<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
	<title>Todung Pandjaitan &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<atom:link href="https://xposeindonesia.com/tag/todung-pandjaitan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<description>News And Entertaiment</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Apr 2021 07:18:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-Xpose-favicon-32x32.png</url>
	<title>Todung Pandjaitan &#8211; Xpose Indonesia</title>
	<link>https://xposeindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233386640</site>	<item>
		<title>Sebuah  Pesan  Personal Todung Pandjaitan yang  belum Terpublish</title>
		<link>https://xposeindonesia.com/exclusive/obituary/sebuah-pesan-personal-todung-pandjaitan-yang-belum-terpublish/</link>
					<comments>https://xposeindonesia.com/exclusive/obituary/sebuah-pesan-personal-todung-pandjaitan-yang-belum-terpublish/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2021 02:23:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obituary]]></category>
		<category><![CDATA[Todung Pandjaitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://xposeindonesia.com/?p=5909</guid>

					<description><![CDATA[<img width="300" height="200" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-5-300x200.jpg" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-5-300x200.jpg 300w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-5-1024x683.jpg 1024w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-5-768x512.jpg 768w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-5-150x100.jpg 150w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-5-600x400.jpg 600w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-5-696x464.jpg 696w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-5-1068x712.jpg 1068w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-5-630x420.jpg 630w, https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-5.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Todung Pandjaitan wafat. Pemain Bass ternama, pencetus ide sekaligus Pemimpin&#160; Gladiresik Musik Lab (GML) itu menghembuskan nafas terakhir, pada 11 April 2021, pukul 09.57 &#160;di RS &#160;Medistra Jakarta. Tanggal kepergian Todung ini hanya berbeda dua bulan dari waktu meninggal sang Ibunda Todung : &#160;Dra, Ostina Emanuel Pandjaitan boro Nasution SS, M. HUM. (Ibu OE), 11 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Todung Pandjaitan</strong> wafat. Pemain Bass ternama, pencetus ide sekaligus Pemimpin&nbsp; <strong>Gladiresik Musik Lab</strong> <strong>(GML)</strong> itu menghembuskan nafas terakhir, pada 11 April 2021, pukul 09.57 &nbsp;di RS &nbsp;Medistra Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanggal kepergian Todung ini hanya berbeda dua bulan dari waktu meninggal sang Ibunda Todung : &nbsp;<strong>Dra, Ostina Emanuel Pandjaitan boro Nasution SS, M. HUM.</strong> (Ibu OE), 11 Februari 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Todung sendiri adalah putera bungsu, dari Ibu OE dan<strong> Bujonggir Bolitan Samuel Pandjaitan. </strong>&nbsp;Dan siapapun yang mengenal dekat Todung, pasti mengetahui betapa dekat &nbsp;dan akrabnya hubungan Todung dengan sang Ibu. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam buku&nbsp; <em><strong>Berpikir Lurus, Berhati Tulus</strong></em>, Ibu OE mengungkap,&nbsp; bahwa ia memiliki rasa bangga &nbsp;yang sama kepada semua puteranya; &nbsp;&nbsp;Tanoa, Bukti dan Ilham yang terjun memegang kendali perusahaan keluarga di PT Agung Concern Holding. Dan&nbsp; tentu si bungsu Todung &nbsp;Pandjaitan yang hanya konsen bermain musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&nbsp;“Todung memang lain dari kecil. &nbsp;Raportnya merah bukan karena ia bodoh, tapi &nbsp;cara mengajar gurunya tidak sesuai dengan bakat di anak. Buktinya hasil test psikologi memperlihatkan kemampuan&nbsp; yang mengagumkan. Buat apa saya paksakan &nbsp;&nbsp;Todung masuk mengendalikan perusahaan keluarga?’ begitu kata sang Ibu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-berkarir-untuk-pendidikan-musik-indonesia">Berkarir untuk Pendidikan Musik Indonesia</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pengertian yang besar dari sang Ibu pula, yang membuat Todung yang lahir di Jakarta, Indonesia, pada 24 September 1958&nbsp; itu kemudian &nbsp;bisa mengambil kuliah di Dick Grove School Of Music, Los Angeles 1989, &nbsp;untuk spesialisasi Bass Instruction Programme.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah masa belajar musik di Amerika, &nbsp;Todung juga mengambil kuliah dan meraih gelar sarjana Disain Grafis di <strong>Woodbury University</strong> di Los Angeles 1988.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sepulang dari&nbsp; AS, Todung&nbsp; menjelma bukan hanya sebagai pemain musik, tapi juga serius memasuki industri musik, dengan mendirikan&nbsp;perusahaan manajemen artis yang pertama di Indonesia,&nbsp; bernama <strong>ARCI </strong>(<strong>Art Circle Network/ PT Jaringan Lingkar &nbsp;Seni.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan bendera ARCI pula, ia melakukan produksi rekaman, serta berbagai kegiatan menyangkut musik. Dan memproduksi master album solo<strong> Indra Lesmana</strong> yang pertama&nbsp; <em>Tragedi </em>pada tahun 1980-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan karirnya di dunia musik&nbsp; terus meningkat. Sebagai&nbsp;<a href="https://beritasubang.pikiran-rakyat.com/tag/musisi">musisi</a>, ia menjadi salah satu pendiri group <strong>CYNOMADEUS</strong> (1990) yang kemudian menjadi <strong>CYNO</strong> yang berlandaskan musik techno.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga melengkapi pengalaman bermain di cafe dan arena musik lain dengan membentuk group <strong>CATFUNK</strong> serta group musik blues<strong> C4 BLUES.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa penyanyi terkenal pernah bergabung bersama di antaranya <strong>Hari Moekti, Nicky Astria, Syaharani.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun 2000,&nbsp;Todung untuk pertama kalinya memperlihatkan bakatnya dalam menulis. Ia meluncurkan &nbsp;buku berjudul<strong> “BoomBassTech”</strong> &nbsp;yang berisi pengetahuan tentang alat musik Bass. Buku ini diterbitkan oleh majalah remaja <em><strong>Hai</strong> </em>dan dijaja seharga Rp 25.000.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 24 September 2005, bersama&nbsp; beberapa rekan&nbsp; antara lain<strong> Benny Likumahuwa, Donny Suhendra, Annette Frambach, Krisna Prameswara</strong>,&nbsp;Todung mendirikan dan meresmikan sebuah Lab Musik diberi nama GladiResik Music Lab (GML).</p>



<p class="wp-block-paragraph">GML &nbsp;bukan hanya sebuah tempat kursus musik, tapi juga memperkenalkan konsep bermain musik dengan benar. GML memberikan kurikulum intensif dengan pendidikan yang sesuai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bersama&nbsp; GML pula, &nbsp;Todung &nbsp;mencanangan pembelajaran&nbsp; gratis &nbsp;sepanjang tiga bulan, &nbsp;untuk lebih dari 1000 orang Dengan tagline <em>True Basic Bring Excellence.</em> Ini sebuah langkah berani yang belum pernah ada di kursus musik manapun di &nbsp;Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Seorang musisi &nbsp;di negeri ini harus memiliki kualitas yang baik. &nbsp;Di GML &nbsp;kami punya sesuatu yang berbeda. Kami ingin menjadikan musisi sebagai &nbsp;pemain profesional ya,” ujar Todung sekali waktu itu &nbsp;pada saya</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-menulis-untuk-indonesia">Menulis Untuk &nbsp;Indonesia</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam&nbsp; soal membenahi pendidikan &nbsp;di negeri ini,&nbsp; juga dalam soal menulis, Todung secara perlahan lahan &nbsp;dan tanpa disadarinya, seperti mengikuti jejak sang Ibu yang sempat menjadi pendidik dan Dekan<strong> FISIP UNTAG</strong> dan &nbsp;juga menulis &nbsp;buku buku filsafat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Todung sendiri sudah menulis &nbsp;dan mengedarkan buku Pendidikan (Keteraturan Berpikir). Buku ini bisa didapat via Tokopedia: gladiresikmusiclab maupun DM instagram @gladiresikmusiclab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 5 Okober &nbsp;2020, Todung mengirim pesan via WA ke saya, isinya : “Mbak Nini pa kabar, Saya perlu masukan untuk buku yang baru selesai saya tulis. Karena isinya mungkin menyinggung&nbsp; banyak pihak. Judul bukunya, <strong>Manusia+Monyet = Tarzan.</strong> &nbsp;Mengenai Adaptasi yang pernah terjadi di dunia dan akibatnya. Saya mau kirim bukunya ke email Mbak Nini.” (<em>Dalam hal menulis&nbsp; dan pengurusan hak cipta buku dan lagu, saya memang dijadikan “konsultan pribadi&#8221;. )&nbsp;</em><br><br>Email yang berisi &nbsp;tulisan Bang Todung itu &nbsp;saya&nbsp; terima dan saya baca.&nbsp; Kemudian, saya kirim WA balasan.&nbsp; “Bang kayaknya aman. &nbsp;Saya menemukan <em>point </em>yang Abang tulis itu keren dan cerdas. Btw, sudah ada yang menulis untuk <em>Kata Pengantarnya</em>? Kalau mau,&nbsp; cari tokoh yang punya latar belakang profesi di dunia Psikologi Masyarakat.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bang Todung membalas :<strong> Rocky Gerung</strong>…Hahaha. Bercanda Mba. Saya&nbsp; kurang tau orang2 psikologi masyarakat . Harus yang dikenal publik atau bebas? Thanks pujiannya Mbak Nini.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mengirim via email, Bang Todung mengirimkan&nbsp; <em>print</em>&nbsp; buku itu&nbsp; via &nbsp;gojek. “Mbak saya print untuk Mbak Nini. Memang gimana ya, penggemar buku&nbsp; harus baca lewat buku!”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya tergelak membaca WA nya. Ketika buku&nbsp; sampai, saya kabari lagi Todung via WA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia menjawab; <em>Dengan semua yang ada di buku ini, saya udah ga ada pertanyaan lagi tentang kehidupan. Mudah-mudahan semua orang bisa gt. Dari sejak awal.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya jawab : “Wow kalimat ini masuk ke dalam buku gak Bang?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Todung menjawab : “Ga, heheheheh. Terlalu personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mungkin karena personal itu jadi menggetarkan. Selamat! Bangga,” balas saya</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hehehe nanti saya coba pikirkan gimana yang terbaik untuk penulisan &nbsp;di buku”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Usul : Di halaman pertama sebelum “<em>Seayun Kata</em>…”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sebagai Pembuka&nbsp; ya…setuju. Awal kita dengan diri kita, &nbsp;setelah itu bermacam macam adaptasi sampai dengan tingkat internasional yang kadang menjerumuskan karena perbedaan.” ujar Todung via WA tertanggal 6 Oktober 2020 itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai kini, sampai hari ini, buku <strong>Manusia+Monyet = Tarzan,</strong> praktis sudah selesai. Tapi hingga saya tulis&nbsp;memoar &nbsp;<strong>Harlal Todung Pandjaitan</strong>, saya belum tahu, apakah&nbsp; kalimat paling personal yang ditulisnya dalam ke WA &nbsp;ke saya itu &nbsp;akan termuat&nbsp; atau tidak. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selamat &nbsp;jalan menuju keabadian Bang Todung Pandjaitan terkasih. Selamat bertemu kembali dengan Ibu dan Bapak. Terima kasih telah menjadi teman baik,&nbsp;Abang Tersayang, sekaligus Guru yang pintar di&nbsp;dalam perjalanan &nbsp;ini. &nbsp;&nbsp;Insya Allah terbuka pintu surga buat Abang.<strong> XPOSEINDONESIA/Nini Sunny Foto : Dokumentasi</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-more-pictures">More Pictures</h2>


<div style="min-height: 535px" class="ub_image_slider swiper-container wp-block-ub-image-slider" id="ub_image_slider_7e46d68a-ff80-441d-9b1e-dcc0508688e0" data-swiper-data='{"speed":300,"spaceBetween":20,"slidesPerView":1,"loop":true,"pagination":{"el": ".swiper-pagination" , "type": "bullets", "clickable":true},"navigation": {"nextEl": ".swiper-button-next", "prevEl": ".swiper-button-prev"}, "keyboard": { "enabled": true }, "effect": "slide","simulateTouch":false}'>
            <div class="swiper-wrapper"><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-1.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Foto : Muhamad Ihsan</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-3.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Foto : Dokumentasi Facebook</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-5.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Foto : Nini Sunny</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/todung-2.jpeg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Foto : Muhamad Ihsan</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Todung.jpeg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption">Foto : Muhamad Ihsan</figcaption>
            </figure><figure class="swiper-slide">
                <img decoding="async" src="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-5-1.jpg" alt="" style="height: 500px;; ">
                <figcaption class="ub_image_slider_image_caption"></figcaption>
            </figure></div>
            <div class="swiper-pagination"></div>
            <div class="swiper-button-prev"></div> <div class="swiper-button-next"></div>
        </div>


<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://xposeindonesia.com/exclusive/obituary/sebuah-pesan-personal-todung-pandjaitan-yang-belum-terpublish/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5909</post-id>
<media:content url="https://xposeindonesia.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-5-300x200.jpg" type="image/jpeg" medium="image" width="300" height="200" />	</item>
	</channel>
</rss>
