untuk&nbsp; beberapa pementasan, yakni Musikal Tresna (2014),&nbsp; Musikal Katulistiwa, Musikal Bawang Merah Bawang Putih, hingga Musikal Naura.<strong>XPOSEINDONESIA /Nini Sunny</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">More Pictures</p>


<div style="min-height: 535px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_28c7453a-42ea-49c4-8c5b-58da1ff6cd9f" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/7d47e60ff5ebcf6908e43e544312d14c_XL-1.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2021/02/srintil.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>


<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/travel/culture/hand-bouquet-untuk-trie-utami-srintil-monolog-musikal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">894</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2019/03/Hand-Bouquet-untuk-Trie-Utami-Srintil-Monolog-Musikal-300x195.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="195" />	</item>
		<item>
		<title>Latasha</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/music/latasha/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/music/latasha/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2014 01:44:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[New Comer]]></category>
		<category><![CDATA[Falling in Love]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Lesmana]]></category>
		<category><![CDATA[Keith Martin]]></category>
		<category><![CDATA[Latasha]]></category>
		<category><![CDATA[Trie Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://offair.id/xposeid/?p=55</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/LATASHA-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/LATASHA-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/LATASHA-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/LATASHA-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/LATASHA-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/LATASHA-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/LATASHA-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/LATASHA.jpg 770w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Latasha Safira&#160;biasa disapa&#160;Latasha, seorang perempuan berumur 17 tahun yang merupakan pendatang baru di industri musik Indonesia. Sejak kecil, ia mempunyai hobi bernyanyi dan tumbuh dewasa di lingkungan keluarga yang dekat dengan musik serta acap kali menyaksikan tayangan televisi Barney dan film-film animasi musikal dari Disney. Nah, dikarenakan sangat menyukai lagu&#160;Barney&#160;ini, Latasha kecil saat berusia 3 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Latasha Safira</strong>&nbsp;biasa disapa&nbsp;<strong>Latasha</strong>, seorang perempuan berumur 17 tahun yang merupakan pendatang baru di industri musik Indonesia. Sejak kecil, ia mempunyai hobi bernyanyi dan tumbuh dewasa di lingkungan keluarga yang dekat dengan musik serta acap kali menyaksikan tayangan televisi Barney dan film-film animasi musikal dari Disney.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, dikarenakan sangat menyukai lagu<strong>&nbsp;Barney</strong>&nbsp;ini, Latasha kecil saat berusia 3 tahun pernah bernyanyi theme song Barney tersebut disebuah restoran dengan suara amat keras sehingga sempat menghentikan kegiatan pengunjung yang tengah bersantap untuk mendengarkannya bernyanyi. Itulah salah satu momen dalam dirinya untuk terus mencintai dunia tarik suara.<br><br>Jalur menuju penyanyi professional ditempuhnya sewaktu mengikuti kompetisi band. Salah satu juri tertarik dengan karakter vokalnya dan memutuskan untuk memproduseri Latasha, sehingga muncul single recycle&nbsp; “La Samba Primadona” pada tahun 2010 yang diciptakan oleh&nbsp;<strong>Indra Lesmana</strong>&nbsp;dan dipopulerkan oleh&nbsp;<strong>Trie Utami</strong>/&nbsp;<strong>Krakatau Band</strong>. Pada tahun 2011, gadis cantik ini, juga merilis single recycle religi dari Drive berjudul “Damai di Dunia” ciptaan&nbsp;<strong>Budi Drive</strong>.<br><br>Selanjutnya, mengambil tempat di The Only One Club FX Jakarta, Rabu 22 Januari 2013 lalu&nbsp; Latasha meluncurkan album perdananya yang bertajuk&nbsp; “Latasha”.<br>Album di bawah naungan Universal Music Indonesia ini menyajikan 9 buah single diantaranya Teman Baruku, I’m The One, You’re My Sister yang di aransemen langsung oleh&nbsp;<strong>Keith Martin</strong>, Pergi Saja dan Falling In Love dibawah polesan Tohpati. Memang lagu Falling In Love merupakan single utama dalam album ini. Menurut Latasha, lagu ini merupakan lagu terakhir yang direkam dan dia sangat menyukainya.<br><br>Menurut Tohpati sebagai salah seorang musisi yang terlibat dalam album ini, Latasha memang terlihat agak kesulitan diawal rekaman. Namun berikutnya, dapat menyesuaikan diri dengan baik. Sementara dari pihak label yang diwakili oleh Perry Parikesit selaku Head of Marketing and Promotion Universal Music Indonesia menampik anggapan bahwa Latasha akan sulit untuk disejajarkan dengan seniornya di label yang sama. Sebutlah Raisa yang sudah punya pasar sendiri, Latasha lebih diarahkan untuk pasar teenager dan hal tersebut tidak mengganggu sama sekali.<br><br>Begitulah, sang gadis yang sangat mengidolakan penyanyi top dunia seperti&nbsp;<strong>Britney Spears</strong>,&nbsp;<strong>Rihanna</strong>,&nbsp;<strong>Taylor Swift</strong>&nbsp;dan<strong>&nbsp;Katy Perry</strong>&nbsp;ini sudah memantapkan keinginannya untuk menghasilkan karya – karya terbaik.Semoga….. /<strong>XPOSE INDONESIA</strong>&nbsp;–<strong>&nbsp;IWB</strong>, Foto:&nbsp;<strong>Milankoli</strong></p>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<figure class="wp-block-gallery columns-2 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex"><ul class="blocks-gallery-grid"><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="2000" height="1333" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612.jpg" alt="" data-id="58" data-link="https://offair.id/xposeid/?attachment_id=58" class="wp-image-58" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612.jpg 2000w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612-1024x682.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612-1536x1024.jpg 1536w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612-1392x928.jpg 1392w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612-1920x1280.jpg 1920w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_04_Ibonk-Milankoli-fcbf39b612-1260x840.jpg 1260w" sizes="auto, (max-width: 2000px) 100vw, 2000px" /></a><figcaption class="blocks-gallery-item__caption"><strong>Menunjukkan potensinya secara live dengan menampilkan beberapa single yang ada dalam album perdananya.</strong></figcaption></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="2000" height="1333" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9.jpg" alt="" data-id="57" data-link="https://offair.id/xposeid/?attachment_id=57" class="wp-image-57" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9.jpg 2000w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9-1024x682.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9-1536x1024.jpg 1536w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9-1392x928.jpg 1392w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9-1920x1280.jpg 1920w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_03_Ibonk-Milankoli-3f30dfebf9-1260x840.jpg 1260w" sizes="auto, (max-width: 2000px) 100vw, 2000px" /></a><figcaption class="blocks-gallery-item__caption">2<strong>Latasha dengan bangga menunjukkan album terbarunya di hadapan media peliput, pada peluncuran album perdananya yang bertajuk “Latasha”</strong></figcaption></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="2000" height="1333" src="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b.jpg" alt="" data-id="59" data-full-url="https://offair.id/xposeid/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b.jpg" data-link="https://offair.id/xposeid/?attachment_id=59" class="wp-image-59" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b.jpg 2000w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b-1024x682.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b-1536x1024.jpg 1536w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b-1392x928.jpg 1392w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b-1920x1280.jpg 1920w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/Latasha_05_Ibonk-Milankoli-1774e16c1b-1260x840.jpg 1260w" sizes="auto, (max-width: 2000px) 100vw, 2000px" /></a><figcaption class="blocks-gallery-item__caption"><strong>Memilih single “Falling In Love” hasil aransemen dari Tohpati untuk menjadi single utama dalam album ini.</strong></figcaption></figure></li></ul></figure>
</div></div>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/music/latasha/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2020/10/LATASHA-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
	</channel>
</rss>
